Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Berperan menjadi istri yang baik


__ADS_3

Hari ini pernikahan itu akhirnya terjadi juga. Pernikahan yang sangat lucu bagi Kezia. Bagaimana tidak lucu jika ia menikah tanpa memakai gaun. Kepala di perban dan mengenakan baju pasien. Sedangkan Rama memakai jas kerja yang biasa ia pakai ke kantor.


Kezia tersenyum geli saat mama Rani mengabadikan pernikahanya dengan berfoto. Kezia yang tersenyum lebar. Rama yang hanya diam dengan wajah datarnya. Bukankah itu sangat menggemaskan.


"Yah, aku jadi jelek karena tidak berdandan ataupun memakai gaun pernikahan," keluhnya.


Tuan Afshen papanya Kezia berkata akan menyiapkan resepsi termegah setelah ia sembuh. Kezia mengangguk senang dan tak sabar akan segera sembuh.


Setelah mereka pulang semua dan menyisakan Rama yang di paksa untuk menemani kezia. Kezia melihat Rama mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya. Di lemparkanya selembar kertas ke arah Kezia.


"Tanda tangani kontrak pernikahan itu."


Kezia menatap Rama dengan keterkejutanya. Lalu ia segera membaca setiap point yang tertulis pada kontrak itu. Kezia terperangah saat membaca setelah Vania kembali, Rama akan menceraikanya.


"Aku tidak mau!"


Rama tetap menekankan pada kezia untuk menandatangani berkas kontrak mereka. Saking keras kepalanya kezia tetap menolaknya.


"Kita lihat saja nanti, kau akan menandatanganinya dengan sendirinya," ujar Rama menatap kezia tajam


Kezia menganggap Rama tidak punya hati sama sekali. Dirinya yang masih terbaring di ruang inap Rumah sakit. Dengan kepala yang masih di perban dan tangan yang masih di gips. Dengan tega dan tidak punya perasaan dia malah menyuruh kezia menandatangani kontrak. Dan lebih gilanya lagi dia akan menceraikanya ketika kakanya kembali.


Kezia berkata kenapa dia bisa menikah dengan pria yang tak berperasa'an sepertinya. Sedangkan Rama hanya menyeringai ketika mendengar keluhan kezia.


"Ini baru awal, dan kau akan lebih merasakan hidup yang menderita dengan pria yang tak berperasaan sepertiku."


"Oh,sayang kau membuatku takut!"


"Maka aku akan menjeratmu dengan cintaku."


Kezia malah berucap menantang Rama dan membuat pria itu menggepalkan tanganya. Rama keluar meninggalkan kezia sendiri. Persetan dengan amanah orang tuanya untuk menemani kezia. Sedangkan kezia tersenyum getir memperhatikan punggung suaminya dari belakang yang mulai menghilang.


Di usapnya air mata yang menetes di pipi mulusnya. Begitulah Kezia yang akan menangis ketika tidak ada orang. Dia hanya bersikap seolah dirinya wanita kuat di depan Rama.

__ADS_1


Setelah lima hari Kezia di rawat di rumah sakit. Hari ini kezia boleh pulang karena kondisinya sudah membaik. Awalnya ia merasa senang karena merindukan kamarnya. Tetapi Rama membawanya pulang ke rumah mamanya.


Sambutan hangat ia dapatkan dari Rani ibunya Rama. Rama berkata kepada ibunya bahwa mereka hanya sementara tinggal di sana. Setelah keadaan Kezia membaik. Dan juga setelah resepsi pernikahan. Mereka memutuskan untuk tinggal berdua di apartemen milik Rama.


Orang tua Rama pun menghargai keputusan Rama. Karena mereka berdua adalah pengantin baru yang butuh privasi.


Atas perintah ibunya, Rama menggendong Kezia memasuki kamarnya. Mereka akan terlihat Romantis di depan keluarganya. Dan akan kembali ke mode awal ketika hanya berdua.


Seperti malam ini mereka tidur di ranjang yang terpisah. Rama tidur di sofa, sedangkan Kezia tidur di atas Ranjang. Sengaja Rama tidur di sofa karena tidak ingin tidur seranjang dengan Kezia. Jika mau, Rama bisa menyuruh kezia tidur di sofa. Melihat kondisi kezia seperti itu, membuat Rama yang mengalah tidur di sofa.


