Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Saling mencari Dewi


__ADS_3

Digo, mengajak Rama, berbicara di halaman belakang rumah keluarga Afsen. Saat ini, dua pria bersahabat itu, duduk di sebuah kursi, dalam kondisi sama-sama diam. Digo tidak tahu harus memualainya dari mana. Karena dia hanya ingin memastikan, rahasia apa yang di sembunyikan oleh Rama.


"Ada hal apa, sehingga kau mengajaku kemari, Digo?" tanya Rama, karena sahabatnya sedari tadi hanya diam.


"Ehemm! Apa kau tahu di mana wanita yang bernama Dewi berada?" tanya Digo, Rama langsung memandang ke arah sahabatnya.


"Aku tidak tahu!" jawab Rama singkat.


"Tetapi, aku melihat ada yang kau sembunyikan dariku, kawan," ucap Digo, terus mendesak Rama, agar mau bercerita denganya.


Rama hanya diam, belum juga menjawab pertanya'an sahabatnya. Rama masih menimbang-nimbang, apakah rahasia tentang Erik, akan ia ceritakan pada sahabatnya.


Selama ini, Digo cukup bisa di percaya dan tidak ada salahnya, jika Rama berbagi rahasia dengan Digo.


"Baiklah, aku akan memberitahumu tentang sebuah rahasia. Ini tentang Erik tunangan Kezia dengan Dewi, wanita yang kau tanyakan padaku barusan," ucap Rama.


Digo menyimak baik-baik, ketika sahabatnya mulai menceritakan rahasia yang Rama ketahui.


"Tempo hari, lelaki yang bernama Erik mabuk, dan Dewi menolongnya. Namum nasip burung menimpa Dewi, dalam keada'an mabuk, Erik memperkosa Dewi," ucap Rama.


"Apa? dan rahasia ini hanya kau yang tahu?" tanya Digo, Rama mengangguk.


"Aku rasa kau bisa di percaya untuk menjaga rahasia ini. Mengenai keberada'an Dewi, anak buahku sedang menyelidikinya," sambung Rama, menjelaskan.


"Apa kau tidak berniat membongkar rahasia ini?" tanya Digo, lagi.


"Tentu saja pasti akan aku bongkar, tetapi bukan sekarang. Semua ada tanggal mainya, dan aku butuh Dewi saat ini, karena hanya dia, yang bisa membantuku menggagalkan pernikahan Kezia dengan Erik," ucap Rama.

__ADS_1


"Aku dan Vania, akan membantumu kawan," ucap Digo, Rama tersenyum dan memukul ringan, lengan sahabatnya.


"Terimakasih atas niatmu," jawab Rama.


Tak lama, mereka kembali ke ruang depan, tempat semuanya masih berkumpul. Kali ini ada Adrian, yang entah dari mana saja pria itu beberapa hari ini. Terlihat wajah penuh kekhawatiran di wajah Adrian. Membuat Rama dan Digo menatap seolah saling bertanya.


Rama dan Digo, bergabung bersama mereka. Ternyata wajak khawatir Adrian, di karenakan sedang menghawatirkan Dewi. Selama beberapa hari ini, ternyata Adrian juga mencari tahu keberada'an Dewi. Tapi anehnya, kenapa Adrian terlihat sedih dan khawatir. Tidak seperti seorang majikan yang kehilangan pekerjanya. Lebih seperti, seorang pria yang kehilangan wanitanya.


"Kalian semua tenang saja! Aku sudah memencar semua orang suruhanku, untuk mencari keberada'an Dewi," ucap Rama, yang akhirnya membuka suara.


Adrian langsung memandang ke arah Rama, hanya sekedar memandang tanpa berucap. Sedangkan Kezia berharap, anak buah Rama, segera menemukan Dewi.


Tanpa berpamitan dan tanpa memberi kabar, pengasuh putranya itu, pergi begitu saja. Membuat Kezia sangat kehilangan sosok Dewi. Sedangkan Vania yang belum tahu siapakah Dewi, hanya bisa diam sembari memangku ponakanya.


"Ethan, Papa pergi sekarang, nak! Ingat pesan papa, jaga mamamu baik-baik, tidak boleh nakal, papa akan segera pulang, setelah semua pekerja'an papa selesai," ucap Rama, Ethan langsung turun dari pangkuan Vania, menghampiri papanya.


