
Karena Kezia terus memancing Rama, membuat Rama, tidak bisa berhenti, untuk tidak menyentuh Kezia, lagi dan lagi. Seolah Kezia semakin membuatnya candu. Setelah sekilan lama perpisahan mereka berdua. Mantan istrinya semakin menggairahkan.
Rama menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kezia. Sesekali di ciuminya leher putih nan mulus yang memiliki aroma bunga lily yang sangat ia sukai. Tangan Kezia, meraba dada Rama, yang masih belum mengenakan bajunya kembali. Merasa semakin terpancing dengan sentuhan tangan Kezia. Tiba-tiba, Rama mendongakan wajahnya kemudian kembali menyambar bibir Kezia.
Kezia membalas ciuman Rama, bahkan kali ini, Kezialah yang *****@* bibir seksi mantan suaminya. Rama hanya diam, membiarkan saja, Kezia memegang kendali dirinya.
Tak tahan hanya berdiam diri, Rama membalas *****@n bibir Kezia. Bahkan mereka saling membalas, saling m3ncumbu dengan penuh gairah. Karena ciuman Rama, lebih terasa panas darinya. Hingga yang bisa Kezia lakukan, hanya pasrah dan membalasnya saja.
Rama menggeram dalam cumbu@nya, bahkan tubuhnya sudah menghimpit tubuh Kezia yang memberi kehangatan pada tubuhnya.
Bibir Rama semakin turun, hingga ke leher jenjang Kezia. Kezia memejamkan matanya, menikmati cumbuan panas, yang Rama berikan padanya. Sudah berapa kali, mereka berdua mengarungi samudera kenikmatan. Namun, tiada di antara mereka yang ingin menyudahinya. Mereka terus saling m3ncumbu, tanpa henti, lagi dan lagi, tanpa ingin mengakhirinya.
"Kenapa kamu sangat indah, Sayang? kamu semakin membuatku gila, Kezia. Aku tidak akan melepaskanmu, kamu adalah miliku selamanya," ucap Rama di tengah kobaran gair@hnya.
Bibir Rama, menelusuri d@d@ Kezia, bahkan Kezia mengigit bibir bawahnya, ketika Rama m3ncumbu dadanya. Lelaki itu, mulai mengangkat kedua kaki Kezia. Lalu, Rama mulai menyatukan dirinya dengan Kezia. Sehingga Kezia semakin menggerang panjang, menyelami k3nikm@tan yang di berikan Rama padanya.
"Rama! Oh_
Kezia tidak mampu meneruskan kata-katanya, ketika tubuh Rama semakin bergerak. Menghuj@m tubuh Kezia dengan panas, memompa dengan penuh g@irah.
Rama terus memomp@ dengan kecepatan yang semakin tinggi. Tanganya menelusuri leher jenjang Kezia. Sedangkan bibirnya, sesekali mengigit pundak, Kezia.
"Oh, Rama! kau membuatku gila," des@h kezia.
Kezia terus m3ndes@h sepanjang Rama yang semakin m3nghuj@m tubuhnya dengan semakin cepat. Kezia sudah pasrah, bahkan yang ia bisa lakukan hanyalah m3nd3s@h, menyebut nama Rama dan hanya Rama.
Rama semakin bergerak lebih cepat, hingga mereka berdua, sama-sama mencapai puncaknya. Rama memuntahkan g@irahnya, ke dalam tubuh Kezia.
__ADS_1
Nafas keduanya memburu, dengan butiran keringat yang membasahi tubuh mereka berdua. Rama menundukan kepalanya, memandang wajah Kezia. Kezia membalas tatapan Rama, sehingga mereka saling pandang. Setelahnya mereka tertawa, seolah mereka lupa, apa yang mereka berdua lakukan sedari tadi.
"Istirahatlah, Sayang! kau akan kelelahan jika menuruti nafsuku. Aku akan ke kamar mandi sebentar, tidurlah," perintah Rama, yang mencium kening Kezia, sebelum beranjak menuju kamar mandi.
Kezia tersenyum penuh bahagia sekaligus merasa malu. Jika dari dulu, dia dan Rama seperti ini, maka tidak akan pernah terjadi perpisahan di antara keduanya. Kezia menutupi tubuhnya dengan selimut, mencoba memejamkan matanya. Kalau tidak, maka Rama akan menerkamnya kembali, sampai pagi.
