
Disisi lain..
Moza sudah bersiap siap untuk makan siang bareng suaminya dikantor,Moza memutuskan untuk membuat makanan spesial untuk Yano.Dengan dandanan natural Moza terlihat cantik ditambah dengan pakaiannya yang sederhana tidak menutup kecantikannya,walaupun dia istri seoorang CEO kaya Moza tidak suka berpakaian terlalu glamor karena itu tak nyaman baginya,walaupun pada dasarnya dulu dia juga berasal dari orang kaya dan bisa membeli baju apapun namun Moza memilih untuk tampil sederhana apalagi dia sudah memiliki anak membuat Moza sering menghabiskan waktunya dirumah.
“Bi aku titip baby Rein ya”teriak Moza sebelum pergi,sebenarnya dia mau membawa baby Rein bersamanya namun dia ingin menghabiskan waktu untuk suaminya hari ini,semenjak ada baby Rein Moza sering mengabaikan suaminya sehingga Moza mau memanjakan suaminya hari ini.
Dengan diantar oleh supir pribadinya,sampailah dia disebuah gedung besar milik suaminya itu.Moza sampai takjub dengan megahnya gedung itu,karena itu merupakan kali pertama Moza mengunjungi kantor suaminya.Kemudian Moza turun dengan meneteng bekal makanan untuk suami tercintanya itu.
Baru saja dia turun dari mobil,dia dibuat gugup dengan pandangan semua orang yang menatap kerahanya karena dia diantar oleh mobil yang supermewah.Orang setengah berbisik mengenai dirinya,namun Moza tak menghiraukannnya dia terus berjalan masuk menuju bagian recepstionist.
Namun dia bingung sendiri karena tak melihat meja receptionistnya,dia celingk celingukkan padahal receptionist ada disampingnya
“Permisi mba,ada yang bisa saya bantu?”tanya seorang wanita cantik menatap Moza yang tampak kebingungan.
“Emmm begini mba,saya mau ketemu suami sayatapi saya tidak tahu dimana meja receptionistnya”Moza menatap sekelilingnya,derik berikutnya dia baru sadar kalo didepannya itu meja receptionistnya.
“Ini meja receptionistnya mba,kalo boleh tahu nama suaminya siapa ya mba?”tanya receptionist itu karena bingung suami yang dimaksud oleh wanita yang pantas dia sebut gadis itu,karena Moza terlihat mungil dengan tubuh pendeknya jadi orang mengira dia masih belia dan belum mempunyai suami dan anak.
“Mas Yano mba,dia dibagian emmm..”ucapan Moza terhenti karena lupa suaminya bekerja sebagai apa diperusahaan itu,Moza memang tidak terlalu kepo dengan pekerjaan suaminya apalagi rekan kerja Yano,Moza memilih menjadi ibu rumah tangga saja dibanding bergabung dengan ibu ibu sosialita dikantor Yano.Walaupun beberapa kali Yano mengajak Moza dalam acara kantoran untuk mengenalkan dia dengan rekan kerjanya,namun Moza selalu beralasan untuk menjaga baby Rein.
“Maaf mba nama Yano disini sangat banyak,mungkin mba bisa..”
“Mba istrinya pak Yano ya?tiba tiba seorang pria muncul dihadapan Moza dengan tersenyum cerah.
“Oooh iya om”jawab Moza dengan polos menatap pria berdasi dan kemeja rapi itu.Wajah pria itu berubah menjadi masam mendengar panggilan om dari Moza,padahal kalo dilihat lihat dirinya tidak setua itu.
"Mari saya antar mba"pria itu pun menuntun Moza,mereka menaiki lift menuju lantai dua.
"Lewat sini mba"pria itu terus mengarahkan Moza,sambil mengikuti pria itu Mosa menatap isi kantor itu,dalam hatinya Moza sangat takjub dengan kemewahan dibagian dalam kantornya.
"Disini ruangan pak Yano mba,tapi mba tunggu disini dulu saya kasih tahu pak Yano dulu"pinta pria itu dan diangguki oleh Moza,nampaknya Moza sudah tak sabar untuk memberi kejutaan dari Moza karena dia memasak makanan kesukaan Yano.Moza mengintip dari balik pintu nampak dua orang pria berbincang dengan serius.
"Pak istri anda sudah diluar apa saya suruh masuk saja atau tidak?"
"Hah istri saya?,kamu ngaco ya istri saya lagi disingapura"
__ADS_1
"Tapi pak diluar istri anda mengantar makan siang untuk anda"
"Sebentar saya telpon dulu"
Beberapa menit kemudian panggilannya trhubung,ternyata istri dari bapak Yano ity masih di Singapura.
Moza yang menguping dari balik pintu,ikut terkejut mendengar pembicaraan keduanya karena dia tidak pernah keSingapura,mana mungkin Yano membiarkannya pergi sendirian.
"Apa mas Yano lupa kalo aku ada dirumah tadi pagi?"pikir Moza dengan keras sambil terus menempelkan telinganya dipintu,tak lama pintu dibuka dari dalam pria itu ikut terkejut karena Moza ternyata mendengar pembicaraan mereka.
"Ooh maaf pak saya nggak nguping loh,ngomong-ngomong saya bisa masuk nggak?Moza celingak celinguk untuk menatap kedalam ruangan.
"Maaf bu kita salah orang,mari ikut saya mba"pria itu membawa Moza pergi dari situ lalu mereka berpapasan dengan seorang pria muda yang sangat ganteng,Moza hampir saja terpesona namun tiba tiba bayang bayang muka Yano tiba tiba ada dipikirannya.