"Papa janji akan segera kembali? Papa jangan ting galin Ethan, seperti dulu," ucap Ethan mulai menangis.


"Sayang, Papa hanya bekerja, nak! Papa janji akan kembali dan kita akan jalan-jalan kemanapun yang kamu mau," ucap Rama membujuk.


"Mama juga, pa?" tanya Ethan.


"Tentu saja, Sayang! Kita bertiga akan jalan-jalan," ucap Rama, seketika membuat tangis Ethan berhenti dan berubah menjadi tawa riang.


"Jadi, biarkan papa menyelesaikan pekerja'an papa."


"Baiklah! Hati-hati, papa," ucap Ethan, membuat Rama tersenyum. Karena putranyalah semangatnya saat ini.

__ADS_1


Rama menurunkan putranya di pangkuan Kezia. Terlihat ketidak rela'an dari wajah Kezia, jika Rama pergi. Namun dia tidak berani melarang Rama, untuk tidak pergi. Karena saat ini, Kezia bukanlah siapa-siapanya Rama.


"Jangan bersedih! Jaga putra kita, aku akan segera kembali," ucap Rama lirih, seolah pria itu tahu, apa yang sedang di rasakan Kezia saat ini.


"Jaga dirimu baik-baik dan semoga selamat sampai tujuan," ucap Kezia, Rama tersenyum mengangguk.


Interaksi mereka berdua, sedari tadi di lihat oleh Vania, Digo, Adrian dan tuan Afsen. Ada rasa tidak rela pada diri Vania, jika melihat keluarga kecil adiknya, jika tidak bisa di persatukan kembali.


"Tenanglah, sayang! mereka akan tetap bersatu," bisik Digo, seolah tahu yang Vania fikirkan saat ini.


Rama pergi bersama Bagas, Kezia, Ethan dan semua yang ada di kediaman Afsen, mengantar Rama dari teras depan. Rama membuka jendela mobilnya, melambaikan tanganya ke arah Kezia dan Ethan.


Rama harus tetap pergi, meski rasa tidak rela meninggalkan Kezia dan putranya. Masalah ini harus segera terselesaikan, sebelum hari pernikahan Kezia dan Erik, tiba.


Tentang Erik saat ini, pria itu sengaja menyendiri di Singapura. Erik masih di hantui oleh perbuatanya kepada Dewi. Bahkan wajah Dewi terus menghantui di mimpinya.Terlebih, menghilangnya Dewi, membuat Erik bukanya senang malah semakin bersalah.


Sehari setelah Erik kembali ke Singapura, pria itu kembali lagi ke indonesia, untuk membawa Dewi ke Singapura. Takut-takut jika Dewi hamil benihnya dan menggagalkan pernikahanya dengan Kezia. Namun, ketika Erik kembali untuk menemuinya, Dewi sudah pergi entah kemana. Membuat Erik semakin ketakutan, jika di hari pernikahanya, Dewi muncul dengan kabar dirinya yang hamil anaknya.


Ternyata bukan hanya Rama dan Adrian yang mencari keberada'an Dewi. Erik juga sedang menyuruh seseorang untuk menemukan keberada'an Dewi.


Dewi akan menjadi penghalang baginya untuk menikahi Kezia. Erik sangat mengutuk dan menyesali perbuatanya di malam itu. Jika malam itu, Erik tidak mabuk dan jika Dewi tidak menolongnya. Pasti malam laknat itu, tidak akan pernah terjadi.


Entah siapa yang akan menemukan Dewi lebih dulu. Apakaha Rama beserta anak buahnya, atau Adrian beserta orang-orang suruhanya atau mungkin orang suruhan Erik.


Semua memiliki tujuan masing-masing, untuk menemukan Dewi. Rama yang bertujuan untuk membongkar rahasia Erik melalui Dewi. Adrian yang ingin menemukan Dewi karena sesuatu yang belum ada satupun orang yang tahu alasanya. Erik yang ingin segera menemukan Dewi, karena Dewi adalah ancaman terbesar kegagalan pernikahanya dengan Kezia.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


...Siapa yang akan menemukan keberada'an Dewi, lebih dulu?...


__ADS_2