Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Black Tiger


__ADS_3

Moza yang sudah sampai rumah berjalan ling lung menuju kamarnya,hari ini sungguh membuat staminanya menurun.Dia menaiki tanggga dan berlalu di depan ruang kerja milik ayahnya.Tak sengaja dia mendengar percakapan seseorang yang tak asing baginya.Kebetulan pintunya tidak dikunci Moza mengintip dari celah pintu.


"Papa,Om Agus."Gumamnya pelan.


"Apa kamu belum menemukan keberadaan anak itu?"tanya Agusto menatap Alberto papanya Moza.


"Belum ketua,sampai sejauh ini Black Tiger sangat susah dilacak,dan aksesnya masih sangat tertutup."Jelas Alberto


Moza yang mendengar papanya memanggil Agusto ketua membuat dia sangat penasaran,apa yang sebenarnya mereka sembunyikan.


"Ketua??,Black Tiger?"begitu banyak tanda tanya dalam benak Moza mendengar percakapannya antara dua orang tersebut.Moza ingin menghampiri keduanya,tetapi dia terkejut ketika ada tangan yang menyeretnya menjauh.


"Ihhh mama,ngapain sih tarik-tarik Moza,sakit tau?."keluhnya mengelus tangannya yang kesakitan akibat tarikan dari mamanya.


"Ngapain kamu nguping pembicaraan orantua hah?,mama peringatkan ini kali pertama dan terakhir kamu melakukan hal tersebut!."Moza terkejut dengan mamanya yang tiba-tiba emosi,hanya karena dia menguping.Ini kali pertama mamanya membentak dirinya,membuat dia ingin menangis tapi dia menahannya,karena sudah merasa diri bersalah.Dia memilih diam san meninggalkan sang mama yang mengatur nafasnya yang masih memburu akibat terlalu emosi.


Prankkk...


Moza menutup pintu dengan keras,dan badannya meluruh kelantai.Dia tak bisa membendu g air matanya,seketika dia menangis menumpahkan semuanya.


Hiks...hikss


"Mengapa harus segitunya mama marah hah?.Moza bersalah,apa salahnya ingatin dengan baik-baik saja sama Moza hah?."Isak Moza disela tangisannya,sedangkan mamanya mendengar semua rintih tangisan Moza,ikut menangis merutuki dirinya hang sudah membantah Moza tadi.

__ADS_1


"Mama hanya mau melindungi kamu sayang,mama takut kehilangan kamu."Monolognya dibalik pintu putrinya itu.


...****************...


Keesokan harinya.


Kedua orangtua Moza sudah berada diruang makan untuk sarapan


"Ma,Moza belum turun?dari kemarin papa nggak melihatnya?."tanya Alberto cemas


"Itu yang ingin aku bahas pa,kemarin tu Moza menguping pembicaraan kamu sama Agusto."Tiba-tiba Alberto tersedak mendengar penuturan istrinya,raut wajahnya tiba-tiba panik tetapi berusaha untuk tetap tenang.


"Apa saja yang dia dengar ma,apa Moza mengetahui sesuatu makanya dia mengurung diri dikamar."Emilia mencoba menenangkan sang suami agar tidak terlalu panik,sehingga Moza tidak curiga.


"Tapi apa ma?."


"Kemarin aku membentaknya,terus dia menangis dikamarnya.Aku sengaja tidak memanggilnya,aku takut Moza marah pa."Sambung Emilia dengan mata berkaca-kaca,dan Alberto hanya menghela napasnya,berusaha membuat istrinya tenang agar tidak terlalu merasa bersalah.


Tok..tok


"Masuk aja pa,nggak dikunci ko!"sahut pemilik kamar dari dalam.


"Za,mama nggak bermaksud membentak kamu kok."

__ADS_1


"iya pa,aku tahu kok."sela Moza menyela pembicaraan ayahnya.


"Papa sama mama sayang banget sama Moza."Mengelus kepala anaknya dengan lembut.


"Moza juga sayang banget sama my parents."Balas Moza memeluk ayahnya,mengungkapkan rasa sayangnya dengan tulus.


......................


Sementara dilain tempat,seorang pria paruh baya yang masing terlihat gagah dan tampan meski sudah lanjut usia.Duduk di kursi kebesarannya dengan tampang serius,menatap kedua bodyguard yang begitu tegap dan gagah.


"Bagaimana keadaan Aisyah?"tanya sang pria paruh baya tersebut.


"Sejauh ini keadaan nona muda masih aman ketua,belum ada yang mencurigai keberadaannya"ungkap salah satu bodyguardnya


"Sampaikan pada Alberto untuk menjaga putriku dengan hati-hati,jangan sampai Agusto mengetahui yang sebenarnya.


"Baik ketua"jawab kedua bodyguardnya serempak,dan berbalik badan meninggalkan pria tersebut.


Tinggalah sang pria paruh baya diruangannya,dia menghela napas dengan kasar,menghirup udara sejenak melepaskan beban yang teramat dalam.


"Ini keputusan yang terbaik untukmu Aisyah putriku."monolognya dengan sendu


"Maafkan ayah nak."tambahnya sembari berlinang air mata yang sejak tadi dia tahan,punggungnya pun bergetar hebat menandakan rasa sesal yang begitu dalam.Entahlah apa yang pria tua itu simpan?

__ADS_1


__ADS_2