Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Paket


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu,baik Yano maupun Revan tidak saling berkabar.Mereka menjalani aktivitas seperti biasanya.


Saat ini Revan dan Yano berada dikantor mereka masing-masing,dan saat ini Revan tengah rapat dengan investor asing untuk proyek barunya.


Namun sejak tadi ponselnya terus berdering,Revan malah mengacuhkannya malahan dia menonaktifkannya tanpa mau melihat siapa yang menelpon.Karena saat ini dia sedang berada didepan investor penting,dan dia selaku pemimpin rapat hari ini.


Beberapa menit kemudian.....


Rapat sudah selesai,Revab dengan cepat menyalakan ponselnya takutnya yang menelpon adalah Jesika.


"Hufttt ternyata si kakak ipar luknat"


"Temui aku dikafe x saat jam makan siang"


Sebuah pesan singkat dari Yano masuk diponsel Revan.Dia ingin menolak karena masih banyak pekerjaannya dikantor,namun setelah ditimbang-timbang dia memutuskan untuk menemui Yano.


...----------------...


Disebuah kafe seorang pria tampan dan gagah dengan stelan jasnya duduk sambil terus melihat jam yang melingkar ditangannya.Dia adalah Revan,sejak tadi dia menunggu Yano yang tak kunjung muncul.Padahal dia yang membuat janji temu,dia juga yang terlambat.


"Hay Van,sudah dari tadi menunggu ya?"


Tiba-tiba Yano muncul entah darimana,Revan hanya memasang wajah malas melihat senyuman mengejek dari kakak iparnya.


"To the point aja,aku masih banyak kerjaan dikantor."


"Ck mentang-mentang kamu sudah sibuk dengan Jesika,kamu sudah lupa dengan kakak iparmu"ucap Yano dengan berpura-pura sedih.


"Nggak usah bawa-bawa Jesika,langsung saja keintinya"Revan mulai tak nyaman berlama lama dengan Yano,karena dia takut kalo Yano memaksanya lagi untuk menikahi Jesika.


"Okey fine,karena kamu terlihat tak sabar aku akan beritahu kamu"wajah Yano menyengerai tipis.Sehingga Revan malah curiga dengan tatapan Yano.


"Jadikan Jesika sekertaris dikantormu"


"Uhuk...uhukkk"Revan yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Revan.


"Kamu bercanda Yan?"


"Aku nggak bercanda Van,kalo kamu nggak mau kamu harus siap kehilangan dian"ancam Yano

__ADS_1


"Aku nggak mau lakuin itu,lagian itu mustahil dengan kondisi Jesika yang amnesia."


"Kamu mau mengurung dia selamanya diapartemenmu itu tanpa status yang jelas hah?"Revan langsung terdiam,Yano ada benar nya juga dia tak bisa terus mengurung Jesika,malahan hal semakin membuat wanita itu menderita.


"Tapi Yan..."


"Kamu ikuti saja saranku,daripada Jesika kesepian diapartemenmu.Satu hal lagi Moza minta kamu pindah kerumah papa supaya kalian bisa menjaganya."Lagi lagi Revan terdiam,dia yang selalu sibuk sampai lupa untuk menjenguk ayahnya.


Setelah melihat Revan yang seperti merenung dengan wajah sendu,Yano berdiri dan melangkah pergi meninggalkan pria itu sendirian,biarlah Revan diberi waktu untuk memutuskan semuanya.


Setelah pembicaraannya dengan Yano tadi siang,pikiran Revan jadi berkecamuk dia jadi tidak fokus bekerja.Akhirnya dia memutuskan untuk pulang lebih awal,karena hari ini dia juga merasa kurang enak badan,mungkin karena efek cape dia sendiri juga tidak tahu.


Sementara itu diapartemen,Jesika sibuk untuk memasak makan malam karena Revan menelponnya untuk pulang lebih awal.Tampaknya dia sangat bersemangat untuk menyambut Revan,terlihat dari senyuman yang terus mengukir diwajah cantiknya itu.


Ting...ting....


Suara bel pintu berbunyi,Jesika langsung terburu untuk membuka pintu.


Ceklek


Senyuman Jesika langsung memudar melihat pria dihadapannya,tadinya dia mengira itu Revan ternyata seorang kurir.


"Mba!"panggil pria itu karena Jesika malah melamun.


"Apa betul ini apartemennya ibu Jesika?"


"Iya pak dengan saya sendiri"


"Ini ada paket untuk anda,tolong tanda tangan disini!"


Walau sempat bingung dengan paket yang tiba tiba datang atas namanya,Jesika tetap menerimanya.


Dia kembali masuk dan menutup pintu,dia membolak balik paket itu untuk mencari pengirimnya namun tidak ada.


"Siapa yang mengirim ini untukku?"bingung Jesika,tapi dia tetap bersikap positif saja mungkin ada teman lamanya.Dia meninggalkan paket itu dimeja,karena makanannya didapur sudah mendidih.


Sore harinya......


Jesika masih berkutat didapur,banyak menu yang dia buat hari ini terlihat deretan makanan yang tersaji rapi dimeja.Hingga Revan pulang Jesika masih sibuk didapur,dia tak menyadari bahwa pria itu sudah pulang.

