
Kezia keluar dari kamar Rama, ia menuruni anak tangga mencari keberada'an putranya. Ternyata di ruang keluarga, Ethan sedang bermain bersama kakeknya. Sedangkan Rani mantan mertuanya sedang berkutat di dapur.
Kezia menghampiri Rani, berniat untuk membantu mantan mertuanya. Rani menoleh mendapati Kezia yang berdiri di sampingnya. Wanita paruh baya itu tersenyum memandang mantan menantu yang sangat ia sayangi.
"Ibu sedang apa? Apa ada yang bisa Kezia bantu, bu?" sapa Kezia.
"Sayang, kamu sudah bangun, nak? Ibu sedang membuatkan sarapan untuk kalian," jawab Rani.
Kezia mengambil alih pekerja'an mantan mertuanya. Kezia meminta Rani untuk duduk menunggunya di meja makan. Bagaikan dejavu, hal ini pernah mereka berdua alami ketika Kezia masih menjadi istri Rama.
Rama menuruni anak tangga, menyapanya dan menyapa ibunya. Semua persis seperti kejadian di masalalu. Bedanya hanyalah, jika dulu Rama enggan memandang Kezia. Kali ini Rama tersenyum menyapa Kezia.
Rama dan Rani memperhatikan kelincahan tangan Kezia saat membuatkan sarapan untuk mereka semua. Di susul Ethan dan kakeknya juga duduk menanti sarapan buatan Kezia.
Jika Rama dan Kezia tidak pernah bercerai, mungkin moment ini bisa di sebut moment kehangatan keluarga besarnya. Sayangnya, wanita yang sedang sibuk dengan masakanya itu adalah mantan istrinya.
Kezia menyiapkan sarapan sesuai kesuka'an masing-masing. Rama sesa'at tertegum melihat sarapan yang terhidang di hadapanya. Ternyata mantan istrinya masih mengingat menu sarapanya setiap pagi. Tanpa terasa butiran bening lolos dari mata ke pipinya. Rama segera mengusapnya, tidak ingin yang lain mengetahuinya. Rama tersenyum, memimpin doa, memberi contoh baik untuk putranya.
Kezia mendapati banyak perubahan positive dari diri Rama. Lelaki mantan suaminya ini begitu banyak perubahanya. Rama menjadi lebih sabar dari sebelumnya.
Rama memandang Kezia yang sedang memandangnya. Kezia segera mengalihkan pandanganya ketika pandangan mereka bertemu. Ia teringat kesalahan mereka yang terjadi tadi malam. Pergulatan panas mereka di ranjang tanpa sadar bahwa setatus mereka sudahlah mantan.
Mendadak Kezia di rundung kecemasan, takut-takut jika benih Rama berkembang di rahimnya. Karena semalam Rama tidak memakai pengaman saat melakukanya. Melihat raut wajah Kezia yang berubah, Ramapun faham.
"Sarapan buatan mama sangat lezat! Bukankah begitu, papa?" puji Ethan.
"Ya, son! Mamamu paling pintar soal masakan," ucap Rama.
"Aku ingin setiap hari memakan masakan buatan mama. Aku ingin kita seperti ini, berkumpul dan mkan bersama setiap hari," ucap Ethan sambil mengunyah sarapanya.
__ADS_1
Semua mata saling memandang setelah mendengar harapan Ethan. Mendadak rasa bersalah itu muncul pada diri Rama dan Kezia. Putra mereka menginginkan mereka berdua bersatu. Sedangkan Kezia masih terjebak dengan janjinya kepada Erik.
Alih-alih menanggapi ucapan putranya, Rama malah mengalihkan topik pembahasan. Rama berniat mengajak Ethan keliling jakarta setelah sarapan. Rama juga akan mengajak putranya mengunjungi kantor pusatnya yang berada di jakarta. Mendengar itu, Ethan langsung semangat dan bersorak ria.
Kedua orang tua Rama dan Kezia memandang interaksi papa dan putranya. Mereka melihat diri Rama yang baru. Rama sangat menyayangi putra sematawayangnya. Kezia terharu, memandang interaksi Rama dan Ethan.
Andai saja mereka bisa bersatu kembali, mungkin mereka akan menjadi keluarga yang bahagia. Apa lagi kejujuran Rama tadi malam. Kini Kezia tahu bahwa Rama juga mencintainya. Yang membuat Kezia kefikiran adalah, kenapa Rama akan menikah dengan Vania. Kesalah fahaman di antara keduanya belum juga menemui titik terang.
