
Rama terlihat resah,beberapa jam yang lalau, Vania sudah pergi dari apartemenya. Sejujurnya,ia meras tidak enak hati, saat Vania berkunjung ke apartemenya. Apa lagi melihat perubahan ekspresi Kezia padanya.
Hari sudah malam, menunjukan pukul tujuh malam. Namun istrinya belum juga kembali, Rama menduga, apakah Kezia marah padanya. Bahkan ia sampai kehilangan fokus dan konsentrasinya, karena mencemaskan Kezia. Bahkan, Rama seperti merasakan, bahwa Kezia tidak dalam keada'an baik-baik saja.
"Kenapa perasa'anku mendadak tidak enak begini, ya," Ucap Rama,lalu mencoba menelpon istrinya sekali lagi.
Bahkan, ia sudah menolpon berkali-kali. Tetap saja, Kezia tidak mengangkat panggilanya satu pun.
Tanpa Rama tahu, saat ini Kezia sedang bertarung melawan beberapa preman suruhan Vania. Mereka semua tumbang berlumuran darah, hanya karena pukulan dari Kezia.
"Katakan,siapa yang menyuruh kalian?" tanya Kezia menginjak dada salah satu preman tadi.
"Va, van, nia," Jawab preman itu dengan suara terbata-bata.
Kezia langsung meninggalkan preman itu begitu saja. Dia langsung membawa pergi salah satu motor milik preman tadi. Tak jauh dari apartemen, Kezia menghentikan motornya. Sengaja, Kezia meninggalkan motor itu begitu saja di taman. Lalu dia berjalan menahan sakit pada kakinya. Melawan lima preman bertubuh besar, membuat kaki Kezia terasa sangat sakit. Sehingga menyebabkan, Kezia berjalan sambil tertatih.
Meskipun jalanya sangan lambat, akibat cidera di kakinya. Akhirnya, Kezia sampai juga di apartemenya. Kezia membuka pintu apartemen lirih, berharap Rama tidak mendengarnya. Namun fikiranya salah, Rama berdiri di belakangnya saat ia menutup pintu pelan.
"Ehemmmm."
Kezia langsung tersentak, seketika membalikan badan, menatap suaminya. Mata Rama langsung membola,ketika melihat memar di wajah istrinya.
"Zia, kenapa wajahmu sampai memar seperti ini?" tanya Rama, memandang Kezia inten.
Kezia menutupi wajahnya, meskipun percum saja. Tentu saja percuma, karena Rama sudah melihatnya.
"Jawab zia, kenapa wajahmu bisa seperti ini?" Tanya Rama sekali lagi.
__ADS_1
Bahkan Rama memegang bagian memar di wajah Kezia, membuat Kezia mengaduh kesakitan. Rama langsung mengajak Kezia duduk di sofa. Di ambilnya baskom air dingin untuk mengompres memar di wajah Kezia. Kezia meringis kesakitan, tanpa ingin menjawab pertanya'an suaminya.
Bahkan Kezia juga mengaduh kesakitan,saat kakinya tak sengaja tersenggol Rama. Rama menggeleng merasa ada yang tidak wajar pada istrinya.
"Katakan Kezia, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?"
"Aku hanya jatuh," Jawab Kezia singkat.
"Bohong! Kau kira aku tidak bisa membedakan luka pukulan dan luka karena terjatuh, hah."
Karena suaminya terus menekanya, akhirnya Kezia menceritakan kejadian yang menimpanya tadi. Kezia sengaja tidak memberitahu, jika mereka adalah suruhan Vania.
"Aduh-aduh,kaki aku sakit,mas."
Rama yang tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya iapun membuka google untuk mencari informasi. Setelah menemukan jawaban dari pertanya'anya. Rama segera melakukan sesuai prosedur di dalam google. Mulai dari mengompres memar menggunakan air dingin, selama lima belas atau dua puluh menitan. Setelahnya, Rama memberi obat pereda nyeri dan meminta Kezia untuk istirahat.
Bahkan Rama menggendong Kezia,masuk ke dalam kamar Rama. Kezia hanya mengangguk patuh, lalu memejamkan matanya. Setelah di pastikan, istrinya sudah tidur. Rama melangkahkan kakinya menuju balkon. Segera di telponya orang-orang suruhanya untuk mencari informasi mengenai kejadian yang menimpa istrinya.
