Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Gadis yang aku cari


__ADS_3

Kring...kring..kring


Bel berbunyi sorakan siswa mengerumuni parkiran,membangunkan Bagas yang ternyata ketiduran sedari tadi.


"Eeeumm gue malah ketiduran lagi"gumamnya mengucek matanya pelan.


Sedangkan Moza dan Manda masih bergurau disepanjang jalan menuju parkiran,tanpa mereka sadari sedari tadi Bagas sudah menunggu keduanya.


Akhirnya Moza dan Manda menghampiri mobil hitam yang tak lain dan tak bukan,pasti didalamnya ada Bagas.


Tok...tokk


"Om bukain dong,panas nih"Moza mengetuk pintu mobil milik Bagas,karena tak mau lama-lama berjemur dipanasnya matahari.Apalagi Bagas yang tak mau membukakan pintu untuk mereka.


"Mungkin Om Bagas masih tidur"Manda memberi sebuah hipotetisnya kepada Moza,agar dia berhenti untuk mengetuk pintu mobilnya.Tapi Moza tak menghiraukan omongan Manda.


"Om bukain dong,aku aduin sama papa loh"rewel Moza dengan kesal.


Bagas membuka kaca mobilnya,dan sebatas menampakkan kepalanya,"Abang Bagas"ralat Bagas menutup kaca mobilnya kembali,hal itu membuat emosi Moza meledak.Dia menendang mobilnya dengan keras,dan memaki nggak jelas,namun Manda hanya bisa menenangkan sahabatnya.


"Za sabar dong,nurutin aja mau nya"saran Manda menghalangi Moza yang ingin memecahkan kaca mobilnya dengan batu.


"Mana bisa sabar Man,orang dia bikin kesal melulu,kalo aja lu bawa mobil nggak bakalan gue sebrutal ini."Jawab Moza terengah-engah dengan napas naik turun menahan emosi,dan melemparkannya kesembarang arah.


Auuuwww


Suara jeritan seseorang memekikan telinga Moza dan Manda,seketika mereka memandang keasal suara,ternyata itu adalah tukang parkir.


"Astaga Za bagaimana nih,gara-gara lu sih"kesal Manda merutuki kebodohan sahabatnya.


"Emang gue pikirin,ayo samperin tuh orang"ajak Moza menghampiri sang tukang parkir,dan melupakan kekesalannya terhadap Bagas.


"Bapak nggak apa-apa?"tanya Moza melihat sang tukang parkir menunduk,sembari memegang jidatnya.


"Iya nggak apa-apa"jawab tukang parkir tersebut,dan berlalu pergi dari situ.Padahal Moza ingin memastikan bahwa orang tersebut baik-baik saja.


"Waah tu orang,niat mau nolongin malah melengos pergi."Moza malah marah-marah dengan sikap orang tersebut,sedangkan Manda geleng-geleng kepala dengan sahabatnya,pasalnya dia yang sudah buat orang tersebut terluka,malah dia yang marah-marah.

__ADS_1


"Udah deh Za,gue malas banget dengar ocehan melulu dari tadi"


"Tutup aja telinga lo Man"


Keduanya tak ingin larut dalam perdebatan tak berbobot itu.Jadi mereka memutuskan untuk nyamperin Bagas yang sedari tadi menyaksikan kekonyolan dari dua bocah tersebut.


"Abang bukain pintunya dong"panggil Moza suara semanja mungkin,kalo bukan karena dirinya malas ladeni Bagas,sudah dipastikan dibogem mentah tuh mukanya Bagas.Sedangkan Bagas terkekeh sekaligus geli dengan panggilan manja Moza,dan buru-buru dia membuka pintunya,dan mempersilahkan keduanya masuk.


Tapi tiba-tiba saja Manda berteriak histeris.


"O......my...god jaket gue..."teriak Manda melihat jaketnya dipake sama Bagas,dan pundak Moza yang jadi sasarannya dipukuli oleh Manda.Sedangkan Bagas tanpa aba-aba langsung melepas jaket tersebut,tapi alangkah terkejutnya Moza dan Manda,karena baju Bagas malah ikut terangkat keluar dengan jaketnya.Dan memperlihatkan otot kekar milik Bagas.Lain dimulut,lain dihati keduanya hanyut menikmati pemandangan didepann


"Auuuw om mesum banget sih"teriak Manda menjadi-jadi.


"Mata polosku ternodai sekali gara-gara om Bagas"drama Moza sembari menutup mata,padahal sedari tadi mereka menikmatinya.


"Bisa nggak usah teriak-teriak,kuping saya mau pecah"Bagas menatap keduanya dengan tajam,dan kembali fokus merapikan bajunya.


