Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Kemunculan Erik


__ADS_3

Saat ini Rama, Kezia dan Ethan baru tiba di kantor milik Rama. Semua karyawan memandang penuh tanya, meskipun sebagian sudah mengenal siapa Kezia. Setahu mereka Rama dan Kezia sudah bercerai. Namun tiba-tiba bosnya membawa Kezia ke kantor bersama anak kecil yang sangat mirip dengan bosnya.


Semua karyawan membungkuh hormat kepada bosnya yang telah lama tidak pernah datang di kantor cabang. Karena Rama akhir-akhir ini lebih suka menetap di Bali.


Ranti yang mengenali Keziapun menyapa kepada Kezia. Kezia tersenyum kepada Ranti, meskipun Ranti juga di penuhi banyak tanda tanya di fikiranya. Pasalnya bosnya sudah lama menduda semenjak bercerai dengan Kezia. Tiba-tiba Kezia datang bersama Rama dengan membawa anak kecil yang sangat mirip dengan Rama.


Setelah memastikan Rama, Kezia dan Ethan sudah memasuki ruangan Rama. Semua karyawan berkumpul dan bergosip. Ranti yang mendengar gosipan dari para karyawanpun hanya diam saja.


Ranti mengetuk pintu ruangan Rama, Rama menyuruhnya masuk. Ranti menawarkan kopi, teh dan camilan untuk mereka.


"Ethan mau makan, nak?" tanya Rama.


"Bolehkan aku ikut dengan kakak itu, papa?" pinta Ethan menunjuk Ranti.


Ranti kaget, ternyata anak kecil di pangkuan bosnya adalah putra bosnya. Berarti sama halnya anak kecil yang bernama Ethan adalah putra dari bosnya dengan Kezia.


"Ranti, maaf jika sedikit meropotkanmu! Temani putra saya kemanapun yang dia mau, asal jangan keluar dari area kantor," perintah Rama.


"Baik pak Rama! Sini dek, ikut kakak," ucap Ranti tersenyum mengajak Ethan.


Ethan langsung melompat dari pangkuan Rama. menghampiri Ranti. Mereka berdua keluar dari ruangan kerja Rama, meninggalkan Rama dan Kezia di dalam.


Rasa canggung di rasakan oleh keduanya di dalam ruangan yang sangat hening. Karena tidak ada salah satu di antara keduanya yang membuka obrolan.


"Apa kau ingin minum atau makan sesuatu?" tawar Rama.


"Tidak, terimakasih," jawab Kezia.


"Aku akan menyelesaikan berkas-berkas ini, setelahnya kita ajak Ethan jalan-jalan ke Mall," ucap Rama mulai berfokus pada berkas di depanya.


Kezia membuka pesan masuk di handphonenya yang ternyata dari Erik.


Erik :

__ADS_1


Sedang apa dan di mana?


Kezia :


Di rumah bersama Ethan


Kezia terpaksa berbohong, tidak mungkin dia akan jujur berada di jakarta bersama Rama. Pasti Erik akan kecewa, karena sebelum berangkat ke singapura, pria itu berpesan agar Kezia tidak dekat-dekat dengan pria lain.


Rasa bersalah sudah pasti ada, namun Kezia tidak bisa menolak ajakan Rama dan putranya. Rama melirik Kezia yang terlihat cemas. Rama sudah bisa menebak, pasti Kezia sedang berbalas pesan dengan tunanganya.


Tak lama berkas yang Rama kerjakan telah kelar semuanya. Bertepatan dengan Kembalinya Ethan ke ruanganya. Putranya terlihat ceria, sepertinya Ranti memang memperlakukan putra bosnya dengan baik.


"Anak papa sudah kembali rupanya! Bagaimana, apa kamu merepotkan kak Ranti?" tanya Rama.


"Tidak pak! Tuan muda sangan baik dan ramah. Tadi dia meminta berkenalan dengan semua karyawan di sini," ucap Ranti.


"Oh ya? apa menurutmu karyawan papa baik semua? Apa mereka memperlakukanmu dengan baik?" tanya Rama lagi.


"Terimakasih Ranti! Kau boleh kembali ke tempatmu," perintah Rama.


Setelahnya, Rama langsung mengajak Kezia dan Ethan pergi ke mall. Mereka mencari makan siang sebelum mengajak Ethan bermain.


