Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Sukses Menjebak


__ADS_3

Seorang wanita cantik menyamar menjadi seorang cleaning service yang akan membersihkan kamar hotel yang Rama tempati. Angela menyamar menjadi seorang cleaning service dan penampilanya sama sekali tidak membuat Rama curiga.


Dengan sangat mudahnya Angela masuk ke dalam kamar hotel yang Rama tempati. Bergaya seolah dia sedang mengganti sprei, sarung bantal dan juga selimut dengan yang baru.


Sedangkan Rama masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Bertepatan dengan seorang petugas hotel lainya yang baru saja mengantarkan makanan dan minuman pesanan Rama.


Melihat ada makanan dan minuman yang datang, hal ini di jadikan kesempatan emas bagi Angela. Di rogohnya cairan obat tidur di dalam sakunya dan di tuangkan ke dalam minuman Rama.


Wanita itu tersenyum sangat puas karena yakin misinya akan berhasil 100%. Tak lama Rama keluar dari kamar dan Angela pun telah selesai membersihkan kamar Rama.


Wanita itu seolah berpamitan keluar sambil menunggu Rama menghabiskan makanan dan minuman pesananya.


Rama berjalan menuju balkon hotel, sebelum menyantap makanan pesananya, dia ingin memberi kabar tentangnya pada Kezia. Di rogohnya ponsel yang berada di dalam saku celananya. Lalu jemarinya tanganya dengan sangat terampil mencari nama Kezia di deretan kontak nama di ponselnya.


Panggilan pertama tidak tersambung hingga panggilan ke enam pun belum juga tersambung. Lalu Rama akhirnya menghubungi Vania, barang kali Vania saat ini bersama Kezia.


Namun duga'anya salah, karena saat ini Vania sedang berada di apartemen Digo. Karena Rama sangat menghawatirkan Kezia, akhirnya Rama menghubungi nomer Adrian hanya untuk menanyakan sedang apa Kezia saat ini.


Ternyata wanita, ibu dari anak-anaknya telah tidur sejak awal. Mungkin memang faktor kehamilanya yang membuat Kezia mudah lelah.


Merasa lega karena yang di carinya sedang tidur nyenyak di ranjang kamarnya. Kini Rama masuk kembali ke dalam kamarnya menuju sebuah meja makan yang di atasnya sudah terhidang makanan lezat pesananya.


Tanpa ragu karena memang saat itu juga perutnya sangat lapar. Rama menyantap habis semua makananya tanpa tersisa. Bahkan minuman yang telah di beri obat tidur oleh Angela pun tandas tak tersisa.


Sekitar kurang lebih beberapa menit kemudian, entah kenapa mata Rama terasa sangat berat. Ramasanya ia inginkan saat itu adalah tidur saking beratnya. Pertanda obat telah bereaksi di dalam tubuh Rama.


Setelah memastikan Rama telah terkapar di atas ranjangnya. Angela masuk ke dalam kamar Rama, entah bagaimana wanita itu bisa masuk dengan mudahnya.

__ADS_1


Kakinya melangkah mendekati Rama, terlihat dada Rama yang sangat indah di hiasi bulu-bulu halus yang berkesan sexy di mata Angela. Wanita itu menghentikan langkahnya dan memandang wajah tampan Rama, semakin dekat dan kini wajahnya dalam posisi sangat dekat dengan wajah Rama.


"Hei, kau ini sebenarnya keturunan manusia atau dewa? kenpa kamu seindah ini? bahkan tidak ada cacat pun pada tubuhmu ini," ucap Angela yang tanganya sudah merayap menelusuri dada bidang Rama hingga ke wajah tampanya.


"Ehem," suara Erik berdehem, karena melihat wanita suruhanya terlihat terhanyut pada Rama yang telah tidak sadarkan diri.


"Selesaikan tugasmu dulu, baru terserah kau ingin apakah lelaki ini."


Mendengar statement dari Erik, Angela mulai melepaskan kimono yang menutupi tubuh Rama. Lalu dirinya sedikit membuka sedikit kemeja atasanya dan memperlihatkan bahu dan punggung mulusnya.


