Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Sakit Perut


__ADS_3

Setelah beberapa menit yang lalu Moza menghabiskan nasi goreng dengan level super pedas,kini perutnya melilit tak karuan Manda khawatir melihat wajah Moza yang mulai memerah.


"Za lo nggak apa-apa?"tanya Manda memegang pundak Moza tapi dia hanya terfokus dengan perutnya yang melilit,karena sudah tak bisa menahan lagi Moza berlari menuju toilet.Manda mengikutinya dari belakang takut terjadi apa-apa dengan Moza.


Moza berlari sembari memegangi perutnya yang terasa sakit.Dia tak menyadari ada seseorang yang berjalan didepannya.


Brukkk..


Moza tak sengaja menabrak seseorang,hingga tubuhnya terhuyung kebelakang dan dia terjatuh kelantai.Sedang orang yang ditabraknya juga tak sempat menangkap tubuhnya.


"Nona apa anda baik-baik saja"tanya seseorang membantu Moza berdiri.

__ADS_1


"Saya nggak apa-apa kok pak"jawab Moza lemah berusaha kuat karena sakit perutnya makin menjadi.Dia mencoba menatap oranf yang sudah menabraknya,seorang pria dengan setelan rapi dan terlihat sangat tampan dan gagah.


"Nona muda"ucap pria itu tanpa sadar sehingga Moza menatapnya dengan aneh,tapi Moza tidak peduli dengan omongan orang itu karena dia tidak bisa menahan sakit diperutnya,mukanya sudah terlihat pucat.Dia menyeret kakinya melewati pria yang terus menatapnya,namun belum beberapa meter dia sudah jatuh pingsan.Untungnya pria tadi dengan cekatan menangkap tubuh mungil Moza,lalu dengan cepat menggendongnya.


Manda melihat Moza digendong seseorang,lalu dia menyusul orang tersebut karena dia berpikir Moza diculik.Sedangkan pria tersebut menghubungi seseorang dan memasukkan Moza dikursi belakang dan melajukan mobilnya dengan cepat,sehingga Manda tidak bisa menyusulnya.Tak ingin kehilangan jejak Moza dia segera mengikuti mobil tersebut menggunakan mobilnya.


Tak lama kemudian sebuah mobil hitam meleset disebuah rumah sakit,seseorang terburu-buru mengangkat seseorang perempuan dari kursi belakang dan berlari kedalam rumah sakit,ternyata itu adalah Moza dia dilarikan kerumah sakit oleh pria yang menabraknya.Sekarang Moza ditangani oleh pihak medis,sedang pria tadi masih setia menunggu didepan ruangan Moza.


Tak berselang lama Manda sampai dirumah sakit,dan mencari pasien atas nama Moza setelah mengetahui letak ruangan Moza dia langsung meluncur,dilihatnya seorang pria yang tadi menggendong Moza lalu menghampirinya.


"Tenang nona saya tidak melakukan apa-apa,saya hanya membantunya karena dia pingsan ditoilet"ujar pria itu sehingga Manda malu sendiri karena langsung melabrak pria tersebut.

__ADS_1


"Saya minta maaf pak"Manda menunduk malu tak mampu menatap pria tersebut,sedang pria itu melotot tak terima dengan panggilan pak dari Manda,emang dirinya setua itu.


"Apa saya boleh melihat teman saya pak"kata Manda menatap pria itu,namun pria itu hanya diam dengan ekspresi datar,dan memberi Manda jalan masuk.


"Kaku bener tuh orang,kayak mau makan orang aja"gumam Manda melenggang masuk namun pria itu masih bisa mendengarnya.


"Cewek aneh nggak tahu terima kasih banget"gerutu sang pria dan merogoh saku celananya,mengambil benda pipih yang sedang berdering.


"Hallo ketua"


"Bagas bagaimana keadaan Aisyah?apa dia baik-baik saja?,apa ada luka serius kepada Aisyah.Pastikan dia baik-baik saja dan urus semua administrasinya baru kamu kembali dari sana "serentetan pertanyaan dari seberang telepon membuat pria yang teryata memiliki nama Bagas itu bingung harus menjawab yang mana dulu.

__ADS_1


"Nona Aisyah baik-baik saja ketua,saya akan mengurus semuanya"jawab Bagas menimpali lawan bicaranya yang terdengar khawatir.


"Satu lagi pastikan dia pulang kerumah dengan selamat,nanti aku akan mengabari Alberto"putus seseorang dari seberang sana.Akhirnya telepon ditutup,Bagas menatap kedalam ruangan Moza dimana Manda masih setia mengajak Moza bicara karena sahabatnya masih belum siuman.


__ADS_2