Rama menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik Kezia. Meskipun dalam keadaan memar, Kezia tetap memancarkan inerbeautynya. Rama masih memikirkan, bagaimana Kezia bisa di hadang preman. Untung saja istrinya jago bela diri. Rama tidak bisa membayangkan jika Kezia tidak bisa bela diri. Sudah pasti, istrinya tidak akan pulang ke rumah.
Kezia terbangun di tengah malam karena rasa hausnya. Pelan-pelan, ia mulai melupaskan tangan Rama yang melingkari tubuhnya. Merasa ada pergerakan di sampingnya, Ramapun membuka matanya.
"Mau apa,zia?"
"Aku haus, aku ingin minum, mas.
Rama beranjak dari ranjang, ia keluar menuju dapur, untuk mengambil segelas air. Rama kembali melangkahkan kakinya menghampiri Kezia. Rama membantu kezia untuk duduk.Di ambilnya segelas air di tangan Rama.
__ADS_1
"Aku panggilkan dokter, ya?"
"Enggak usah, aku hanya butuh istirahat, mas."
Setelah air di gelas sudah tandas, Kezia kembali tidur di pelukan Rama. Ia terlelap, saking nyamanya di pelukan Rama, hingga pagi tiba.
Paginya Rama mencoba menyiapkan sarapan untuk istrinya. Setelah membuat semangkok bubur, di bawanya bubur itu ke kamar. Rama membantu Kezia untuk duduk.
"Aku suapin, ya," Ucap Rama yang di balas anggukan dari Kezia.
Dengan telaten, Rama menyuapi Kezia. Sedikit demi sedikit, bubur di mangkok itu telah habis. Rama menyuruh Kezia untuk berbaring dan tidur kembali. Rama keluar kamar, hendak ke dapur mencuci mangkok. Dia juga berniat untuk ambil libur hari ini. Rama merogoh gawaenya, memberitahu Ranti, bahwa ia tidak ke kantor hari ini.Rama memasrahkan semua pada sekertarisnya.
Rama kembali melangkah ke dalam kamar. Melihat istrinya yang sedang tidur. Setelah ssmpai di depan pintu, Rama melihat istrinya, tidur sambil gelisah. Sepertinya Kezia sedang mengalami mimpi buruk.
"Kak, stop! Jangan sakiti aku lagi."
Rama langsung mendekat, meraih tubuh Tasya. Di peluknya dengan erat, Kezia. Bahkan keringat dingin sudah membasahi sekujur tubuhnya. Rama hendak mengambil air di baskom, untuk membersihkan tubuh Kezia. Saat Rama hendak membuka kaitan kancing baju Kezia. Kezia langsung terbangun dan kaget.
"Rama, kamu mau ngapain?"
"Kamu berkeringat, aku hanya ingin membantumu membersihkan badan.
Kezia menggeleng karena malu, namun Rama tetap membuka kancing banu Kezia, hingga bajunya terleas.
"Kenapa kamu malu? aku sudah sering melihat tubuhmu. Bahkan tanpa sehelai benang sama sekali," Ucap Rama, membuat Kezia semakin merasa malu.
Akhirnya Kezia hanya pasrah, saat Rama mengelap tubuhnya dengan kain. Sebenarnya Rama tergoda dengan bentuk tubuh istrinya yang menggoda. Di buangnya jauh-jauh fikiran yang mengarah ke hal itu. Rama segera menyelesaikan mengelap badan Kezia.Setelahnya, ia memakaikan baju lain untuk di pakaikan kepada Kezia.
__ADS_1
"Aku ingin ke kamar mandi, sebentar," Ucap Rama bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Ia benar-benar sudah on, setelah melihat seluruh tubuh Kezia. Namun, Rama tidak akan menerkamnya dalam keada'an Kezia yang sedang sakit. Oleh karena itu Rama lebih memilih menuntaskanya di dalam kamar mandi.
Di nyalakan shower, sehingga air dingin membasahi tubuhnya. Ia berharap dengan mandi air dingin, sesuatu di bawah sana,akan kembali normal.