Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Menyesal


__ADS_3

Sepulangnya Yano dari markasnya,dia langsung menuju kerumah.Dia lalu masuk kekamarnya dan mendapati lampu kamar telah mati menandakan kalo Moza sudah tidur.


Karena tadi dia sempat membeli es krim untuk Moza,dia menyimpannya dikulkas lalu membersihkan dirinya lalu merebahkan dirinya disamping Moza,memeluknya dengan hangat.


Keeesokan harinya


Pagi pagi buta Yano bersngkat kantor


"Mas kok kamu cepat banget kekantor? Moza ikut terbangun karena merasa suaminya tak ada disampingnya,biasanya pria itu membangunkannya kalo kekantor.


"Iya sayang ,mas ada rapat penting dengan klienku dari Amerika"jawabnya sambil memasang dasi,melihat suaminya yang kesusahan memasang dasinya dengan kondisi yang masih mengantuk Moza menghampirinya lalu memperbaikinya.


"Kok tumben banget,biasanya biar klien penting nggak biasanya kamu berangkat pagi sekali?"tanyanya


"Soalnya ini proyek besar sayang,jadi aku yang jemput dia dibandara"


"Ohhhh"


"Ya sudah kamu tidur lagi,aku mau berangkat sekarang"Yano mencium pucuk kepala Moza,dan berlalu menghilang dibalik pintu.


Sementara itu dilain sisi,Revan mengajak Jesika untuk menjenguk ayahnya sekaligus untuk sementara mereka akan tinggal bersama ayahnya.


"Sayang kamu sudah selesai?"


"Iya Van aku sudah selesai,tinggal berangkat aja"Jesika menenteng tas yang berisi pakaiannya dan juga milik Revan.


"Ya sudah ayo kita berangkat"bukannya mengikuti Revan Jesika malah terdiam ditempat,membuat pria itu berbalik lagi.


"Kamu kenapa sayang?"


"Van aku gugup banget,aku baru ketemu sama papa kamu"tangannya sampai keringat dingin saking gugupnya.


Revan memegang bahu Jesika dan menatapnya dengan intens"Sayang!kamu nggak usah takut ayahku nggak makan orang kok dia orang yang baik"


"Tapi aku.."


"Stttt aku pastin kalo kamu nggak akan nyesel ketemu sama dia"setelah mendengar rayuan Revan,dia pun akhirnya luluh dan mau kerumah ayahnya Revan walau masih ada rasa takut yang menghampirinya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh,akhirnya mereka sampai disebuah mansion mewah dengan tembok tinggi yang menjulang,seorang penjaga membukakan pagar untuk mereka,Jesika menatap tak percaya dengan gedung mewah yang dia lihat dibalik kaca mobil.


"Wahhh ini sperti sebuah istana"pujinya tak berkedip.


"Ayo sayang kita turun"ajak Revan membuka pintu mobil untuk Jesika.


Mereka masuk kedalam rumah yang dikelilingi oleh banyak penjaga.


"Van kenapa banyak sekali penjaga disini?"


"Kamu santai aja,mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan ayahku"dia menggandeng tangan Jesika lalu menuju kedalam mansion,Jesika bisa terpukau dalam hati melihat kemegahan dalam mansion itu.


"Selamat datang tuan dan nona"Bagas memberi hormat kepada mereka.


"Ohh iya tolong antar Jesika kekamarnya,aku mau ketemu ayah dulu"


"Baik tuan"


Jesika pun mengikuti Bagas menuju kelantai dua,sampailah mereka disebuah kamar,Jesika memasuki kamar itu dengan desain yang sangat familiar dikepalanya,tampilan kamar dengan tema warna emas dan ranjang king size yang sudah didekor dengan indah.Lemari besae yang sudah terisi berbagai macam pakaian wanita dan juga pria,terletak meja rias yang dilengkapi dengan berbagai make up.


"Kalo nona butuh sesuatu anda bisa menekan tombol ini"kata Bagas menunjuk sebuah tombol dekat pintu.


"Nona jangan terlalu sungkan dengan saya,panggil saya Bagas kita beda berapa tahun doang"kata Bagas dengan mengencangkan dasinya,Jesika hanya tersenyum kikuk saja.


Setelah Bagas keluar,barulah dia dengan leluasa melihat sekelilingnya.


Revan sendiri kini berada dikamar ayahnya,hening tak ada suara Ardiansyah masih terbaring diatas tempat tidur.Sejak Revan masuk dia tak bersuara,begitupula sebaliknya.Revan duduk disamping ranjang ayahnya.


"Maaf Revan baru bisa datang,bagaimana kondisi ayah sekarang?