"Sur dari mana aja lo sih,daritadi pak Yano nunggu istrinya diruangan,gue yang jadi kena imbasnya"aduh pria ganteng itu yang memarahi pria yang bersama Moza tadi.
"Al maafin gue,tadi kukira pak Yano dibagian pemasaran ternyata istrinya lagi di Singapura"
Moza hanya menyimak pembicaraaj kedua pria itu tanpa bermaksud menyela.
Akhirnya Moza dibawa naik ke lantai 4 lagi mengikuti kedua pria tersebut,sampailah mereka disebuah ruangan,Moza dipersilahkan masuk bersama kedua pria tadi,dia melihat seorang pria yang tengah membelakangi mereka namun dia bingung gaya rambutnya bukan seperti suaminya.
Namun tak ada jawaban dari pria itu,Moza pun berinisiatif untuk memanggil supaya pria itu berbalik.
"Mas ini aku istri kamu,jangan marahin kedua pria ini mereka tidak salah"sontak saja pria itu membalikkan kursinya,namun Moza sangat terkejut melihat pria didepannya.
"Ma...s Ya....no"ucap Moza terbata..bata
"Siapa kamu hah?pria yang disangka suaminya Moza itu ternyata seorang pria setengah baya yang mungkin pantas dipanggil om oleh Moza,pria itu pun sama terkejut melihat gadis dihadapannya itu karena dia bukan istrinya.
Ditengah keterkejutan mereka,seorang wanita cantik yang berpakaian seksi muncul dibalik pintu,tapi dia ikut terkejut melihat ada gadis kecil yang cantik didalam ruangan suaminya ditambah dia menenteng bekal makanan ditangannya.
"Kamu selingkuh ya pa?"wanita itu langsung menatap tajam suaminya yang terdiam ditempatnya,dia bingung harus mulai darimana untuk menuntaskan kedalahpahamam ini.
"Enggak kok ma,ini semua salah paham"
__ADS_1
"Kamu nggak usah mengelak,teganya kamu berselingkuh dengan gadis yang pantas jadi anakmu,dasar pelakor!"teriak wanita itu menujuk Moza.
"Enak aja tante bilang aku pelakor,lagian om ini tak seganteng suamiku"oceh Moza dengan menggebu,mana mungkin dia selingkuh dengan pria tua dihadapannya itu.
"Kamu ngaku aja,nggak uaah ngelak memang anak jaman sekarang taunya menjual diri saya"wanita itu semakin memojokkan Moza sehingga suaminy tak berkutik karena disuruh untuk diam oleh istrinya,kedua pria yang mmebawa Moza tertunduk karena sudah buat kesalahan besar kepada atasan mereka.
"Tante pikir aku semurah itu hah?,aku Moza Clarissa Putri bersumpah atas nama suamiku Yano Adiputra Dewantara tidak pernah berhubungan dengan suami anda"Moza menatap wanita itu dengan tajam,mendengar nama suami dari Moza,semua orang dalam ruangan disana berubah menjadi diam muka mereka jadi pucat,terlebih suami dari wanita yang memaki Moza dengan menggebu.
Ditengah suasana yang membuat Moza bingung karena mereka semua seperti ketakutan,tiba tiba ponsel Moza berdering nampaklah nama suami tercintanya dibenda pipih tersebut.
"Sayang kamu kok belum datang,ini sudah lewat jam makan siang dari tadi asistenku menunggu dibawah untuk menjemput kamu"suara dari telepon itu semakin membuat orang dalam ruangan itu merinding,entah bagaimana nasib mereka setelah kesalahpahamam tadi.
"Emm ini dimana ya?Moza melirik kesana kemari
"Emm anu.. Ini dibagian ke..uangaan bu"ucap pria disamping Moza dengan terbata
"Dibagian keuangan?,ngapain kamu kesana?sekarang kamu sama siapa hah?."
"Mas satu satu dong nanyainnya"
"Ya udah kamu biar disana saja,nanti aku yang jemput kamu"
Tuttt...
Panggilan nya terputus,mendengar Yano yang akan menuju kesana membuat kepala keuangan tafi ketar ketir meminta maaf kepada Moza.
"Mohon maaf Bu Moza kami tidak tahu kalo anda istrinya pak Yano Dewantara saya minta maaf"pria itu sampai berlutut diikuti juga oleh istrinya dan kedua pria disampingnya,Moza menjadi bingung dengan sikap mereka yang tiba tiba menghormatinya seperti seorang ratu.
"Emmm nggak usah begini pak bu,saya juga minta maaf karena salah masuk ruangan "Moza ikut menunduk untuk menyuruh mereka berdiri,sungguh situasi ini membuatnya tak nyaman.
"Bu Moza saya sungguh minta maaf karena sudah mencaci maki anda,soalnya saya takut kalo suami saya selingkuh"ucap wanita itu dengan perasaan bersalah,dia juga memikirkan jabatam suaminya setelah kejadian ini.
"Iya bu kami juga minta maaf karena ibu jadi tersesay disini,tolong jangan adukan kami ke pak Yano"kedua pria yang menuntunnya kesana ikut memohon kepada Moza.
"Memangnya suami saya siapa,kenapa kalian merasa takut dia baik kok jadi jangan khawatir"
__ADS_1
"Emang Bu Moza tidak tahu kalo suami anda pemilik sekaligus CEO diperusahaan ini?"
"Iya saya nggak tahu"jawab Moza dengan polos membuat mereka semua melongo dengan gadis dihadapan mereka.Namun detik berikutnya Moza berteriak dengan histeris mengetahui suaminya adalah pemilik gedung besar itu.