Angela berbaring di samping Rama, dalam posisi bibir Rama menempel di bahu putih nan mulus miliknya. Erik menyeringai dan langsung memotret Angela dan Rama dan mengambil berbagai macam gaya seolah Rama sedang bercinta dengan Angela.


Melihat hasil potretnya yang sangat memuaskan, Erik pun menyuruh Angela segera merapikan bajunya dan pergi bersamanya. Wanita itu terlihat kesal, padahal dirinya ingin sekali lebih lama dan menikmati tubuh Rama yang sangat indah di matanya.


"Tidak sia-sia aku membayar jenis wanita sepertimu," ucap Erik seolah merendahkan Angela.


"Apa maksud ucapan anda, tuan Erik?" protes Angela merasa tersindir.


"Tidak! lupakanlah dan cepat kita pergi sebelum anak buah Rama memergoki kedatangan kita di kamar tuanya."


Hingga jarum jam terus berputar seiring berubahnya gelap menjadi terang. Malam yang telah berubah menjadi pagi yang di sambut oleh cahaya mentari yang menembus kaca jendela hotel.


Hingga sinarnya menyoroti Rama yang enggan membuka matanya. Rama terbangun dalam kondisi kepala yang sangat pusing. Rama mencoba mengingat kembali apa yang tadi malam. Yang Rama ingat hanyalah setelah selesai memakan makananya dia tertidur dan setelah itu Rama tidak bisa mengingat lainya.


Rama benar-benar tidak sadar jika Erik dan Angela tadi malam menjebaknya. Erik dan Angela memerankan peranya dengan sangat rapi. Sehingga yang Rama fikirkan saat ini hanyalah dirinya yang tertidur karena kelelahan.


Meski kepalanya terasa berat, Rama tetap melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Berharap pusing di kepalanya akan mereda setelah merasakan guyuran air shower yang akan meringankan pusing di kepalanya.

__ADS_1


Ritual mandi yang sangat singkat itu kini telah selesai. Rasa pusing di kepalanya kini agak sedikit mendingan dari pada tadi.


Rama hendak mengeringkan rambutnya namun di urungkanya setelah mendengar ponselnya berbunyi. Di pakainya kembali kimono yang telah melekat di tubuhnya sedari tadi. Rama segera keluar untuk mengangkatnya dan berharap telpon itu dari Kezia.


Benar saja itu adalah telpon dari Kezia, Rama tersenyum dan langsung mengangkat dan menggeser ikon berwarna hijau dan telponpun tersambungkan dengan si pemanggil.


"Maaf, yank! tadi malam aku sudah tidur saat kamu telpon," ucap Kezia terdengar sangat bahagia mendengar suara Rama.


"Iya tidak masalah, sayang! pasti kamu sangat kelelahan apa lagi kamu sedang hamil, jadi kamu terlihat lemas," ucap Rama.


"Kapan kamu pulang? dan kenapa baru menelponku? apakah karena terlalu sibuk?"


"Maafkan aku, sayang! hari-hariku sangat di sibukan dengan proyek pembangunan yang sangat menyita waktu ini. Sehingga aku tidak berkesempatan chat kamu


"Jadi hari ini masih sibuk juga?" tanya Kezia berharap Ram menjawab tidak.


"Tidak, sayang! aku terlalu merindukanmu dan ingin seharian ini saja, agar bisa vidio call dan telponan denganmu.


Di balik terlponya Kezia tersenyum geli dengan ucapan Rama. Rama juga tersenyum tipis mengingat ucapanya yang sedikit lebay pada Kezia.


Mereka tetap mengobrol di balik sambungan telponya yang terasa asik hingga Rama menanyakan kondisinya dan juga anak-anaknya.


Ethan beberapa hari ini ikut ayah dan ibunya Rama, karena Rama tidak ingin membuat Kezia kelelahan jika Ethan ikut denganya.


Mereka berdua masih asik mengobrol, tertawa lepas karena saling melontarkan kata-kata lucu yang membuat keduanya tertawa. Tanpa terasa sebentar lagi masalah baru akan menimpa hubungan keduanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Maaf ya, sering ada masalah🤭


__ADS_2