
Terlihat wajah Rama kini telah merah padam menahan amarah yang memuncak. Itu semua karena ulah kezia yang membuat para pasang mata memandangnya ke arah mereka berdua.
Kezia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memancing emosi Rama lagi dan lagi. Bahkan Alex yang mendengar jelas penuturan kezia pun tak menyangka. Sulit di percaya jika Gadis yang dulunya di permalukan di depan umum oleh Rama. Kini malah mengumumkan kabar pernikahan mereka yang akan di langsungkan sebentar lagi.
Rasanya Alex merasa tak rela jika Kezia harus menikah dengan Rama. Bukan karena ia menyukai kezia, terlebih merasa kasihan jika Kezia akan tersakiti jika pernikahan itu sampai terjadi.
Kini orang-orang berlarian menuju ke arah Rama. Mereka semua meminta penjelasan benar tidaknya ucapan Kezia barusan kepada Rama. Bukanya meladeni mereka, Rama malah menghampiri Kezia.Rama menggenggam tangan Kezia dan menariknya kasar.
Rama membawa Kezia keluar dan menariknya masuk ke dalam mobilnya. Perlakuan Rama barusan cukup memberi bukti kepada semua teman alumni bahwa ucapan Kezia tadi memang benar.
Rama langsung tancap gas meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi. Emosinya sudah tidak bisa lagi ia redam. Namun ia tak ingin berkomentar banyak. Karena sama saja ia akan menambah pusing kepalanya jika berhadapan dengan Kezia yang selalu ada jawaban di setiap perkata'anya.
"Aku mau di bawa kemana,sayang?jangan terlalu ngebut. Kita belum menikah dan aku belum ingin mati muda karenamu."
"Berhenti memanggilku dengan sebutan sayang! Kau sangat menjijikan dengan semua tingkahmu Kezia."
Kezia tersenyum tidak menanggapi kemarahan Rama. Baginya ucaan Rama kepadanya tidak ada satupu yang manis.
Bahkan Kezia dengan sangat beraninya berbisik di dekat telinga Rama, Tapi aku sangat suka memanggilmu sayang, Rama."
Rama langsung menepikan mobilnya di tepi jalan. Tanganya langsung mencekal pergelangan tangan Kezia. Kemarahan yang ia tahan dari tadi akhirnya terkeluarkan. Mata elangnya menatap tajam mata hazel milik Kezia. Bukanya merasa takut, gadis itu malah membalas tatapan Rama.
"Oh sayang! Kau menyakitiku.
Mata Rama tak berpindah terus saja menatap tajam mata hazel Kezia. Sebenarnya Kezia merasa kesakita. Namun gadis itu tetap berusaha baik-baik saja.
"Sayang,aku mencintaimu dan jangan sakiti aku."
Rama berucap dengan nada dingin dan mengatakan cinta Kezia hanyalah sampah baginya. Kezia tersenyum untuk menutupi rasa miris saat lelaki yang di cintainya menganggap cintanya hanya sampah.
__ADS_1
"Bahkan sikap lembut tak pantas ku berikan untuk wanita licik sepertimu, Kezia Afshen."
Kezia tersenyum kecut mendengar setiap kata kasar Rama. Lebih baik dia diam saja sejenak untuk menghindari emosinya yang akan membuatnya menangis kembali. Rama menurunkan Kezia di tempat sepi jauh dari kota. Entah kenapa Rama bisa setega itu kepada Kezia.
Kezia sempat menolak tapi Rama lebih dulu mendorongnya hingga iapun keluar dari mobil milik Rama. Matanya melirik kearah sekitarnya yang nampak sepi. Lebih mirip seperti hutan namun ini bukan wilayah hutan.
Kezia melirik penampilanya dan melihat kakinya yang lecet akibat terlalu lama memakai sepatu highhells. Iya mencari tempat yang bisa ia duduki sebentar. Di ambilnya benda pipih yang berada di dalam tas kezia. Niatnya untuk menelpon Adrianpun gagal karena tidak ada signal satupun di handphonenya.
Akhirnya ia nekat sebelum hari berubah menjadi gelap. Ia lepas sepatu highhellsnya menyisakan kaki cantiknya berjalan tanpa alas untuk melindunginya.
