Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Fakta Tentang Dewi dan Erik


__ADS_3

Untuk mengurangi rasa kesepian karena kepergian Rama ke Kalimantan untuk beberapa hari ke depan. Kezia mengajak Vania untuk berkunjung ke apartemen Adrian. Semenjak Adrian membawa Dewi untuk tinggal bersamanya di apartementnya, selama itu pula Adrian tidak pernah tinggal lagi di kediaman Afsen.


Sebenarnya tidaklah baik jika dua orang berbeda jenis harus tinggal dalam satu atap. Oleh karena itu Kezia berniat akan mengajak Dewi untuk menemaninya apa lagi kondisi kehamilan Kezia akan semakin membesar. Kezia butuh teman untuk menemaninya karena sampai saat ini papanya belum merestuinya rujuk dengan Rama.


Di sisi lain pasti Dewi akan merasa lebih terhibur karena Dewi bisa di sibukan dengan menjadi pengasuh Ethan kembali.


Di lain tempat, tepatnya di apartemen Adrian, dua orang berbeda jenis sedang duduk berjejer saling canggung. Dewi masih menunggu Adrian yang katanya akan membicarakan hal yang penting padanya. Namun sedari tadi menunggu belum ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir Adrian. Hingga saking terlalu lama menunggu, sekali Adrian berucap mampu membuat Dewi tersentak seketika.


"Mari kita menikah," ucap Adrian singkat namun mampu membuat Dewi terkejut.


Dewi masih terdiam tidak mampu berucap sepatah katapun untuk menjawab ajakan menikah Adrian. Jika Adrian mengajaknya menikah di saat kondisi Dewi tidak seperti ini, pasti Dewi akan dengan sengang hati menerimanya.


Selain karena merasa dirinya kotor, Dewi juga tidak bisa menerima ajakan Adrian untuk menikah denganya. Bukan karena tidak suka, bahkan diam-diam Dewi juga menyukai Adrian.


"Dewi, apa kamu mendengarku?" tanya Adrian mampu membuat Dewi tersadar dari lamunanya.


"Ya, aku mendengarnya, pak," jawab Dewi dengan sorot mata penuh kegundahan.


"Lalu apa jawabanmu?" tanya Adrian tidak sabar.


Dewi sedang berperang dengan perasa'anya saat ini. Dia juga diam-diam mencintai Adrian, namun dia terikat oleh sesuatu yang membuatnya tidak bisa menikah dengan Adrian.


"Ini tidak benar kach Dewi? Lagi-lag7 di buaf mLw unyuk ko


Dewi menundukan wajahnya, di hirupnya nafas dalam-dalam sebelum menjawab isi hatinya pada Adrian.


"Ting-tung," suara bel apartemen yang membuat membuyarkan jawaban yang akan Dewi katakan pada Adrian.


Adrian meminta Dewi untuk duduk sementara dia yang akan membuka pintu apartemenya.


Setelah pintu terbuka, Dewi tersenyum cerah kala yang datang adalah Kezia dan Vania.


Kezia langsung berhambur memeluk Dewi, Dewi yang merasakan perut Kezia yang mulai membuncit tersenyum kecut. Pasalnya jika Dewi tidak keguguran, pasti bayinya akan seumuran dengan bayi Kezia nanti.

__ADS_1


Wajah Dewi langsung berubah setelah memikirkan sesuatu yang harus ia lupakan. Kezia melepaskan pelukanya dan memandang wajah Dewi yang ekspresinya telah berubah.


"Kok sedih? kenapa, apa kamu masih belum bisa move on?" tanya Kezia.


"Andai saja bayiku masih hidup, pasti nanti dia akan seusia denganya, Mbak," ucap Dewi sembari mengelus perut Kezia.


Semua yang berada di apartemen Adrian saling melirik. Seolah faham betul dengan duka yang belum hilang pada diri Dewi.


Vania menangkap hal aneh pada kakaknya Adrian dengan Dewi. Entah apa yang terjadi pada mereka berdua. Saking penasaran Vania akan memancing keduanya sampai mereka jujur.


"Ehemm, bagaimana Dewi, apakah Kakaku menyakitimu atau berbuat hal-hal aneh yang membuatmu kurang nyaman" tanya Vania.


"Enggak, mbak! pak Adrian baik kok orangnya," jawab Dewi.


"Lalu kenapa kalian berdua terlihat canggung? apa mungkin perasa'anku saja? apakah kamu juga merasa mereka berdua ada yang sedang di sembunyikan dari kita?"


