Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Tidak Tergoda


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu semenjak beberapa hari menetap di Kalimantan. Hari ini Rama akan pulang kembali ke kota asalnya dengan senyum bahagianya. Proyeknya masih bisa Rama pantau dari jauh. Tetapi yang tidak bisa Rama pantau dari jauh adalah wanitanya, Kezia Afsen.


Jika ada alat yang bisa mengukur seberapa beratnya seseorang menahan kerinduan, mungkin alat itu tidak mampu lagi mengukurnya. Karena rindu yang di rasakan Rama kepada Kezia teramat dalam dan teramat berat ia rasakan.


Lika liku hidup yang Rama lalui memiliki arti masing-masing. Cukup sekali dia menyesali takdirnya, berpisah dengan Kezia hingga sulit untuk kembali lagi. Rama berharap cukup di situ saja masalahnya dan Kezia tetap akan dia perjuangkan hingga kembali lagi ke dalam pelukanya.


Langkahnya sangat begitu cepat, hingga hentakan sepatu Rama memenuhi indra pendengar setiap orang yang di lewatinya. Rama berjalan menuju ke tempat check-in dan di sana Rama berpapasan dengan Anggela si pramugari.


Rama hanya bersikap datar karena Rama tidak terbiasa bersikap ramah kepada orang yang tidak dia kenal. Yang Rama tahu Anggela adalah seorang pramugari yang pernah dia lihat di dalam pesawat sewaktu keberangkatanya ke Kalimantan tempo hari.


Sampai saat ini Ramabelum sadar bahwa wanita itu dan Erik telah menjebaknya. Setelah selesai check-in, Rama berlalu menuju ruang tunggu. Lagi-lagi dari ekor matanya Rama bisa melihat Anggela masih saja memandangnya penuh pesona.


Rama bersikap acuh, di akuinya Angela memang devinisi wanita perfeck dari segi fisiknya. Mungkin di luaran sana banyak lelaki yang tergila-gila denganya namun tidak bagi Rama. Bagi Rama hanya Kezialah wanita tercantik dan tersempurna di dunia ini dan tiada duanya. Meskipun fisik Angela jauh lebih sempurna di banding Kezia.


Semakin lama semkin membuat Rama merasa risih karena Angela sedari tadi tidak berhenti memandangnya. Hal itu masih berlanjut ketika Rama telah berada di dalam pesawat hingga pesawat take off pun, Angela masih saja memandangnya jika melewati Rama.


Wanita itu memandang Rama penuh minat, bahkan bibir sexynya di buat seseksi mungkin untuk menggoda Rama. Bukanya terpancing, Rama malah memalingkan mukanya.


"Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya Angela menawarkan diri.


Rama langsung tersentak, wajahnya menoleh melihat wajah Angela yang sangat dekat dengan wajah Rama. Seketika Rama langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Angela.


"Maaf, pak! apakah ada yang bisa saya bantu, mungkin ada yang membuat anda kurang nyaman?" tanya Anggela.


"Ada! berhenti memandang saya, karena hal itu yang membuat saya risih dan kurang nyaman," ucap Rama, Angela hanya tersenyum dan meminta maaf.

__ADS_1


"Sebentar lagi kamu akan menjadi miliku, Rama Asher. Sementara aku akan bersabar, sebelum photo-photo kita tersebar," gumam Angela dalam hati.


Melihat Anggela pergi dan tidak memperlihatkan wujutnya lagi, Rama merasa lega. Setidaknya Rama bisa menikmati penerbanganya tanpa gangguan apapun.


Rama hanya berharap segera tiba di bandara Jakarta. Pria itu sudah tidak sanggup menahan kerinduanya kepada Kezia dan putra pertamanya. Rama tahu kemanapun dia pergi, Kezia dan Ethan adalah rumah tempat dia pulang.


Setelah melewati penerbangan yang memakan waktu 2 jam, kini Rama telah tiba di bandara Jakarta. Di rogohnya ponselnya yang akan di pakainya untuk menghubungi Kezia. Hingga panggilanya tersambung dan terdengar suara lembut seorang wanita yang di cintainya.


