Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Tidur Diluar


__ADS_3

Yano masih tersentuh dengan kebaikan istrinya baru tersadar saat Mika sudah keluar dari ruangan.


"Kemarin kamu bilang mau keAmerika?"tanya Yano dengan raut bingung.


"Nggak jadi,nggak usah nanya deh,ini gara-gara si buntel kumal itu"kesal Mika dengan muka cemberut.


"Maksud kamu Gala?"


"Iya siapa lagi sih buntel kumal itu"


"Memangnya Gala lakuin sesuatu?"tanya Yano penasaran.


"Huftt,gara gara dia kemarin gue ketinggalan pesawat"Mika menghela napasnya dengab frustasi.


"Memang Gala ngelakuin apa?"


"Tanya aja ama si kuma itu"Mika yang kesal meninggalkan Yano yang masih bingung.


Tak mau ikut runyam memikirkan Mika dan Gala,dia memilih masuk untuk membantu mengurus kepulangan istrinya.


"Sayang kamu bicara apa sama dokter tadi?"tanya Yano pura pura tak tahu.


"Kami membicarakan mantanmu dulu mas,cuma itu doang"bohong Moza dengan sengaja memasang raut cemberut.


"Masa sih?,kok.aku nggak percaya?"goda Yano mendekatkan wajahnya keMoza.


"Ya udah kalo nggak percaya,emang kamu duunya playboy"sindir Moza dengan sengaja mengerjai Yano.


"Siapa yang bilang"Yano menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Nggak tahu,minggir aku mau ke toilet"jawab Moza acuh,dan mendorong dada bidang suaminya yang membuat dadanya berdetak tak menentu.


"Eitsss kamu diam,biae aku bantuiin"tahan Yano


"Nggak usah aku bisa sendiri"Moza semakin membuat wajahnya sedingin mungkin,agar suaminya merasa seperti membuat kesalahan.


"Sayang aku bersumpah,dulu aku bukan playboy"rayu Yano yang tak mengerti arah pembicaraan istrinya.


"Ya udah minggir aku kebelet"Moza turun dari ranjangnya,tapi Yano dengan sigap menggendongnya,takut terjadi apa apa dengannya.


"Mas turunin aku"ronta Moza.


"Nggak mau sayang,tenang aku nggak ngapa-ngapain kamu kok"Yano baru menurunkan Moz setelah sampai di toilet.


"Ngapain kamu berdiri disitu mas?"Moza bingung dengan Yano yang dengan santenya menunggu didepan pintu.


"Mas ngaco ya,mana bisa aku pipis kalo mas masih disitu"kesal Moza dengan Yano yang tak kunjung keluar dan menutup pintunya.


"Sayang aku khawatir kamu jatuh disini"ungkap Yano yang tak ingin merajuk.


"Kamu nyumpahin aku jatuh hah,sekarang mas keluar atau aku pipis dicelana aja"ancam Moza dengan sedikit emosi,mampu membuat Yano ketar ketir dan kabur sebelum mendapat ancaman lain dari istrinya.


Setelah itu Yano duduk disofa,merenungi sikap istrinya itu.


"Makin hari Moz makin sensi aja,bakal banyak banget deh cobaan ku kedepan"gumam Yano dengan wajah sendunya.


Tiba-tiba ponselnya berdering,ternyata itu panggilan dari Gala.


"Hallo Gal,ada apa?"

__ADS_1


"Begini Yan,Tuan Albertoo dan Istrinya sudah ada dirumah"


"Ya udah kamu siapin semuanya sesuai yang kuperintahkan,sebentar lagi aku dan Moza akan pulang"


"Baik Yan,gue pasti menyiapkan nya dengan baik"


Usai perbincangan singkat dengab Gala,Moza sudah keluar dari toilet.Dia mendiamkan Yano dengan melengos menuju ranjangnya.Mekuhat hal itu Yano berinisiatif membujuk Moza.


"Sayang aku minta maaf udah buat kamu kesal,aku akan terima hukuman dari kamu sekalipun kalo kamu mau aku bakal tidur diluar rumah malam ini"rayu Yano dengan panjang lebar,tak lupa memasang muka sedihnya.


Tapi Moz membuang mukanya,tak ingin menatap muka suaminya yang nampak menggemaskan buat Moza.


"Kalo kamu diam,berarti itu hukumannya"pasrah Yano sambil mengerucutkan bibirnya,dan beranjak untuk mengemas pakaian milik Moza.


"Mas!"Moza menahan lengan Yano,membuat sang empunya tersenyum lebar.


"Kenapa sayang,kamu butuh apa-apa"karena mendapat signal bagus dari istrinya,Yano ingin sigap sebagai suami.


"Aku nggak butuh apa-apa kok"tahan Moza memegang kedua tangan Yano,dengan senyum manisnya.


"Aku cuman mau kamu memanyunkan bibirmu saja"pinta Moza dan langsung dituruti Yano,seketika tawa Moza langsung pecah hingga dia memegangi perutnya.


Yano semakin membuat wajahnya lucu-lucu,agar Moza tertawa.Lama kelamaan Yano jadi takut dengan anak dalam kandungannya karena Moza tak henti-hentinya tertawa.


"Sayang udah deh jangan ketawa mulu,nanti baby kita jadi gila"ceplos Yano yang membuat tawa Moza terhenti berganti tatapan tajam.


"Kita batal berbaikan,malam ini kamu tidur diluar"ancam Moza membuat Yano terduduk lemas,baru saja dia memenangkan hati Moza,tapi dipatahkan sesaat hanya karena satu kalimat.


"Mampus deh aku malam ini"rutuknya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2