"Om sih nggak ngasih aba-aba,kan..."belum saja Moza melanjutkan perkataannya,mukanya dilempar sama jaket milik Manda oleh Bagas.


"Iissh om ini tuh jaket kesayangan Manda,kenapa dipake segala sih,dilempar lagi"kesal Manda memeluk jaket yang dilempar Bagas.


"Mau pulang pak"jawab keduanya serempak.


Mendengar jawaban dua bocah yang memekakan telinga,Bagas langsung tancap gas untuk mengantar mereka.Banyak sekali ujian yang menguji kesabarannya.Dan setengah perjalanan,dan mobil mereka berhenti dilampu merah.Beberapa menit mereka menunggu,ketika Bagas mau melajukan mobilnya,tiba-tiba mereka dihadang oleh seorang polisi.


"Pak tolong berhenti dulu,saya ingin periksa bagasi anda"kata polisi itu dengan wajah tertutup masker.


"Emang lagi razia pak?,tumben banget diperiksa tiba-tiba"tanya Bagas merasa curiga dengan razia yang tiba-tiba.


"Memang ini dadakan pak,karena belakangan ini banyak sekali kasus penyeludupan narkoba"jelas polisi itu dan berjalan memeriksa bagasi,Bagas pun tak tinggal diam,lalu dia mengikuti polisi itu dari belakang.


"Apa ada yang mencurigakan pak"tanya Bagas tiba-tiba,hingga polisi tersebut terkejut dan gelagapan untuk menjawab Bagas.


"Emm nggak ada pak,semua nya aman maaf sudah memotong waktu bapak"jawab polisi tersebut,namun Bagas melihat gelagat aneh dari polisi tersebut.


"Ada yang salah ya pak?"tanya polisi tersebut melambaikan tangan didepan wajah Bagas.

__ADS_1


"Eem iya pak,bapak bilang apa tadi?"malah Bagas balik bertanya.


"Ahh lupakanlah pak,sebaiknya anda pulang,kasihan bocah kecil didalam"saran sang polisi melengos pergi.Mau tak mau Bagas ikut menengok kedalam mobil,alangkah terkejutnya melihat kedua bocah tersebut tertidur lagi.


Sedangkan ditempat lain,Yano sedang menunggu kabar dari seseorang karena sedari tadi dia melirik ponselnya terus.


Drett..dreet


"Hallo"


"Bagaimana jack?"


"Sudah saya temukan Yan,tinggal saya ikutin saja.Karena sudah ada pelacak yang kupasang"


"Bagus jack,jangan sampai hilang"


"Okay Yan"


Tut..tut


Panggilannga pun teputus,tak berselang lam sebuah pesan masuk diponsel Yano,dengan segera dia membukannya.Ternyata ada sebuah kiriman foto plat mobil dan seorang wanita dan juga seorang laki-laki.


"Kayaknya plat mobil ini nggak asing"pikir Yano menatap layar ponselnya,dan beralih menatap foto yang lainnya.Foto seorang wanita dengan berbalut baju SMA,dan seorang laki laki berpostur tinggi,tapi wajahnya tak nampak jelas.


"Apa ini gadis yang dimaksud"Yano bertanya-tanya menyimak foto itu dengan saksama.Hingga memorinya berputar kesebuah pikirannya.


"Ini nggak mungkin,ini pasti nggak mungkin."Tiba-tiba Yano merasakan sesak didadanya,entah apa hal yang tidak mungkin tersebut.Lalu Yano menyambar ponselnya menekan salah satu kontak,dan panggilan langsung tersambung.


"Hallo,Gala pastikan fotonya kamu dapat dengan jelas,bagaimanapun caranya!."Perintah Yano dengan nada tegas dan napas memburu,membuat lawan bicara nya bingung.


"Lo baik-baik aja kan Yano?,kenapa napas lo terdengar ngos-ngosan"tanya Gala khawatir.


"Nggak usah banyak nanya,kerjaain apa yang gue perintahkan.Bila perlu secepatnya lo cari"


Tutt..tuut


Yano mematikan panggilan sepihak,Gala merasa ada yang aneh dengan sahabatnya.Tapi dia tepis hal itu karena berfokus pada tugas yang diberi Yano.Sedangkan saat ini Yano tidak bisa tenang,dia mondar-mandir tidak jelas,dirinya tak sabar mendapat info dari Gala.

__ADS_1


"Jangan bilang gadis yang aku cari adalah Moza"tebak Yano karena dia memang hafal betul postur tubuh dari gadis masa lalunya itu,dan jika benar apa yang harus Yano lakukan???.


__ADS_2