Ethan sangat terlihat bahagia, karena bisa jalan-jalan bersama kedua orang tuanya. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis. Pada kenyata'anya, keluarga mereka terpecah belah.


Setelah selesai acara makan siang bersama di sebuah restauran yang berada di mall. Rama mengajak Kezia dan Ethan bermain ke permainan time zone. Belum juga mereka bertiga masuk, seseorang mencekal pergelangan tangan Kezia. Kezia kaget dan membelalakan kedua bola matanya. Orang yang mencekal pergelangan tanganya adalah Erik.


"Kau sudah berani membohongiku, Kezia," ucap Erik, di penuhi raut kekecewa'an.


"Erik," ucap Kezia lirih.


"Lepaskan Kezia," pinta Rama dengan nada tegas.


Terlihat Erik tersenyum sinis memandang ke arah Rama.

__ADS_1


"Anda telah lancang membawa pergi calon istri saya, tuan Rama," ucap Erik penuh ekspresi kemarahan.


"Saya hanya menuruti permintaan putra kami! Apa salah?" timpal Rama dengan wajah santainya namun tegas.


"Itu hanya alasan anda! Lagi pula dimana anda sewaktu Kezia mengandung Ethan? Sekarang setelah putra kalian telah tumbuh besar, anda memanfaatkanya untuk mendekati mamanya. Kemana saja anda selama ini tuan Rama?"


"Cukup Erik! Ini salahku, bukan salah Rama. Dia tidak tahu waktu itu aku sedang mengandung," ucap Kezia membuat Erik tersenyum masam.


Rama menggepalkan tanganya, menahan amarahnya karena mendengar ucapan Erik. Sekuat tenaga Rama akan menahan untuk tidak memukul Erik, karena ada Ethan di antara mereka.


"Anda tidak tahu apapun! Jadi anda tidak berhak ikut campur dalam urusan kami," ucap Rama, Erik tertawa.


"Apa? Anda melarang saya ikut campur? Apa anda tidak tahu, siapa orang yang selalu ada untuk Kezia selama ini? Orang itu adalah saya, tuan Rama," ucap Erik menegaskan.


Rama mengeraskan rahangnya, sambil memasukan sebelah tanganya ke saku celananya. Sebelah tanganya yang lain menggenggam tangan mungil putranya.


"Kezia, kau sudah berjanji akan menikah denganku. Ayo kita pergi, kau harus ikut denganku, lusa kita percepat pernikahan kita," ucap Erik tegas sambil tanganya membawa Kezia pergi.


Kezia tidak bisa lepas dari Erik karena janjinya. Terpaksa Kezia harus pergi meninggalkan Rama yang memandang ke arahnya. Sedangkan Ethan berteriak menangis memanggil-manggil mamanya.


Rama merasakan juga kesedihan yang dirasakan putranya. Baru saja putranya terlihat bahagia karena bisa jalan-jalan bareng bersama kedua orang tua yang lengkap. Kini, dalam sekejap Erik telah membawa mamanya pergi.


Rama berjanji, akan merebut Kezia dari Erik secepatnya. Dia tidak kuat melihat putranya sedih karena kedua orang tuanya yang terpisah. Rama juga berharap, benih yang telah ia taburkan di rahim Kezia, akan segera tumbuh menjadi janin.


Rama akan melakukan semua cara untuk menggagalkan pernikahan Kezia dengan Erik. Kalau perlu, Rama akan menghancurkan karir Erik. Karena pria itu sudah berani menantang dan merebut miliknya.


"Kau belum tahu siapa aku, tuan Erik," gumam Rama.


Rama berjongkok, membawa putranya kedalam gebdonganya. Rama menghibur putranya dan berjanji akan membawa mamanya kembali. Mendengar ucapan papanya, Ethanpun berhenti dari tangisnya. Ethan memeluk erat tubuh Rama, seolah ia ingin mengucapkan terimakasih pada harapan yang sangat besar.


Setidaknya Rama bisa bernafas lega untuk sementara. Karena melihat putranya yang telah kembali ceria. Rama mengajak Ethan memasuki area permainan time zone. Dengan tawa riangnya, Ethan dan Rama memulai permainanya.


Rama mendapat banyak pujian dari setiap mata yang memandang. Selain tampan, Rama adalah seorang papa yang sangat menyayangi putranya. Dengan wajah yang sangat mirip, mereka berdua terlihat seperti papa dan anak yang kompak.

__ADS_1


__ADS_2