__ADS_1


Revan masuk kedalam apartemen,hidungnya langsung mencium bau makanan membuat prutnya keroncongan,dia tersenyum melihat punggung wanita yang sejak tadi dia rindukan.Revan sengaja tidak mengganggu Jesika,dia memilih membuka sepatunya dan duduk sebentar disofa,namun matanya tertuju pada sebuah kotak paket dimeja.


"Perasaan aku nggak mesan paket"herannya meraih paket itu,lalu membaca nama penerima paket itu,kening Revan sampai berkerut mengapa paket itu tidak ada nama pengirimnya.


"Aneh"pikirnya


Revan yang merasa curiga dengan isi paket itu langsung menuju kekamar,tanpa sepengetahuan Jesika dia membuka paket itu secara diam-diam dikamar.Walaupun paket itu milik Jesika,namun Revan tetap waspada siapa tahu ada orang yang meneror Jesika karena wanita itu tengah amnesia.


Dibukanya paket itu secara perlahan,alangkah terkejutnya Revan mendapati isi paket tersebut,nampak beberapa foto ada didalamnya.


Revan melihat satu persatu foto itu,namun lebih mengerikan lagi terdapat tulisan dibelakang foto itu.


"Kau mau lari kemana Jesika!,saat ini orangtuamu dalam bahaya"itulah tulisan dibalik foto pertama,dimana dua orang pasangan suami istri yang disekap dalam ruangan,Revan bisa menebak itu adalah orangtua Jesika.


"Jangan bermain api denganku,atau anakmu menjadi taruhannya"tulisan untuk foto kedua,foto seorang anak kecil yang digendong gadis cantik.Revan mengepalkan tangannya memegang foto-foto itu,rupanya ada yang sedang mengincar Jesika dan juga anaknya.


"Takan kubiarkan kalian menyakiti Jesika dan juga anakku"wajah Revan berubah menjadi seram,dia jadi khawatir kalo teror ini sampai ketangan Jesika.Untungnya dia yang lebih dulu membukanya.


Kemudian Revan menyimpan foto itu dalam lemari,kemudian dia membuang kotaknya.Dia memilih membersihkan diri supaya tidak membuat Jesika menunggu.


Sementara itu Jesika sudah selesai memasak,keringat bercucur didahinya dia sangat kelelahan hari ini.


"Akhirnya selesai juga,semoga Revan suka"imbuhnya dan menuju kekamar untuk mandi guna menyambut Revan.


Beberapa menit kemudia,baik Revan maupun Jesika sudah selesai mandi.Revan memilih baring dikasur sebentar,dan Jesika masih berdandan malam ini dia ingin terlihat cantik untuk meluluhkan hati Revan.


"Perfect,kali ini Revan pasti nggak bakalan menolak pesona seorang Jesika"harapnya karena selama beberapa minggu mereka hidup satu atap dan berstatus sebagai suami istri,Revan tak pernah sekalipun tidur seranjang dengannya dia selalu tidur dikamar sebelah.Padahal kenyataannya mereka belum menikah,hanya saja kebohongan Revan sudah terlanjur membuat Jesika percaya.


Memang selama ini Revan terus beralasan karena dia sibuk mengerjakan proyek pentingnya,jadi untuk sementara waktu dia pisah ranjang dengannya dulu.Namun semakin kesini Jesika tak mau bertahan dengan alasan itu,dia jadi berpikir mungkin penampilannya kurang menarik sehingga Revan tidak mau tidur dengannya.


Malam ini Jesika berniat untuk memberikan penampilan terbaiknya untuk Revan.


Malam pun tiba Revan keluar dari kamar lalu menuju keruang tengah,namun dia terkesima dengan pemandangan didepannya.Ruang yang biasanya hanya untuk santai,disulap seperti ruangan romantis untuk dinner,lilin lilin nya menyala dan beberapa jenis makanan tersaji disana.


"Apa Jesika menyiapkan semua ini?"dia mengelilingi ruangan itu,dia tak menyangka Jesika akan melakukan hal ini.Tadinya dia pikir Jesika akan membuat makan malam seperti biasanya,yaitu makan dimeja makan berdua dalam keheningan.Namun malam ini rasanya seperti berbeda,ada nuansa romantis yang Revan rasakan.


Ceklek.......


"Van,kamu sudah pulang kok aku nggak dengar bel pintu?tanya Jesika yang baru keluar dari kamar,karena dia tak menyadari Revan yang sedari tadi pulang

__ADS_1


Revan berbalik keasal suara,namun dia dibuat pangling oleh penampilan Jesika malam ini.


"Jes!..kamu..cantik banget"Revan sampai tak bisa berkata kata merasa terpana dengan kecantikan wanita didepannya,dengan balutan gaun putih bertali satu yang memperlihatkan lekukan tubuh seksi Jesika,dengan atasannya yang terbuka sehingga leher putih milik Jesika terpampang nyata.Revan berulangkali menelan salivanya,dia beku ditempat saat Jesika mulai mendekat kearahnya dengan senyum yang sangat menawan.


__ADS_2