Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Menegur Rama


__ADS_3

Rama baru tiba di kediaman orang tuanya, sedangkan waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Tentu saja Kezia dan putranya sudah tidur.


Rama langsung masuk ke kamar Ethan, dan mendapati Kezia yang tidur memeluk putranya. Dengan sangat pelan, Rama melangkahkan kakinya, menghampiri putranya dan mantan istrinya. Rama akan memindahkan Kezia, tidur di kamarnya.


Bahkan Kezia tidak terusik, ketika tangan kekar Rama, menggendong tubuhnya. Ketika Rama baru keluar dari kamar putranya. Tiba-tiba Rani ibunya, berdiri di depan pintu kamar cucunya.


Rama tahu, ibunya pasti akan menegurnya, karena diam-diam membawa Kezia ke kamarnya. Rama langsung meminta ibunya untuk diam sebentar. Dia akan membaringkan Kezia ke ranjangnya. Setelahnya, dia akan menemui ibunya dan mendengarkan omelan dari ibunya.


Tak lama setelah membaringkan Kezia di kamarnya, Rama langsung turun ke lantai bawah, untuk menemui ibunya. Terlihat bukan hanya ibunya saja yang sedang menunggunya, tapi juga ada ayahnya.


"Ehemmm," Rama berdehem.


"Duduk, Ram," perintah ayahnya.


"Ada apa?" tanya Rama.


"Kami hanya ingin mengingatkanmu, bahwa kam_


Ucapan Rani terpotong, karena Rama sudah tahu, apa yang akan di ucapkan ibunya.


"Aku tahu! dan aku tidak peduli, bu," ucap Rama.


"Jika kamu tahu, kenapa kamu tidak rujuk saja," tanya ayahnya Rama.


"Itu memang tujuanku, yah! Namun tidak semudah itu. Karena Kezia saat ini, telah menjadi tunangan orang lain."


Ayah dan Ibu Rama langsung tersentak, karena mantan menantinya mempunyai tunangan lain. Lalu, kenapa putranya malah membawa tunangan orang lain, pulang ke rumahnya.


"Kalian jangan berfikir negative! aku tidak akan membiarkan Kezia menjadi milik orang lain. Kezia akan tetap menjadi miliku, dan putraku."


"Tapi, Ram! Perbuatanmu ini salah, nak," tegur Rani.


"Bagiku perbuatanku tidak ada salahnya, bu! karena aku sedang memperjuangnkan ibu dari putraku. Dan menyelamatkan Kezia, dari pria brengsek seperti tunanganya saat ini."


Kedua orang tuanya di buat bingung, dengan ucapan Rama barusan. Lelaki brengsek, itulah sebutan putranya pada tunangan mantan menantunya.


"Memangnya ada apa dengan tunangan Kezia, Ram?" tanya ayahnya penasaran.


"Lambat laun, kalian akan tahu, bahkan semua akan tahu," jawab Rama, berdiri meninggalkan kedua orang tuanya, menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Ayah dan Ibunya, tidak bisa mencegah putranya lagi. Meskipun perbutana putranya salah, karena mereka berdua sudah bukan lagi bersetatus sebagai suami istri.


Ketika Rama membuka pintu kamarnya, ia melihat Kezia masih tertidur lelap. Di langkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi. Tubuhnya sangat lengket, karena seharian berkutat dengan pekerjaanya yang menumpuk di kantornya.


Hingga Rama keluar dari kamar mandi, Kezia masih terlelap dalam tidurnya. Rama tersenyum, berjalan menaiki ranjangnya dan bergabung tidur bersama mantan istrinya. Kezia menggeliat, kini posisinya sedang memeluk tubuh Rama. Bahkan posisi kepalanya, berada di ceruk leher Rama.


Hembusan nafas Kezia, menyapu di ceruk leher Rama. Membangkitkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada pada diri Rama. Niatnya untuk langsung tidur, terganggu karena Kezia.


"Sial," Rama mengumpat, karena hembusan nafas Kezia, mampu membangkitkan gairahnya.


Rama semakin mengumpat, ketika dirinya tiba-tiba on. Namun Rama tidak tega membangunkan Kezia yang sedang tertidur lelap.


Ini juga salahnya sendiri, membawa Kezia pindah tidur bersamanya. Kini, dia sendiri yang harus menderita, karena menahan sesuatu yang tidak bisa di tuntaskan.


Dengan sangat pelan, Rama mengangkat tangan Kezia yang melingkari perutnya. Dengan gerakan pelan pula, Rama menjauhkan kepala Kezia. Kezia menggeliat, merasa tidurnya terganggu. Samar-samar, Kezia membuka matanya, Keziapun kaget, ketika ada Rama di sampingnya.


