
Sampai dirumah sakit,Yano ditangani oleh dokter dan tidak ada luka serius sehingga Yano bisa pulang cepat.
"Bagaimana keadaan Bapak?"tanya Moza usai Yano selesai diperiksa.
"Saya baik-baik saja."Jawab Yano dingin dan berlalu meninggalkan Moza yang masih merasa khawatir.
"Waaah benar-benar tu orang,mau sakit mau sehat tetap aja songong."umpat Moza karena merasa diacuhkan oleh Yano.
Sedangkan Yano buru-buru untuk pulang takut disusul Moza,entah mengapa sejak kejadian direstaurant tadi ada sesuatu yang menjalar dihati Yano,mungkinkah itu adalah awal getaran cinta?.
Braaak..
Tiba-tiba Yano menabrak seseorang,akibat terlalu buru-buru.Ternyata dia menabrak seorang wanita paruh baya,akan tetapi masih kelihatan awet dilihat dari aura kecantikan yang masih terpancar.
"Maaf bu saya tidak sengaja,soalnya saya lagi buru-buru."Tutur Yano merasa bersalah sembari membantu aang ibu untuk berdiri.
"Tidak apa-apa nak,lagian ini bukan salah kamu kok."jawab sang ibu lembut dan menatap Yano dengan intens,hal itu membuat Yano terdiam sesaat menatap balik netra yang menatapnya dengan dalam.Seakan ada sebuah ruang rindu yang terperangkap dalam matanya.
"Apa ibu baik-baik saja?"tanya Yano membuyarkan lamunan si ibu.
__ADS_1
"Emm iya maaf nak,soalnya kamu mirip sekali dengan anak ibu yang sudah lama menghilang."Ucap sang ibu menghapus jejak air matanya yang hampir mengalir.
"Yang sabar ya bu,semoga dia baik-baik saja diluaran sana."Raut wajah Yano berubah sendu mengingat dirinya tumbuh tanpa seorang ibu.
"Kalo begitu ibu pamit dulu,semoga kita bisa bertemu lain waktu."Pamit sanv wanita paruh baya tersebut,Yano hanya menatap punggung yang perlahan menjauh dari pandangannya.
"Mengapa aku merasa begitu dekat dengannya?"Tanya Yano dalam hatinya.
Dua hari berlalu Yano masih saja kepikiran dengan si ibu yang dijumpainya dirumah sakit,hatinya merasa gelisah dan gundah.Ditambah lagi hatinya yang mulai merindukan sosok Moza yang tak lagi dia temui belakangan ini.
Awww...
"Loh kenapa bro,kelihatan kusut banget?"tanya Reza sahabat sekaligus bawahan yang paling dekat dengan Yano.
"Lahh emang gue kenapa?"Yano malah balik bertanya.
"Pura-pura ngeles,lu teriak sampe ngebangunin gue."Jelas Reza merasa jengah dengan sahabatnya.
"Oooh itu,gue cuman frustasi sama si bocah SMA yang kemarin."Elak Yano tak ingin menambah kekepoaan sahabatnya.
__ADS_1
"Kayanya ada tumbuh benih-benih cinta didalam sini nih."Reza menunjuk dada Yano,dan dibalas dengan jitakan dari Yano.
"Sembarangan aja lu,ogah banget sama bocah ingusan itu."Bohong Yano dengan wajah yang terlihat dingin.
"Fix lu udah jatuh hati sama dia."Cecar Reza tak ingin kalah.
"Wallah kapten kita akhirnya jatuh cinta."Tutur salah satu bawahan Yano yang mulai buka suara,karena sedari tadi hanya melihat interaksi kedua orang tersebut.
"Apalagi kalo sama mbak pemberani yang kemarin,cuco loh kapten."celetuk seorang lagi.
"Jangan ditunda niat baiknya kapten,awas diembat orang,kalo soal trik mendapati cewek kaya mbak yang kemarin,saya akan kasih trik paling ampuh kapten"celetuk seorang lagi.
"Sehari pasti udah klepek-klepek deh tu cewek kapten."Tambahnya lagi membuat semua bawahan Yano ramai bersuara,seolah ibu-ibu tukang gosip,terutama Reza yang tersenyum puas sudah membuat Yano tak berkutip,walaupun saat ini telihat raut wajah Yano sudah tak bersahabat,menatap tajam kearah mereka.
"Kalian sudah selesai?"tanya Yano memasang wajah dingin dan tatapan tajam,seakan ingin menerkam mangsanya.Tapi tak ada yang menjawab,semua tertunduk terkecuali Reza yang menatap Yano dengan senyuman.
"Sekarang juga kalian lari keliling lapangan 100 kali,sekarang juga!"perintah Yano tak ingin dibantah,Reza ingin bersuara namun dia kalah cepat dengan Yano.
"Semuanya tak terkecuali kamu Reza."Kata Yano menyorot Reza dengan tampang bijak,dalam hati Reza mengumpat Yano habis-habisan.
__ADS_1
"Yang berani ngumpetin saya,akan saya tambah dua kali lipat hukumannya."Yano menatap Reza dengan senyum mengejek.