Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Rencana Rama


__ADS_3

Erik terus saja membujuk Kezia agar mau menemuinya. Erik sadar, sikapnya memang terlalu kekanak-kanakan, dengan membawa pergi Kezia, meninggalkan putranya. Hal itu karena rasa takut Erik yang berlebih. Rasa takut jika Kezia kembali lagi kepada pria masalalunya.


Bahkan Adrian dan papanya, terus menerus membatu Erik untuk membujuk Kezia. Kezia mau tidak mau terpaksa keluar dengan mata sembabnya. Pintu terbuka, Erik langsung memeluk tubuh tunanganya.


"Maafkan aku, telah membuatmu kecewa, Kezia."


Kezia diam tidak merespon permintaan maaf dari Erik. Kezia menghapur air matanya yang menetes, merasakan beban di hati dan fikiranya.


"Please Zia! Jangan menangis karenaku, ku mohon maafkan aku, kita temui Ethan, kamu mau?" bujuk Erik.


"Mari batalkan pernikahan kita, Erik," ucap Kezia.


Erik menggeleng, bahkan pasokan udara di dadanya seolah telah menghilang. Keterkejutanya karena ucapan tunanganya barusan, membuat Erik bungkam. Adrian dan tuan Afshen turut campur pada ucapan Kezia barusan.


"Apa maksud ucapanmu, Kezia?" tanya Adrian.


"Maaf! Aku tidak bisa menikah denganya, kak," jawab Kezia, sembari jari telunjuknya menunjuk Erik.


"Fikirkan baik-baik, nak! Papa yakin kamu hanya terbawa emosi sesa'at," bujuk tuan Afshen.


Kezia menggeleng, dia benar-benar tidak bisa menikah dengan Erik. Kezia sangat menyesal telah menerima Erik sebagai calon pendamping hidupnya. Hanya karena ingin balas budi, ternyata jadi bumerang bagi diri sendiri.


Kezia mengaku menerima pinangan John lantaran rikuh karena ia sangat baik kepada dirinya. Erik yang selama ini berjuang untuk menyelamatkan hidupnya. Bahkan tuan Afshen dan Adrian, sangat setuju jika Kezia berjodoh dengan Erik.


Bahkan selama lima tahun ini, tak bisa dipungkiri, setiap harinya Kezia selalu bertemu dengan Erik. Mulai dari bangun tidur hingga beranjak tidur. Ia masih saja belum mencintai Erik. Hatinya benar-benar masih terkunci hanya satu nama, yaitu Rama Asher.


"Maaf! Aku tidak pernah mencintaimu, Erik," ucap Kezia terisak.


Erik mulai membuka suaranya, pernyataan Kezia bagaikan pedang yang menggores hatinya. Bagaimana bisa, selama bertahun-tahun, Kezia berkata tidak mencintainya. Duga'an Erik semakin mengarah kepada kemunculan Rama di antara mereka.

__ADS_1


"Setelah sekian lama, kamu baru jujur dengan perasa'anmu, Kezia. Apa karena pria itu? Apa karena dia memintamu menolaku?" tanya Erik yang butuh jawaban dari Kezia.


Kezia merasa gugup, namun di sisi lain ia akhinya berani mengungkapkan perasaannya. Soal hati kita tidak bisa memaksakan dan kita tidak bisa berpura-pura untuk mencintai lelaki yang memang tidak kita cintai.


"Jawab, Kezia."


"Jangan bawa-bawa Rama pada masalah kita, Erik. Aku memang tidak mencintaimu selama ini, maaf," jawab Kezia, lagi-lagi membuat Erik menggeleng.


"Zia, papa tidak akan setuju dan tidak akan merestuimu kembali kepada Rama," bentak tuan Afsen, merasa kecewa.


"Sabar, pa! Tahan emosi," bujuk Adrian.


"Kau sudah berjanji kepadaku, Kezia! Maka pernikahan ini akan tetap kita lanjutkan. Soal cinta, aku akan membuatmu mencintaiku dan menghapus pria itu dari dalam hatimu," ucap Erik final.


Karena dukungan dari Adrian dan tuan Afshen, Erikpun memanfaatkanya. Ia sudah terlanjur mencintai Kezia dan tidak ingin kehilanganya. Meskipun caranya salah, dengan memaksa Kezia agar tetap menikah denganya.