"Eh, enggak, mbak!''


"Aku baru saja melamarnya dan kali ini akan aku ulangi di hadapan mereka berdua."


Dewi menggeleng, lagi-lagi ketika dia akan menjawab, tiba-tiba bell apartement berbunyi. Mau tidak mau kali ini Ali yang akan menjawab.


Terdengar suara laki-laki sedang mencari istrinya. Dewi yang melihat kedatangan Erik pun menggeleng tak percaya. Matanya semakin melebar ketika orang yang datang benar-benar Erik.


"Ada apa kamu kesini?" Tanya Adrian menghampiri Erik.


"Membawa pulang ustriku," jawab Erik singkat."


"Istri yang mana lagi? bukanya pernikahanmu dengan Kezia sudah batal?" tanya Adrian.


"Ya, kau benar Adrian, namun ada yang terlewatkan dariku bahwa saat ini wanita yang berhari-hati tinggal bersamamu masih Dewi sudah menjadi istrik dari Erik," ucap Erik menyeringai.


"Ini maksudnya bagaimama?" tanya Adrian untuk memastikanya.

__ADS_1


Dewi menunduk mengiyakan ucapan Erik, seketika membuat Adrian kecewa.


"Wi, katakan jika semua ini hanyalah kebohongan semata."


"Tidak pak, ini memang benar terjadi, setelah kejadian tempo hari, pak Erik langsung menikahiku," ucap Dewi merunduk tidak mampu untuk menatapnya.


Flash back on


Tepatnya setelah hari kegagalan pernikahanya dengan Kezia, Erik langsung menikahi Dewi. Kenapa hal itu bisa terjadi dan kenapa Erik bisa menikahi Dewi tanpa persiapan. Itu karena tempo hari Rama sudah mengganti nama Kezia menjadi nama Dewi Sekar di daftar pernikahanya dengan Erik.


"Karena kamu dan mereka telah mengganti nama Kezia menjadi namamu. Maka mulai sekarang aku akan menikahimu dan kamu harus tunduk dengan semua keinginan serta perintahku."


"Baik, pak Erik," ucap Dewi menyetujui meskipun terpaksa.


Dewi hanya pasrah, karena waktu itu dia sedang hamil dan butuh pertanggung jawaban dari Erik. Sehingga pernikahan yang hanya di langsungkan di KUA setempat itu pun terjadi.


Flash back off


Ternyata pada akhirnya Dewi lah yang terjebak pada rencana Vania dan juga Rama. Entah bagaimanacaranya Dewi menjalani hidup baru dengan Erik. Padahal Sudah tidak ada bayi lagi di antara mereka berdua. Tetapi Erik belum mau melepaskan Dewi, entah apa alasan Erik masih mempertahankan pernikahan sederhananya meskipun anak mereka telah tiada.


Adrian menggeleng! bahkan dia baru saja memperjuangkan cintanya yang ternyata terlambat.


Adrian masih terkejut dengan ucapan Dewi, wanita yang diam-diam ia cintai ternyata sudah tidak bisa untuk di perjuangkan kembali. Sirna sudah segala hal setelah mengetahui kenyata'an.


"Bagaimana Dewi? kau harus ikut aku pulang," pinta Erik yang tak mampu di bantah oleh Dewi.


"Tetapi bayi kalian sudah tiada! lepaskan Dewi, Erik. Dia berhak bahagia dengan pilihanya sendiri tanpa pernikahan penuh paksaan denganmu," ucap Adrian


Erik tertawa hambar setelah mendengar ucapan Adrian. Dari cara Adrian memandang Dewi dan cara Adrian membela Dewi, ada rasa cinta di dalamnya pada istrinya.


"Kenapa memangnya? apa kau menyukai istriku?" tanya Erik menyeringai.


Adrian terdiam, tidak bisa berkata-kata karena faktanya dia teramat mencintai Dewi yang saat ini telah menjadi istri dari orang lain dan orang itu adalah mantan adik iparnya.

__ADS_1


Adrian tersenyum kecut, rasanya ingin berteriak bahkan membunuh laki-laki di hadapanya sekarang juga. Karena di fikiranya dengan membunuh Erik, maka Dewi akan terbebas. Namun Adrian sadar dan tidak boleh gegabah. Dia akan berjuang untuk merebut Dewi dari tangan Erik.


__ADS_2