Dengan menahan rasa yang teramat sakit di kakinya. Kezia tetap berjalan di sepanjang jalan yang dari tadi belum ada satu mobilpun yang lewat.
Hingga ada satu mobil yang berhasil ia hentikan. Awalnya ia akan meminta bantuan untuk mengantarnya pulang. Namun ia urungkan ketika seseorang yang keluar dari mobil itu terlihat seperti orang jahat.
Dua pria berbadan besar itu menyeringai tatkala menemukan gadis cantik di tempat yang sepi. Pandangan mesum seolah menelanjangi tubuh kezia. Apakah kezia takut dan panik dengan posisinya saat ini. Jawabanya tidak, karena di masalalu dia sering menghadapi orang-orang seperti mereka.
"Hai cantik! Mau bermain-main sebentar dengan kami?"
"Tentu saja," ucap Kezia
Dua pria itu tersenyum senang karena Kezia mengiyakan ajakanya. Dengan tatapan penuh nafsu dua pria itu mendekati Kezia. Sedangkan Kezia sudah siap menghajar keduanya. Cukup beberapa pukulan dari tangan Kezia. Dua pria itu tersungkur tak mampu lagi untuk bangkit.
Kezia tetawa penuh kemenangan memandang dua pria tersebut. Hal itu ia manfaatkan untuk masuk ke dalam mobil dan membawanya pergi meninggalkan mereka yang tak sadarkan diri.
Rama yang tadinya memutar arah karena tak tega meninggalkan Kezia. Pria itu di buat menganga melihat kezia yang masih saja bar-bar seperti dulu.
Di pastikan sudah memasuki area perkotaan. Kezia turun dari mobil dan meninggalkan mobil itu begitu saja. Kemudian ia menghentikan taxi untuk mengantarnya ke rumah.
Setelah ia sampai di dekat gerbang rumahnya. Matanya melihat Rama yang berdiri di depan mobilnya. Kezia merasa jengah melihat Rama saat ini. Rasa cintanya sudah kalah dengan rasa kecewanya.
__ADS_1
Kezia turun dari taxi kemudian menghampiri Rama yang juga memandang ke arahnya. Rama melihat bekas cakaran di tangan mulus Kezia. Tak hanya itu saja, Rama juga melihat kaki Kezia yang lecet.
Kezia melewati Rama begitu saja dengan sikap acuhnya. Rasanya lebih baik ia mandi dan langsung beristirahat. Daripada meladeni Rama yang seolah baru saja mengantarnya pulang. Tapi nyatanya dia baru saja membahayakan nyawa Kezia.
"Kezi."
Merasa namanya di panggil,Kezia menoleh sebentar kemudian melanjutkan langkahnya kembali sambil tertatih. Rama mencekal lenganya saat Kezia mengabaikanya. Langsung saja Kezia mengibaskan tanganya sama persis dengan yang biasanya di lakukan Rama padanya.
"Ada apa sayang? apa belum puas kamu menyakitiku."
Rama hanya diam saja namun tanganya langsung menggendong Kezia memasuki kamarnya. Tentu saja hal itu membuat Kezia mengulum senyum kemenangan.
"Apa harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum mendapatkan perhatianmu, Rama?"
Rama masih saja diam tidak berkeinginan menjawab pertanyaan dari Kezia. Setelah sampai di dalam kamarnya Kezia. Rama langsung membaringkan kezia di atas ranjang.
"Terimakasih, kau boleh pergi dari kamarku."
Kezia langsung memalingkan mukanya dan memunggungi Rama. Gadis itu sebenarnya sangat marah dan kecewa. Apa lagi sikap Rama barusan sungguh keterlaluan menurutnya.
Tanpa mencuci kakinya terlebih dahulu,Kezia langsung memejamkan matanya. Entah kenapa ia merasa sangat lelah. Lelah pada tubuhnya sama halnya juga lelah pada hatinya. Setidaknya tidur mampu membangkitkan energynya kembali untuk menghadapi masalah baru nantinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Emosi tingkat dewa sama nih orang, huh
Ngeselin gak sih, Readers?
__ADS_1