Kezia sudah tidak bisa berkata dan berbuat apapun, jika papanya sudah ikut campur pada masalahnya. Dengan wajah terlihat penuh kesedihan, Kezia masuk kembali ke dalam kamarnya.


Hari terus berganti hari, namun Rama belum ada tanda-tanda untuk menyelamatkan Kezia dari pernikahanya dengan Erik. Padahal hari pernikahanya tinggal satu minggu lagi. Bahkan Kezia terkurung tidak bisa keluar dari rumah papanya.


Adrian sebenarnya merasa kasihan kepada Kezia. Namun di sisi lain, Adrian tidak ingin jika Kezia kembali rujuk dengan Rama. Masalalu membuatnya takut untuk mengizinkan Kezia rujuk kembali dengan Rama.


Selama lima tahun ini, Kezia mati-matian mencoba melupakan Rama. Bahkan penyakitnya dulu, di sebabkan karena depresi memikirkan Rama. Tentu saja, hal itulah yang membuat Adrian merasa parno.


Meskipun faktanya Adrian mengetahui, bahwa Rama tidak berhubungan lagi dengan Vania. Karena Vania selama ini hanya memanfaatkan Rama. Bahkan Adrian tahu, Vania akan menikah dengan Digo sanjaya. Sosok pria yang selama ini benar-benar adik sulungnya cintai.


Meskipun mengntongi semua fakta, tidak membuat Adrianberubah fikiran. Adrian lebih busa menjamin, jika Kezia menikah dengan Erik. Selain seorang dokter terkenal. Erik juga lebih baik dari Rama, dan pastinya tidak akan menyakiti Kezia. Seperti yang di lakukan Rama dulu pada Kezia.


Masalalu memang sulit untuk di lupakan dalam sekejap. Bahkan waktu lima tahunpun tidak mampu, untuk menhapus Rama dalam hati adiknya.

__ADS_1


Di tempat lain, Rama tidak diam saja, seperti dugaan Kezia. Pria itu sedang di sibukan dengan mengatur strategi. Rama menyuruh orang-orangnya, untuk mencari tahu kelemahan Erik dan juga keluarga Afshen. Itu semua ia lakukan untuk melumpuhkan lawan.


Rama tidak main-main dengan ucapan dan tindakanya. Demi cintanya kepada Kezia, dia mampu melakukan segala cara. Menghalalkan segala cara yang di nilai kurang baik.Semua demi cinta dan putra semata wayangnya.


Rama tidak akan membiarkan penantianya sia-sia begitu saja. Uang dan kekuasaanlah yang menjadi senjata terbesarnya. Dengan Uang dan kekuasaan, ia mampu melumpuhkan lawan.


Rama yakin, Erik, tuan Afshen dan Adrian akan di kalahkanya. Dengan sendirinya, maka mereka akan mengembalikan Kezia padanya.


Rama berfikir, keluarga Afshen benar-benar tidak mempunyai malu dan hati. Jelas-jelas keluarga Afshenlah yang membuat gara-gara pada Rama. Mulai dari Vania, Kezia, Adrian bahkan tuan Afshen. Satu keluarga yang mampu menghancurkan hidup Rama.


Entah apa salahnya, Rama hanya menjadi korban dari masalah keluarga Afshen yang tidak jelas baginya. Rama tidak akan mengalah ataupun terkalahkan kembali.


Seperti yang terjadi saat ini, Rama membekukan suntikan dana kepada rumah sakit tempat Erik bekerja. Mereka tidak tahu, donatur utama rumah sakit tempat Erik bekerja adalah Rama Asher. Tidak ada yang mengetahuinya, karena Rama selama ini menggunakan inisial RM, yang orang lain tidak ketahui.


"Jangan bermain-main denganku, Dokter Erik," gumam Rama, sembari menghisap sepuntung rokoknya.


Bahkan Rama mematikan rokoknya, sembari fikiranya menahan kekesalan pada Erik, adrian dan juga tuan Afshen. Seolah Rama telah berhasil membidik lawan, dan menunggu lawanya, memohon bantuanya kembali.


Tentu saja jika hal itu terjadi, Rama akan menukarnya dengan Kezia. Bahkan Rama sudah yakin, usahanya akan berhasil. Tinggal menunggu lawan, memilih jalur damai atau terus saja membuat Rama marah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Mampir di karya temanku juga ya, para readers😊 👇



Kalian di team mana?


A.Rama & Kezia?

__ADS_1


B.Erik dan Kezia?


__ADS_2