Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Mencari Tahu Hilangnya Dewi


__ADS_3

Hari ini, Ethan sudah di perbolehkan pulang kerumah. Dengan syarat, harus dalam pengawasan kedua orang tuanya. Takutnya, Ethan akan kembali sakit, jika salah satu kedua orang tuanya tidak ada. Melihat kondisi putranya yang baru saja pulih. Rama meminta Kezia, untuk tinggal di apartemenya, untuk menemani Ethan. Karena Rama harus bekerja, tidak bisa menemani Ethan, selama dua puluh empat jam.


Lain halnya jika ada Dewi, namun sampai sekarang, belum ada kabar soal dewi. Kezia mengiyakan, ini semua demi putranya. Kezia masih takut dan khawatir, jika putranya akan kembali sakit, jika dia pergi.


"Hari ini, mama akan tinggal bersama kami, bukan?" tanya Ethan.


"Ya sayang, mama akan menemanimu," jawab Kezia.


Ethan tersenyum kegirangan, ingin rasanya melompat setinggi-tingginya, namun kondisinya belum pulih betul.


Rama, mengajak ibu dan anak itu, memasuki mobilnya. Mereka ber tiga, duduk di kursi penumpang. Karena ada sopir Rama, yang mengemudikan mobilnya.


Jarak Rama dan Kezia sangat dekat, karena posisi Ethan, berada di pangkuan Kezia. Sesekali Rama merangkul pundak Kezia, membawanya untuk bersandar di bahunya. Awalnya Kezia gugup, namun lama kelama'an berubah nyaman.


Ethan pura-pura tidur, ketika melirik keromantisan papa dan mamanya. Sedangkan anak buah Rama, yang sedang mengatur kemudi, sesekali juga melirik, Kezia dan Rama, dari pantulan kaca spion.


Sadar di lirik dari kaca spion, Ramapun berdehem. Yang tadinya akan mencium Kezia, ia urungkan.


Sesampainya di halaman rumah orang tua Rama, Rama menyuruh Kezia dan Ethan, agar turun duluan. Sengaja, Rama ingin menginap di rumah kedua orang tuanya. Agar ada yang menjaga Kezia dan Ethan, ketika Rama kerja.


"Turunlah bersama Ethan! aku pergi sebentar, ada sedikit pekerja'an yang harua ku selesaikan," pintanya pada Kezia dan Kezia mengangguk.


"Papa mau kemana?" tanya Ethan.


"Papa kerja sebentar, Boy! kamu di rumah bersama Mama, kakek dan nenek," ucap Rama pada putranya.


"Belikan mainan sepulang kerja, Papa," pinta Ethan, dengan senyum mengembang.


"Apapun maumu, papa akan kabulkan! asal kamu harus berjanji, harus segera sembuh," ujar Rama, membalas senyuman putra semata wayangnya.


Rama langsung pergi, tentunya setelah mendapat izin dari putranya. Rama akan ke kantor pusat, karena beberapa hari ini, dia di sibukan mengurus. putranya yang sedang sakit.

__ADS_1


Di tengah perjalanan, Rama mendapat kabar yang membuatnya sempat tidak percaya. Orang suruhanya yang ia perintah untuk menyelidiki , siapa wanita yang bermalam dengan Erik. Kini orang suruhanya telah mengetahui wanita yang Rama maksud.


Rama langsung membuka handphonenya, yang menampilkan cctv ketika Erik dan seorang wanita masuk ke hottel di sebuah bar, tak jauh dari rumah sakit, tempat putranya di rawat. Bola mata Rama, langsung melebar saking kagetnya. Namun setelahnya ia bingung, harus senang atau marah. Senang setelah mengetahui siapa wanita yang bermalam dengan Erik.


"Dewi! jadi wanita itu, adalah Dewi, pengasuh putraku," gumam Rama pelan, masih mencerna, informasi yang baru ia dapatkan.


Rama langsung menghubungi nomer telpon anak buahnya. Rama harus memastikan di mana, pengasuh putranya sa'at ini.


Rama:


"Hallo," sambungan telpon dari Rama.


"Di mana wanita itu, saat ini berada?"


Bagas(orang suruhan):


Di rumah sakit, dekat kantor anda, Tuan."


Wanita itu, masih tidak sadarkan diri."