Pagi itu, setelah selesai sarapan, Rama mengajak putranya ke kantor pusat. Ethan merengek ingin mengajak mamanya juga. Kezia menolah dengan alasan ingin menemani Rani pergi berbelanja. Namun percuma saja, putranya tetap merengek membuat Rama memintanya untuk ikut. Akhirnya Kezia menuruti saja kemauan putranya.
"Tapi aku tidak punya baju ganti! Kau bahkan tidak memberiku waktu membawa baju-bajuku," ucap Kezia.
"Tenanglah! Kita mampir ke butik sebentar, kau bisa pilih baju yang kau inginkan," ucap Rama santai.
Kezia mengikuti Rama, mereka bertiga masuk ke dalam mobil Rama. Rama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak ada percakapan antara keduanya.
"Jadi kau sudah memutuskan jawabanya?" pertanyaan tiba-tiba dari Rama, membuat Kezia memandang ke arahnya.
"Kenapa kau diam Kezia? Kau tidak perlu menjawab panjang lebar, cukup iya atau tidak," tegasnya.
Kezia menghela nafas panjang, untuk menstabilkan dirinya. Hati dan fikiranya harus tenang, sebelum menjawab pertanya'an dari Rama.
"Apa yang terjadi jika kita rujuk? Apa kau akan meninggalkan kak Vania? Atau kau tetap menjadikanku pengantin cadanganmu?" tanya Kezia, membuat Rama mengerem mendadak.
Untung saja tidak terjadi sesuatu pada Ethan dan mereka berdua. Rama heran sekaligus kaget, dengan perkata'an Kezia barusan.
"Rama! Kau hampir saja membahayakan kami," tegur Kezia.
"Maaf! Aku hanya kaget dengan ucapanmu barusan. Kenapa kau membawa-bawa nama Vania?" tanya Rama menuntut jawaban.
__ADS_1
Kezia tidak mengerti maksud Rama, bukankah Rama yang akan menikahi kakaknya. Namun kenapa Rama seolah tidak faham ucapanya.
"Bukankah kalian berdua akan menikah?" tanya Kezia memastikan.
Rama tertawa sejenak, setelah mendengar ucapan Kezia. Bagaimana bisa Kezia masih mengira Ramalah yang akan menikahi Vania.
"Kau terlalu jauh menduga, Kezia! Siapa yang ingin menikahi wanita yang tidak mencintainya. Aku bukan dirimu, yang terpaksa menikah demi balas budi kepada Erik," ucap Rama.
"Jangan membuatku bingung Rama! Aku membahasmu dengan kak Vania, kenapa kau jadi membahasku dengan Erik," protes Kezia.
"Pria yang akan menikah dengan Vania adalah Digo. Satu-satunya pria yang di cintai kakakmu selama ini. Sedangkan aku hanyalah alatnya untuk menyakitimu," ucap Rama, membuat Kezia tersentak.
Kezia baru mengetahui kebenaranya, dulu dia sempat mencurigai Digo dan kakaknya. Ternyata kecurigaanya dulu benar-benar terjadi.
"Bagaimana bisa aku menikahi wanita lain, jika bertahun-tahun, aku tidak bisa melupakan ibu dari putraku. Tapi sayang, dia lebih memilih pria lain demi membalas budi," sindir Rama.
"Pa, ma! Kalian sedang membahas apa?" tanya Ethan.
Rama dan Kezia baru saja tersadar, ada putranya di antara mereka. Secepatnya Rama mengalihkan topik pembicara'an. Rama paling jago untuk merayu putranya.
Sedangkan Kezia masih terngiang-ngiang ucapan Rama barusan. Benarkah Kezia hanya membalas budi pada Erik? Hanya karena Erik telah menyelamatkan nyawanya. Lalu jika mereka berdua menikah, tanpa cinta dari Kezia. Sama saja Kezia menggali kisah yang sama seperti masalalu. Menjadikan Erik pengantin cadangan, seperti dirinya dan Rama di masalalu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Ya elah Kezia! Tinggal iya'in saja rujuk dengan Rama
Lagian udah nyicil juga semalam 🤭, entar tekdung dan jadilah adik Ethan, bagaimana?
Hai Readers 🖐️, jangan lupa tinggalkan jejak Like, koment, subsribe
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️