Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Tembak Dia


__ADS_3

Sementara itu,Yano masih mengendap-endap mencari ruangan tempat Moza disekap.Lalu dia berhenti disebuah ruangan dan menempelkan telinganya,dia mendengar suara tawa yang tak asing baginya.


"Kamu akan habis ditanganku Agusto"gumam Yano dengan amarah yang menggebu,tanpa pikir panjang dia langsung mendobrak pintu itu.


Braaakkkk


Semua mata diruangan itu menatap kepada seorang pria gagah yang muncul dan mendobrak pintu dari luar.


Terutama Moza sangat terkejut mendapati suaminya sudah berada didepan matanya,dengan tatapan dingin yang siap memangsa siapa saja.


"Mas Yano!"teriak Moza,tapi sayang mulutnya ditutup kain,hati Yano sangat teriris melihat Moza yang diikat.Dia ingin mendekat melepaskan istri kecilnya yang berderai air mata.


"Akhirnya kau sampai juga nak,aku ingin cepat pergi dari sini setelah melihat tikus kecil ini mati"ucap Agusto tersenyum smirk,menunjuk kearah Moza.


"Jangan pernah menghina istriku"Yano tidak terima Moza dikatai tikus kecil,dia ingin mencekik pria tua itu namun langkahnya terhenti saat menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Jika kamu berani melangkah lagi dari situ,bomnya akan meledak dan istrimu itu pun ikut mati"ancam Agusto memperlihatkan detonator yang dipegangnya,Yano melirik kearah Moza dan terkejut melihat bom yang dipasang dibawah kursi yang diduduki Moza.


"Jangan berani membuat dia terluka!"tegas Yano dengan rahang mengeras.


"Waahh hebat banget kamu sekarang,bisa diluluhkan oleh rayuan manis dari musuh kita"Agusto bertepuk tangan dan menatap Yano dengan dingin.


"Apa maumu?"tanya Yano menahan emosi,menghadapi pria tua itu.


"Kamu sudah tahu jawabannya,jadi jangan membuat ayahmu ini lelah untuk menjelaskannya."satu pukulan mendarat dipipi kiri Yano,darah segar mengalir begitu saja daei sudut bibirnya,walau Yano ingin sekali melawan tapi dia memikirkan keadaan Moza jika dia memberontak.


Yano menatap Moza yang masih menangis hingga dari kejauhan Yano bisa melihat matanya agak membengkak dan memerah.Keduanya berbicara lewat tatapan itu,lama keduanya menatap dan air mata Yano lolos begitu saja merutuki ketidakberdayaannya sekarang yang tersungkur dilantai.


"Aku akan membebaskan kalian berdua."Janji Yano dalam hati menahan sesak didadanya.


Yano bangkit berdiri,bersamaan sebuah pistol mendarat tepat didepan sepatunya.

__ADS_1


"Ambil itu!"titah Agusto bersilang kaki disebuah kursi.


"Hemm,kamu kira aku masih anjing peliharaanmu yang bisa seenaknya kau suruh"Yano tertawa sinis,sambil mengambil pistol tersebut.


"Hhhh nggak nyangka anjing kecil ku sudah jadi serigala"Agusto melangkah mendekati Moza.


"Ternyata gadis kecil ini yang merubah anjing kecilku"Agusto meletakkan pistol diubun-ubun Moza,membuat gadis itu gemetar ketakutaan.


"Heeem siapa yang lebih pengecut,hanya berani memgancam wanita tapi tak berani melawan ayahnya"sindir Yano dengan tenang,walaupun dalam hatinya sangat khawatir melihat Agusto memainkan senjatanya dikepala Moza,hingga wanita itu terlihat ketakutan sekali.


"Yan kami menemukan lokasimu,tetap tenang disana kami akan segera membantumu"suara Gala lewat earpiece membuyarkan lamunan Moza.


Setelah mendengar Gala,Yano sedikit tenang agar bisa mencari celah untuk merebut detonator bom yang dipegang Agusto.


"Cepat tembak gadis ini,jika kamu memang bagian dari Big Dragon!"perintah Agusto lantang.

__ADS_1


"Kalo tidak biar aku saja yang menghabisi gadis kecil ini sekaligus anakmu"kini Agusto mengarahkan senjatanya kearah perut Moza,membuat Yano merasa emosi sekaligus khawatir tapi sebisa mungkin dia menahannya,karena selangkah saja bisa membuat nyawa istrinya dan juga anaknya bisa melayang.


__ADS_2