Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Bertemu Angela


__ADS_3

Di sebuah kamar yang tak segelap seperti tadi malam karena sinar mentari menembus masuk lewat sela-sela jendela yang sedikit terbuka. Rama masih nampak terlelap dalam tidurnya, setelah semalaman menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol. Saking lelapnya, membuat Rama masih terjaga sampai dini hari.


Kebiasaan lamanya kambuh lagi, setelah sekian lama membaik. Rama begitu depresi akan rasa takutnya jika sampai Kezia meninggalkanya.


Pintu kamarnya terbuka, ada Digo yang langsung masuk tanpa pemirsi. Digo mencoba membangunkan sahabatnya yang terlihat sangat memprihatinkan. Digo sudah tahu ceritanya dari Vania. Oleh karena itu Digo datang ke rumah Rama demi menengok kondisi sahabatnya.


"Ram, bangun."


"Apa sih, jangan ganggu," jawabnya.


"Gimana masalah kamu bisa kelar, jika kamu seperti ini terus."


"Bisa tinggalin aku sendiri, gak?" teriak Rama merasa terusik.


"Kalau kamu tidak bangun, maka jangan salahkan aku jika wanita yang kau cari akan hilang lagi," ucap Digo menekankan.


Rama langsung membuka matanya, sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Ucapan Digo membuatnya bertanya-tanya. Apakah wanita yang di maksut sahabatnya adalah si pramugari yang telah menjebaknya dan membuat hubunganya dengan Kezia menjadi kacau.


"Apa maksudmu, Digo?" tanya Rama.


"Mandilah! aku sudah menyuruh wanita itu ke kantormu. Kita akan menemuinya, aku akan menemanimj, sekarang bersiap-siaplah," ucap Digo melangkah meninggalkan kamar Rama.


Rama langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Jika yang di katakan sahabatnya itu benar, maka Rama akan memberikan bonus besar untuk Digo.


Sementara di tempat lain, tepatnya di kantor milik Rama. Seorang wanita cantik bertubuh ideal layaknya model sedang berjalan dengan langkah anggunya memasuki lift. Semua mata karyawan yang melihat Angela menatap penuh terpesona.


Sebagian dari karyawan mengira Angela adalah kekasih baru atasanaya. Hal itu di karenakan lift yang wanita itu tuju adalah ruangan atasanya.


Ada sebagian yang mengira Anggela adalah pegawai baru. Ada juga yang tahu bahwa Rama masih berhubungan dengan mantanya yaitu Kezia Afsen.


"Mbak mau cari siapa?"

__ADS_1


"Saya mau ke ruangan pak Rama," hawab angela singkat.


"Tapi pak Ramanya belum dateng mbak, biasanya agak siangan sedikit.


Tidak masalah, aku akan menunggu hingga dia benar-benar datang. Pintu lift terbuka dan sampailah Angela tepat di depan ruang kerja Rama Asher.


"Mbak tunggu, apa mbak adalah kekasih baru pak Rama?" tanya si pegawai itu yang sangat penasaran.


"Bisa jadi," jawab Angela singkat membuat orang-orang merasa bingung, sembari kakinya menuju ke depan pintu ruangan Rama.


"Jam berapa pak Rama biasanya datang?" tanya Angela melirik jam tangan di pergelangan tanganya.


Ranti langsung mendongakan wajahnya memandang seseorang bertanya padanya. Matanya melihat wanita di depanya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Satu kata yang keluar dari bibir Ranti si secretaris Rama adalah " Perfeck" perkataan yang cocok untuk menggambarkan penampilan Angela saat ini.


"Apa anda nona Angela?" tanya Ranti memastikan karena sebelumnya Digo sudah memberitahunya tentang kedatangan Angela. Angela mengangguk memandang ke arah Ranti yang mulai beranjak dari kursi kerjanya.


"Silahkan masuk, nona! karena sebentar lagi tuan Rama akan tiba," ucap Ranti ramah.


Kakinya melangkah dan terus melangkah memutari setiap sudut ruangan kerja Rama. Sesekali bibirnya tersenyum setelah bayangan sebentar lagi Rama akan menjadi miliknya dan otomatis dia akan menjadi nyonya dari pemilik perusaha'an ini.