"Sayang, aku baru saja sampai Jakarta! apakah kamu sangat merindukanku?"


"Benar kach? aku sangat merindukanmu dan temui aku nanti malam di kamarku, sayang," ucap Kezia.


"Iya, nanti malam aku akan kesana dan menemani kamu tidur."


Rasa lelah yang Rama rasakan seketika menghilang setelah mendengar ucapan Kezia. Dengan senang hati Rama akan menemui Kezia, bahkan tanpa Kezia meminta sekalipun, Rama pasti akan menemuinya.


Kenapa begitu sulit meruntuhkan benteng pertahanan tuan Afsen. Harus menggunakan cara apa lagi agar tuan Afsen merestui hubunganya dengan Kezia. Bahkan puluhan cara telah Rama tepuh dan hasilnya masih saja zonk.


Kezia tersenyum sangat senang, setelah mendengar Rama akan datang menemuinya nati malam. Kezia segera bergegas mandi dan memakai wewangian yang membuat tubuhnya semakin wangi.


Demi menyambut kedatangan Rama, Kezia ingin tampil cantik, wangi dan juga sexy di hadapan Rama nanti. Kezia tidak ingin Rama berpaling darinya apa lagi melihat tubuhnya yang tak seindah sebelumnya karena kehamilanya.


Entah kenapa beberapa hari ini perasa'an Kezia tidak enak. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, takut-takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya dan juga Rama. Di tambah lagi chat dari Dewi tempo hari yang memintanya agar berhati-hati karena Erik sedang menyusun rencana yang tidak baik untuknya.


"Semoga hubungan kami akan selalu baik-baik saja, meskipun jalan yang kami tempuh sangatlah sulit. Kami sedang berusaha untuk bersatu demi cinta dan juga anak-anak," batin Kezia.

__ADS_1


Terhanyut dalam lamunanya, tanpa sadar Kezia tidak melihat keberadaan Vania di hadapanya. Hampir sepuluh menit Vania memperhatikan adiknya yang sedang melamun. Hingga Kezia tersadar dan merasa kaget karena di depanya sudah ada Vania yang bertumpu tangan memandangnya.


"Sudah selesai ngelamunya?" tanya Vania.


"Eh kak, tiba-tiba kok ada di kamarku," respon Kezia.


"Sudah sepuluh menil yang lalu dan kamu membuatku menunggu hingga lamunanmu kelar, Kezia."


Kezia terkikik geli melihat kekesalan di wajah Vania padanya. Bisa-bisanya dia melamun dan di perhatikan oleh kakaknya sedari tadi.


"Wangi banget, mau kemana?" tanya Vania.


"Rama sudah kembali dan nanti akan menemuiku di kamar ini, kak," jawabnya antusias.


"Ya elah, aku kira kalian mau kencan kemana, yatanya hanya di dalam kamar doang. Yang ini belum keluar Zia, kalian mau bikin anak lagi?"


"Husst! ngomong apa sih, kak? ngawur deh," protes Kezia.


"Lhah, memang benar kan? dua orang beda jenis sedang berduaan di dalam kamar, memangnya mau ngapain?"


"Fikiran kak Vania kenapa ngeres sih? kan hanya di kamar tempat teraman kami bertemu. Lagian papa mempersulit kami berdua untuk rujuk. Jadi bukan salah kami, papa tuh yang salah karen membuat kami terpaksa bertemu secara diam-diam."


"Iya aku tau, kalian harus sabar dan tetap semangat meluluhkan hati papa. Aku akan berusaha membantu kalian agar kembali bersatu, dek," ucap Vania, membenarkan helaian anak rambut yang menutupi wajah Kezia.


"Terimakasih, kak! kak Vania baik banget."

__ADS_1


Vania tersenyum dan memeluk Kezia, bukan soal baik atau tidaknya. Ini karena Vania ingin menebus perbuatan jahatnya kepada Kezia di masalalu. Dia yang memisahkan Rama dan Kezia, maka dia pula yang akan mempersatukan mereka kembali.


__ADS_2