Gadis SMA Versus Polisi Tampan

Gadis SMA Versus Polisi Tampan
Jangan Berani Selingkuh


__ADS_3

Setelah melepas pelukannya,barulah Mika berhenti menangis.


"Terima kasih banyak Yan,aku janji bakalan ngelupaiin kamu.Lagian istri kamu lebih cantik dan muda dari aku"ngoceh Mika menatap Moza yang masih memejamkan matanya.


"Hemm,bagaimana kondisinya Mik?"tanya Yano mengenai kondisi istrinya,dia mendekat kearah Moza tapi dia terkejut dengan air mata istrinya yang mengalir seperti menangis padahal dia masih pingsan.


"Mika kenapa istriku menangis?"tambahnya dengan nada khawatir.


"Istrimu baik-baik saja kok,cuma ada penyakit yang menyerangnya barusan."Jelas Mika tersenyum kecil


"Penyakit?maksud kamu?"kali ini Yano benar benar merasa khawatir,wajahnya nampak panik mendengar kata penyakit itu,sedang Mika ingin sekali tertawa dengan tingkah istri kecil Yano itu.


"Sebenarnya istri kamu sudah sadar,tapi dia pura pura tidur lagi karena terserang penyakit cemburu"bisik Mika menahan tawanya


"Hah masa sih,tapi kenapa dia cemburu?"tanya Yano masih belum mengerti,membuat Mika gemas sendiri dengan Yano yang kurang peka.


"Pasti istri kamu salah paham karena kita berpelukan"bisik Mika lebih pelan lagi,sehingga Yano manggut-manggut membenarkan perkataan Mika.


"Jadi itu penyebabnya,bagaimana caranya ya buat dia sadar dari tidur pura-puranya?"Yano meminta saran dari Mika,selaku dokter yang menangani istrinya.

__ADS_1


"Ck gitu aja nggak bisa,sini aku kasih tahu caranya"Mika membisikkan sesuatu ditelinga Yano,sehingga pria itu sedikit tersentak namun dia jadi tersenyum mengingat strareginya.


"Wahh ternyata kamu memang andal untuk urusan perempuan"Yano memberi jempol kepada wanita itu,untuk melancarkan aksi Yano.Mika memutuskan untuk pergi dari situ untuk memberi ruang kepada Yano dan istrinya.


"Semoga berhasil Yan"sebelum keluar Mika memberi semangat kepada Yano,dan dibalas senyum kecip dari pria itu.


Kemudian Yano mendekat keranjang Moza,menatap wajah cantik yang masih memejamkan matanya.


"Hemm kamu sangat cantik sayang,tapi lebih cantik jika kamu bangun dan tersenyum kembali seperti dulu."Ucap Yano pua-pura tidak tahu kalo Moza sudah sadar.


"Kamu tahu kan aku ini tampan,banyak wanita yang suka sama aku,kalo kamu nggak segera sadar banyak para pelakor yang akan mengejar aku sayang"Monolog Yano dengan membuat nada bicaranya sendu.


Yano melihat raut wajah Moza yang berubah seakan menahan amarah,walaupun memejamkan matanya,pipinya memerah membuat Yano sekuat tenaga menahan agar tawanya tidak lepas.


"Tapi satu hal yang perlu kamu tahu,kalo aku sangat mencintaimu dan apa yang kamu lihat tadi itu salah paham,aku akan jelasin semuanya setelah kamu pulih"Yano meraih tangan Moza dan tanpa aba-aba dia mencium bibir Moza dengan lembut,alhasil Moza yang terkejut membulatkan matanya.


Yano yang berhasil membuat Moza bangun,tak mau melepaskan tautan bibir itu,sehingga wanitanya pun terbuai dan mengikuti irama ciuman itu.


Semakin lama ciumana itu jadi menuntun,keduanya saling melepas rindu lewat tautan bibir yang seperti candu bagi keduanya.

__ADS_1


Akhirnya setelah kehabisan oksigen,Yano memberi ruang untuk istrinya dan perlahan melepaskan tautan bibir mereka.


"Maaf"hanya itu yang mampu Yano ucapkan,dia mengusap bibir Moza yang bengkak akibat ulahnya,istri kecilnya diam membisu sembari terus menatapnya.


"Kamu marah sama aku?"tanya Yano membalas tatapan Moza,tapi bukannya menjawab manik mata itu malah berkaca-kaca keluarlah bulir bening yang kembali membuat hati Yano tersayat.


"Jangan menangis! Kumohon!"pinta Yano memeluk Moza dengan erar.Moza semakin terisak didalam pelukan suami yang begitu dia rindukan.Keduanya menangis sambil berpelukan.


"Hikss...hikss...jangan berani selingkuh..!"ancam Moza disela tangisannya,membuat Yano terkekeh,dan melepas pelukannya berganti menatap Moza yang masih terbaring dengan mata memerah.


"Kamu hanya salah paham,wanita yang kupeluk tadi cuman teman masa laluku nanti aku jelaskan kalo kamu pulang kerumah"jelas Yano mengusap lembut sisa air mata di pipi mulus istrinya.


"Beneran?,nggak bohongkan?"tanya Moza memastikan menatap tajam Yano.


"Iya aku nggak bohong,ngapain aku selingkuh karena aku udah punya istri yang cantik,baik,dan sebentar lagi bakalan punya anak"Yano menghujani Moza dengan ciuman,dan berganti dengan mencium perut buncit istrinya berkali-kali,hingga membuat Moza kegelian,dia tertawa lepas membuat hati Yano senang bisa melihat keceriaan istriny hari ini.


Keduanya tertawa diruangan itu sambil bercanda ria,disisi lain seorang wanita tersenyum samar ikut bahagia melihat hal itu.


"Semoga kamu bahagia bersamanya Yan"dia berlalu dari situ dengan tersenyum simpul.

__ADS_1


"Mencintai tidak harus memiliki,mengiklaskan bukan berarti kehilangan,akan tetapi cara mencintai tanpa harus tersakiti"


__ADS_2