Sepanjang malam kezia tidak bisa memejamkan matanya. Di malam pernikahanya sangat terasa hambar. Jika kebanyakan orang berkata malam pertama adalah malam teristimewa. Mereka benar, karena malam pertama kezia sangat istimewa berbeda dengan yang lain.


Jika pasangan lain menikmati malam pertama mereka dengan bercinta sampai pagi. Keziapun juga bercinta dengan kepedihan matanya sampai pagi. Sedangkan Rama sudah tidur pulas terlentang di atas sofa.


Meskipun tangan kirinya baru membaik paska kecelakaan. Kezia tetap melangkahkan kakinya mendekati suaminya dan menyelimutinya. Ia berjongkok sejenak mengamati wajah suaminya yang sangat tampan. Kezia tersenyum tulus kemudian meninggalkan kecupan tipis di pipi kanan Rama.


Kezia melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Ketika Kezia sudah keluar, Rama membuka matanya.Dia tahu persis saat istrinya menyelimutinya dan mencium pipinya.


"Pagi bik," Sapanya pada asisten rumah tangga di rumah Rama.


"Mau bikinin suami kopi, bik."


Kezia membuatkan Rama secangkir kopi panas. Mau di minum ataupun tidak yang penting dia membuatnya. Dia tetap memerankan sebagai istri yang baik. Meskipun Rama tidak menganggapnya sebagai istri.


"Non, biar bibik yang bawakan ke kamar."


"Terimakasih bik, tangan kanan saya masih bisa kok."


Kezia tersenyum tulus kepada bik Minah, dan melangkah secara pelan memasuki kamarnya. Ketika membuka kamar, Kezia mendapati Rama yang sudah bangun dan baru keluar dari kamar mandi.


"Ku buatkan secangkir kopi untukmu, jangan kawatir ini bukan racun."


Ucapnya berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Ketika ia ingin mandi dan membuka bajunya agak kesusahan. Kezia meringis kesakitan dan suaranya sampai terdengar oleh Rama.

__ADS_1


"Ngapain kamu, Zia?"


Rama mengetuk pintu kamar mandi dan tak lama di buka oleh Kezia. Kezia menunjukan bajunya yang setengah tersingkap. Rama memalingkan mukanya setelah melihat perut putih Kezia yang kontras dengan warna bajunya.


"Boleh minta tolong lepasin bajuku? tangan kiriku masih sakit."


Rama segera membantu Kezia melepaskan bajunya tanpa melihat ke arahnya. Kezia tersenyum dan tak lupa berterimakasih. Cukup lama Kezia mandi membuat Rama mengetuk lagi pintu kamar mandi.


"Zia, kamu mandi atau tidur?"


Kezia tersenyum mendengar teriakan suaminya. Saat ini dia sedang memakai pakaianya secara perlahan. Setelahnya ia keluar dengan menggerai rambut yang telah ia keringkan di kamar mandi.


Suara pintu terbuka membuat Rama menoleh melihat Kezia. Kezia keluar hanya memakai daster rumahan. Entah kenapa penampilanya malah makin terlihat cantik.


"Maaf lama, agak susah pakai bajunya jadi aku pakai daster deh."


"Hmmmmm."


Rama cuma berdehem untuk merespon ucapan kezia. Kezia melihat cangkir rama sudah kosong yang artinya kopi buatanya telah di minum oleh suaminya. Kezia tersenyum setidaknya kali ini Rama menghargainya.


Di ambilnya cangkir yang sudah kosong hendak di bawanya ke dapur. Rama lebih dulu mengambil cangkirnya dan membawanya sendiri ke dapur. Kezia hanya mengikuti suaminya dari belakang sambil tersenyum.


"Wah pengantin baru sudah segar aja pagi-pagi."


Goda mama Rani yang sudah duduk di meja makan bersama suaminya. Wajah Kezia memerah karena malu. Berbeda dengan Rama yang berwajah datar.


Kezia mengucapkan selamat pagi kepada kedua mertuanya. Kemudian ia ikut bergabung duduk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Meskipun tangan kirinya sakit, kezia dengan pelan membuatkan Rama sandwich. Karena dia sudah hafal Rama tidak terbiasa makan berat di pagi hari.


Rama hanya diam saja melirik kezia menyiapkan sarapan untuknya. Sedangkan Kedua mertuanya tersenyum melihat perhatian menantunya kepada utranya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Bagaimana? Masih mau lanjut Readers?🤭

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2