Sekitar sepuluh menitan, Rama keluar dari kamar mandi. Rama melirik tubuh Kezia, yang meringkuk di bawah selimut. Kezia sudah terlelap dalam tidurnya. Terlihat wajah lelahnya akibat perbuatanya tadi. Rama tersenyum, mengecup singkat kening Kezia.
Rama tidak langsung tidur, ia duduk di sofa dan mulai membuka laptopnya. Ada proyek penting yang harus ia kerjakan secepatnya. Meskipun matanya sudah mengantuk, tetapi ia tetap menyempatkan pekerja'anya, sebelum bergabung tidur di samping Kezia.
Hingga waktu sudah menunjukan pukul dua malam. Rama baru menyelesaikan pekerja'anya, karena sangat lelah, Rama menutup laptopnya. Kemudia ia berjalan menaiki ranjang, bergabung tidur memeluk Kezia. Matanya sangat berat, untuk sekedar menatap Kezia.
Kezia terbangun, ketika matahari baru saja terbit dan sinarnya menyilaukan, menembus jendela kaca, kamar Rama. Kezia menggeliat, merasakan tubuhnya terasa remuk. Karena pergulatan panasnya bersama Rama semalam.
Kezia melirik sosok lelaki yang dia cintai, masih terlelap dalam tidurnya. Lelaki yang masih tampan dari tahun ke tahun.
Kezia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Memperlihatkan bekas-bekas kemerahan, hampir di sekujur tubuhnya. Terlebih di area leher dan punggungnya. Kezia bingung, harus dengan apa, ia harus menutupinya. Padahal Kezia tidak membawa perlengkapan make upnya satupun.
Kezia mengenakan kimono, sebelum keluar dari kamar mandi. Ia enggan untuk keluar kamar, dan memilih menunggu Rama terbangun dari tidurnya. Di pandangnya, mantan suaminya, yang masih terlelap dan tidak ada tanda-tanda akan terbangun.
"Tok, tok! Ma, Pa, apa kalian sudah bangun?" terdengar suara ketukan dan di susul suara putranya, memanggilnya dan juga Rama. Kezia segera membuka pintu kamar, dan Ethanpun langsung masuk.
"Ma_
"Sssssst! Pelankan suaramu, sayang! Papa masih tidur," bisik Kezia, Ethan mengangguk patuh.
"Ma, kenapa Mama di gigit serangga? lihatlah, seluruh leher mama, berwarna merah semua," ucap Ethan, membuat Kezia salah tingkah.
__ADS_1
"Emmm, oh, ya! Mama di gigit serangga semalam," jawab Kezia.
"Di mana serangganya, ma? biar ku tangkap dia," tanya Ethan.
Jika Kezia bisa mengatakan di mana letak serangga yang dia maksud. Pasti Kezia akan menunjuk Rama yang sedang tertidur. Namun ia urungkan, pasti akan menimbulkan pertanya'an baru, dari putranya.
"Serangganya sudah pergi, nak," jawab Kezia, sembari matanya melirik Rama yang masih meringkuk di bawah selimut.
"Yah, padahal aku ingin menangkapnya."
"Kamu sudah sarapan, sayang?" tanya Kezia, Ethan menggelang. Karena anak itu, ingin menunggu Papanya bangun dari tidurnya.
"Ethan,kamu sarapan bersama kakek dan nenek, ya? Nanti mama dan papa, nyusulin kamu," perintah Kezia, padahal ia tidak berani keluar, dengan keada'an seperti ini.
Ethan mengangguk patuh, dia segera keluar, menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada kakek dan neneknya.
"Di mana Mama dan Papamu, Ethan?
"Papa masih tidur! Sedangkan Mama sedang sakit. leher mama, di penuhi banyak gigitan serangga, grandma," jawab Ethan dengan polosnya.
"Kamu dengar yah? Lihatlah kelakuan putra kita, ini tidak benar," ucap Rani.
"Sudahlah, bu! Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka berdua. Kita tidak perlu ikut campur, serahkan semua pada putra kita," ucap Edi Asher, ayah Rama.
Rani hanya bisa mengelus dadanya, melihat kelakuan anak muda jaman sekarang. Rani hanya bisa diam, menuruti ucapan suaminya. Berharap, jika Rama dan Kezia, memang berjodoh.Semoga Tuhan mempersatukan keduanya, dalam ikatan pernikahan.
Rani sangat kawatir, jika Kezia hamil akibat perbuatan Rama. Bukan masalah pada bayinya, masalahnya mereka sudah bercerai dan belum rujuk.
__ADS_1