Rama langsung menghampiri Dewi, di rumah sakit yang di dekat kantor cabangnya. Ia akan menunda pekerja'anya, setelah memastikan pengasuh putranya, baik-baik saja.


Mobil berhenti di lobby rumah sakit, Rama turun dengan mengenakan masker di wajahnya. Dia juga telah mengganti bajunya, agar tidak di kenali orang. Sebagia pembisnis terkenal, Rama harus menjaga imagenya. Apa lagi saat ini, ia akan menemui seorang wanita. Meskipun wanita itu adalah pengasuh putranya sendiri.


Tanpa bertanya ke resepsionis, Rama telah mengetahui ruang inap Dewi, dari orang-orang suruhanya. Rama langsung menuju ke ruang inap pengasuh putranya.


Ketika Rama baru saja membuka pintu, di dalam ruangan terlihat kosong, tanpa satu pasienpun yang di rawat. Rama sekali lagi melihat nomer kamar, barang kali dia salah masuk. Tapi, kamar itu benar-benar kamar yang di dapatkanya dari orang-orang suruhanya. Lalu di mana Dewi? apakah dia sudah pergi.


Ramapun merogoh kantong celana bahanya, untuk mengambil handphonya. Ia segera mencari contact Bagas, lalu menelponya.


Rama:

__ADS_1


Di mana wanita itu? ruanganya kosong," Rama menelpon, Bagas.


Bagas(orang suruhan):


Tadi, dia masih berbaring di ranjang, Tuan," jawab Bagas.


Rama:


Cari dia sampai ketemu," perintah Rama.


Merasa membuang-buang waktu, untuk hal yang sia-sia. Rama langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Rama sengaja berjalan kaki, dari rumah sakit ke kantornya. Karena kantor Rama, tepat di depan rumah sakit itu berada.


Rama memasuki gedung kantornya, masih mengenakan baju santai dan masker di wajahnya. Penampilanya terlihat santai, membuat para karyawanya tidak mengenalinya.


"Maaf, anda siapa? dan ingin bertemu siapa?" tanya satpan si kantornya, mengintrogasi Rama.


Rama langsung membuka maskernya, seketika sang satpam itupun langsung membungkuk memberi hormat.


Aura Rama, terlihat lebih tampan dan maskulin, ketika mengenakan pakaian santainya. Banyak karyawati yang terpesona dengan penampilan bosnya. Rama hanya cuek, ia langsung menuju ke ruanganya, yang berada di lantai paling ujung sendiri. Rama akan segera mengerjakan pekerja'anya, karena ia tidak ingin meninggalkan putranya dan Kezia, terlalu lama.


Mengingat ada Kezia di rumahnya, membuat Rama semakin bersemangat. Berharap berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya, akan segera selesai. Namun nyatanya harapan tak sesuai kenyata'an. Hingga pukul sepuluh malam, berkas-berkas di meja Rama, baru saja selesai Rama baca dan di tandatanganinya.


Dia sudah sangat lelah dan hampir saja tertidur. Terkadang Rama merasa masih sendiri dan tidur di kantor adalah hal biasa baginya. Namun ketika dirinya tersadar, ada putra dan Kezia, yang menantinya di rumah. Rama bergegas keluar dari ruanganya yang nampak sepi. Karena karyawanya, sudah pasti pulang semuanya.


Rama langsung turun, menuju parkiran mobil. Di kemudikan mobilnya, dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin Kezia tertidur di kamar putranya. Malam ini, Kezia harus tidur di kamarnya. Persetan dengan hubungan mereka, yang sudah tidak lagi dalam ikatan pernikahan.


Rama akan menikahi Kezia kembali, tentunya setelah menyingkirkan orang-orang, yang menghalanginya dan Kezia, untuk bersatu kembali.


"Ssssiiittt," suara mobil Rama, yang mengerem mendadak.


"Kalau bawa mobil yang fokus, mas! Lihat rambu-rambu lalulintas, lampu berwarna hijau, yang artinya kamu harus berhenti," omel ibu-ibu yang hampir di tabrak Rama.

__ADS_1


"Maaf bu, saya benar-benar tidak sengaja,'' ucap Rama, di abaikan.


Rama langsung melanjutkan perjalananya yang hampir tiba di kediaman Asher. Rama tersenyum, sebentar lagi, ia akan bertemu Kezia. Membayangkanya saja, membuat semangat Rama, berkibar.


__ADS_2