Setidaknya wanita itu cukup percaya diri, bisa membayangkan sesuatu yang belum pasti terjadi. Belum tentu Rama sudi menikahinya dengan alasab bertanggung jawab karena telah menidurinya. Rama bukanlah orang bodoh dan Angela belum mengenal Rama sepenuhnya.


Langkah Angela terhenti ketika mendengar seseorang membuka kenop pintu. Nampak seorang lelaki tampan yang beberapa hari ini menjadi penghuni di dalam fikiranya.


Mata mereka saling pandang, hingga Angela berinisiatif menghampiri Rama lebih dulu. Sedangkan darah Rama sudah naik hingga ke ubun-ubun ketika melihat wanita yang membuat kekacauan pada hidupnya.


"Hai, selamat pagi," sapa Angela dengan posisi tangan bergelayut manja di leher Rama, sangat persis seperti wanita panggilan di luaran sana.


"Lepaskan tanganmu dari tubuhku," bentak Rama reflek mendorong tubuh Angela hingga terjerembab ke lantai."


"Kau, wanita ******! kau adalah wanita yang menjebakku di dalam foto itu. Katakan apa yang kau inginkan pada diriku, ******," ucap Rama dengan nada cukup tinggi.

__ADS_1


"Rama! apa kau lupa bahwa malam itu kau mabuk dan kau sendiri yang mengajaku ke apartemenmu," ucap Angela beralasan demi mempertahankan keamanan dirinya sendiri.


"Cih, kau fikir aku orang bodoh yang dengan mudahnya percaya dengan ucapanmu. Lalu apa lagi yang kau inginkan? pertanggung jawabanku karena meniduri seorang pramugari sepertimu? kau fikir aku mau? kau sungguh sangat menjijikan nona Angela," ucap tajam Rama, mata tajamnya menatap Angela.


Angela menelan ludah setelah mendengar ucapan Rama. Wanita itu tidak kehabisan ide dan maaih bisa menjawab ucapan Rama.


"Kau harus mau bertanggung jawab, karena itu yang seharusnya terjadi. Kalau tidak maka aku akan menyebarkan semua foto-foto kita di media sosial dan otomatis nama baikmu dan karirmu akan berantakan setelahnya."


"Kau, dasar wanita murahan," teriak Rama emosi.


"Aku memang wanita murahan yang rela demi lelaki sepertimu, Rama," timpal Angela.


"Dasar wanita gila," teriak Rama kembali, seolah mereka sedang beradu omongan.


"Ya, aku memang gila dan kau lah yang membuatku gila, Rama," ucap Angela.


Rama semakin di buatnya gila jika terus menerus meladeni wanita di depanya.


"Menikahlah denganku, hanya cara itu yang paling aman dari ancaman Erik yang akan menyebarkan photo-photo kita ke seluruh media dan akan menyebabkan karirmu akan terganggu," ucap Angela.


"Persetan dengan karirku, aku tidak sudi menikahi wanita sejenismu," sahut Rama.


"Kau yakin setelah melihat foto ini, kau tetap tidak mau menikah denganku?"


Angela mengeluarkan senjata terakhirnya yaitu selembar photo yang terlihat parah di bandingkan photo-photo yang sebelumnya pernah Rama lihat. Mata Rama membelalak seketika setelah melihatnya dan langsung merobeknya. Rama makin emosi setelah melihat photo intim dirinya dan Angela . Masalah ini benar- benar menguras fikiranya, membuatnya pusing. Hingga mengobrak abrik semua benda yang berada di atas meja kerjanya.


Rama sudah mirip seperti orang kesetanan serta matanya menatap tajam pada Angela. Tanganya menarik kerah kemeja Angela dan hendak mencekik wanita di depanya. Beruntung Digo masuk dan melepaskan cengkraman tangan Rama.


Tubuh Angela bergetar hebat setelah melihat sisi buruk Rama ketika sedang kesetanan. Kesabaranya telah habis dan emosinya memuncak. Jika tidak ada Digo, sudah pasti Rama berhasil membunuh benalu, hama liar yang menjelma menjadi sosok wanita cantik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Makin puyeng ya? Sabar dulu ya, para readers, konfliknya masih berlangsung🤭


__ADS_2