"Rama," ucap Kezia, menjauhkan tubuhnya dari Rama, karena kaget.


"Tidurlah kembali, Kezia," ucap Rama, menahan dirinya yang masih on karena ulah Kezia.


Melihat glagat aneh pada mantan suaminya, Kezia langsung mendekati Rama, mengira Rama sedang sakit. Karena wajah Rama, yang terlihat memerah menahan sesuatu.


"Jauhkan tanganmu, Zia," bentak Rama.


Lagi-lagi Kezia tersentak, karena tiba-tiba Rama membentaknya. Tersadar telah membentak Kezia, Rama meminta maaf dan menjelaskan kondisinya saat ini. Kezia langsung memundurkan tubuhnya, sembari membekap mulutnya sendiri.


"Tidurlah! aku akan mandi," pinta Rama.


"Bukankah kau baru saja mandi? bahkan rambutmu masih basah, Ram," ucap Kezia.


Rama langsung membalik tubuhnya menindih tubuh Kezia. Tentu saja Kezia kaget, dengan serangan dadakan dari Rama.


"Rama, apa yang kamu lakukan?" tanya Kezia, gugup.


Wajah Rama sudah di penuhi kabut gairah, apa lagi Kezia malah menghentikan niatanya untuk mandi dan mengguyur tubuhnya menggunakan air dingin.


"Kau telah memancingku, Kezia! dan kau membuatku untuk mengurungkan niatku ke kamar mandi, maka kau harus bertanggung jawab," ucap Rama, langsung menyambar bibir Kezia.


"Ram_

__ADS_1


Rama tidak mengindahkan protes Kezia, pria itu tetap fokus *****@* bibir mantan istrinya. Kondisi Rama sudah tidak tertolong lagi. Dia sudah di penuhi kabut gairah karena ulah Kezia.


Awalnya memberontak, kini Kezia hanya pasrah dengan apapun yang Rama lakukan pada dirinya. Bahkan Kezia mulai menikmati, ketika tangan nakal Rama, menyusuri tubuhnya.


Rama tersenyum, ketika melihat wajah Kezia yang mulai ter@ngs@ng. Apa lagi, terdengar des@han merdu, dari bibir Kezia.


Rama semakin memperdalam lum@tanya, mengapsen setiap rongga mulut Kezia. Tanganya semakin merem@s, sesuatu yang menjadi favoritnya. Tanganya mulai turun, mencari biji almon kesuka'anya. Kezia semakin mendes@h, ketika jari Rama, telah menemukan inti pada dirinya.


Rama tersenyum, melepaskan pagut@n bibirnya. Menatap wajah Kezia yang terlihat jauh lebih cantik, ketika dia sedang ter@ngs@ng. Rama mempermainkan inti pada tubuh Kezia. Sebelum ia, memasuki intinya dengan pus@kanya yang sudah berdiri kokoh sejak tadi.


"Please, Rama!" pinta Kezia memohon, agar Rama segera memasukinya.


"Katakan kau mencintaiku, Sayang," pinta Rama.


"I love u Rama, Please," ucap Kezia, mendes@h, meminta lebih.


Rama mulai membuka seluruh pakaian di tubuh Kezia. Setelah melihat tubuh mantan istrinya yang indah, terpampang nyata di depan matanya.


Tak lama, Rama juga melucuti seluruh pakaianya, sehingga terlihat jelas, pusakanya berdiri dengan kokohnya. Kezia menarik tangan Rama, membuat Rama tersenyum.


Tangan Rama, membelai wajah cantik Kezia, memandang sinar matanya yang telah berkabut. Rama mulai memposisikan inti dari tubuhnya, pada inti tubuh Kezia. Sehingga kini, tubuh mereka menyatu menjadi satu, menyelami kenikmatan yang di rasakan mereka berdua.


Rama terus memomp@ tubuhnya, hingga mendapatkan pelepasan pertamanya. Ini terjadi ke dua kalinya, Rama bercinta dengan Kezia, tanpa memakai pengaman. Rama berharap, Kezia akan kembali mengandung anaknya. Agar mempermudah rencananya untuk menikahi Kezia.


"I love u, Zia," bisik Rama, setelah mencapai pelepasan pertamanya.


"I love u too, Rama," jawab Kezia yang terlihat lemas.


"Kenapa kamu semakin nikmat, sayang?" ucap Rama, membuat Kezia malu dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


Rama menyingkirkan kedua tangan Kezia, yang menutupi wajah cantik mantan istrinya. Rama menciumi seluruh wajah Kezia, bahkan Rama mulai menyusuri tubuh Kezia kembali.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


...🤫🤫🤫🤫 pura-pura gak tahu...


Jangan lupa mampir di novel temanku👇


__ADS_1


__ADS_2