Tak ada jawaban dari Ardiansyah,dia malah membuang mukanya dengan raut datar.


"Aku tahu ayah marah sama aku,sekali lagi Revan minta maaf karena belakangan ini aku sibuk mengurus proyek keluar kota"jelas Revan dengan rasa bersalah.


Ardiansyah berbalik menatap Revan dengan dalam,dia melihat ada yang memang disembunyikan darinya.Dia memang tidak terlalu dekat dengan Revan semenjak usianya makin dewasa,namun dia masih bisa membaca kalo Revan membohonginya.


"Siapa dia?"tanya Ardiansyah membuat Revan bingung.

__ADS_1


"Maksud ayah siapa wanita itu?"


Revan menghela napasnya dengan kasar,dia memang sudah menebak cepat atau lambat ayahnya akan tahu kalo dia berbohong"Rupanya ayah mematai matai aku"


"Rupanya kamu juga bisa menebak sendiri"Ardiansyah bangun perlahan dan bersandar diranjang.


"Dia kekasihku kami sudah lama berhubungan,dan sekarang.."


"Sekarang kalian tinggal bersama tanpa status yang jelas"potong Ardiansyah dengan senyum sinis


"Aku bisa jelaskan semuanya karena ini hanya diawali karena salah paham,jadi aku minta tolong sama ayah untuk bisa kerja sama denganku"


"Kerja sama?,baru pertama kali kamu memohon bantuan kepada ayah demi seorang gadis"


"Aku mencintainya,sebenarnya ayah sudah memiliki seorang cucu jauh sebelum anak Moza lahir"jujur Revan kepada ayahnya,kini dia sudah tak dapat menyembunyikan apalagi kepada ayahnya.Karena beliau juga berhak tahu semua itu,sedangkan Ardiansyah malah terdiam merasa terkejut dengan pengakuan Revan.


"Maksudnya kamu pernah menghamili wanita?"Revan mengangguk pelan membuat ayahnya lagi lagi terkejut.Sejenak Ardiansyah terdiam ada sesuatu yang dia lewatkan,sedari dulu dia selalu mengutus orang untuk mengikuti setiap kegiatan Revan diluar rumah termasuk saat dia memutuskan untuk membeli apartemen dan menetap disana.


Tak ada satupun hal yang tak diketahuinya,tapi mengapa hal sepenting itu sampai terlewatkan olehnya.


"Ayah baik-baik saja?"tanya Revan melihat ayahnya tak bersuara,seperti sedang mencermati sesuatu.


"Apa wanita yang kamu bawa kerumah adalah orang yang kamu hamili?"lagi lagi Revan mengangguk pelan saja.


"Ceritakan semuanya!"Ardiansyah tak bisa berkutik dengan semua yang diluar kendalinya,dia meminta Revan menceritakan semuanya mengapa dia terlibat scandal seperti itu tanpa sepengetahuannya.


"Jadi 3 tahun yang lalu aku kami berpacaran,namun setelah 6 bulan pacaran dia tiba-tiba memutuskan hubungan kami..lalu"


Revan menceritakan semuanya,hingga sampai pada saat dia menculik Jesika dan membuat wanita amnesia,kemudian dilanjutkan dengan kebohongannya bahwa mereka berdua sudah menikah.


Setiap cerita yang keluar dari mulut Revan membuat Ardiandyah hanya bisa menghela nafasnya.Dia sungguh tak percaya kalo Revan berbuat nekad sampai sejauh ini.Dia merasa gagal menjadi seorang ayah dengan perbuatan yang dilakukan Revan sekarang.


"Maafkan ayah"bukannya marah atau kecewa,respon ayahnya sungguh diluar dugaannya.Tadinya Revan berpikir kalo ayahnya akan marah besar,namun apa semua ini mengapa ayahnya meminta maaf.


"Mengapa ayah minta maaf,seharusnya Revan yang minta maaf karena membuaf ayah kecewa,aku menjadi pria yang brengsek yah"Revan menggenggam tangan Ardiansyah dan menangis tersedu-sedu,menyesali semua perbuatannya.


"Kamu nggak salah nak,ayah yang harusnya minta maaf karena belum mampu menjadi ayah yang baik dan menjaga kamu dengan baik"sesal Ardiansyah dengan terisak.

__ADS_1


Mereka berdua saling membagi rasa kecewa,penyesalan,dan kasih sayang lewat pelukan yang hangat.Ini meenjadi momen yang sangat berharga untuk Revan,pertama kalinya dia bisa mencurahkan segala masalahnya kepada ayahny.Selama ini hubungan kedua terasa canggung walau tinggal dirumah yang sama.


__ADS_2