
Lama menunggu, sedangkan yang di tunggu enggan keluar dari apartemen. Membuat Erik semakin kesal, di anggapnya apa dia di mata Kezia. Sebagai lelaki yang masih bersetatus sebagai tunanganya, Erik merasa tidak di hargai. Di tambah lagi, dia jauh-jauh datang dari Singapura ke Indonesia hanya untuk bertemu Kezia.
Namun apa yang Erik dapat, Kezia dengan mudahnya ingin membatalkan pernikahanya setelah bertemu kembali dengan mantan suaminya. Kezia memutuskan untuk membatalkan pernikahanya untuk balikan dengan cinta pertamanya yaitu Rama.
Apa yang kira-kira akan kita lakukan saat sudah bertunangan dan akan segera menikahi pria lain, mantan dari masa lalu datang dan ternyata kita masih mencintainya? pilihannya kemungkinan hanya ada dua yaitu melanjutkan rencana pernikahan atau balikan dengan mantan suaminya. Sedangkan Kezia memilih untuk balikan dengan mantan suaminya. Apa lagi saat ini Kezia sedang mengandung anak ke duanya dengan Rama.
Erik melangkah pergi meninggalkan area dekat apartemen Vania. Saat kakinya melangkah, bertepatan dengan kabar dari Adrian, bahwa tuan Afsen memintanya segera datang ke rumah sakit.
Hal apa yang membuat calon mertuanya memintanya ke rumah sakit. Tak mau berasumsi berlebih, Erik segera menuju rumah sakit tempat calon mertuanya di rawat.
Begitupun dengan Kezia, baru saja mendapat kabar dari Vania, bahwa papanya sudah siuman dan sedang mencarinya. Kezia memberitahu Rama, dan meminta Rama untuk segera mengantarnya ke rumah sakit.
Meski Rama ragu untuk menurutinya, terpaksa Rama tetap mengantar Kezia. Filingnya mengatakan sesuatu yang tidak di harapkanya akan terjadi.
Erik sudah tiba di ruang rawat calon mertuanya. Di susul Kezia, Rama dan juga putra mereka sepuluh menit setelahnya. Di bukanya pintu ruang rawat tuan Afsen. Membuat semua orang yang berada di dalam sana menoleh ke arah Kezia, Rama dan juga putra mereka.
"Papa," ucap Kezia menyebut papanya.
Masih terlihat jelas raut penuh kekecewaan di wajah tuan Afsen. Di tambah lagi, melihat pria yang bersama putrinya adalah Rama, sosok pria yang menghamili putrinya.
"Untuk apa kau datang ke sini? aku hanya memanggil putriku," ucap tuan Afsen di tujukan pada Rama.
Erik menyeringai memandang remeh kepada Rama. Rama masih bersikap tenang, tidak terpengaruh dengan ucapan mantan mertuanya barusan.
"Pa! kendalikan diri papa," pinta Vania.
"Keluarlah, kau tidak di butuhkan di sini," ucap tuan Afsen sekali lagi di tujukan pada Rama.
"Maaf tuan Afsen yang terhormat! jika yang anda ingin bicarakan mengenai Kezia, maka itu akan menjadi urusan saya juga," ucap Rama tegas, namun tidak mengurangi rasa hormatnya.
"Siapa kau? kau bukan siapa-siapa lagi, kau hanya mantan suami Kezia yang berarti orang lain," ucap tuan Afsen.
"Anda salah! saya adalah ayah dari Ethan dan bayi di dalam kandungan Kezia, dan kami akan menikah," ucap Rama.
"Aku tidak akan pernah menikahkan putriku kembali denganmu, Rama,"
Tuan Afsen mulai tersulut emosi, di peganginya dadanya yang terasa nyeri. Erik memerankan dirinya seolah dia adalah calon menantu terbaik. Membuat Vania dan juga Rama yang melihatnya, serasa ingin muntah.
Vania berbisik kepada Rama, agar Rama mau keluar sebentar dari ruangan inap papanya. Vania juga meminta Rama, agar mempercayakan Kezia padanya. Rama mengangguk, dia mulai melangkah keluar di ikuti putranya.
__ADS_1
Kezia memandang sedih, ketika melihat sosok Rama, menghilang di balik pintu. Erik mulai menggenggam jemari tangan Kezia, membuat Kezia tersentak dan reflek melepaskanya. Namun percuma saja, Erik kembali menggenggam pergelangan tangan Kezia.
Melihat adiknya merasa kurang nyaman, Vania mendekati Kezia. Dia berpura-pura mengajak Kezia untuk duduk di sebuah kursi yang telah ia siapkan. Tentu saja perbuatan Vania membuat genggaman tangan Erik pada tangan Kezia, terlepas.
Vania mengulum senyum, merasa dirinya sangat cerdik. Setelah membawa adiknya duduk di sebuah kursi yang di siapkanya. Vania segera memepet tubuh Kezia, tidak membiarkan Erik mendekati adiknya. Kezia tersenyum tipis, bersyukur Vania telah menjauhkanya dari Erik.
"Erik, maafkan papa, jika papa gagal menjaga Kezia. Hingga Rama dengan kurang ajarnya menghamili Kezia," ucap tuan Afsen.
"Tidak apa-apa, pa! saya tetap menerima Kezia apa adanya. Saya juga akan mengakui dan menganggap bayi di dalam kandungan Kezia sebagai darah daging saya sendiri."
Tuan Afsen merasa terharu dengan acting Erik, yang sok menjadi pria bijaksana. Berbeda dengan Vania yang memutar bola matanya karena merasa jengah.
"Papa tidak menyangka, kamu masih mau menerima Kezia. Papa tidak menyesal jika menyerahkan tanggung jawab Kezia padamu."
Kezia menggeleng, tidak percaya jika papanya begitu saja percaya dengan ucapan Erik. Bahkan papanya sama sekali tidak mengerti perasa'anya. Di mana sosok papanya yang dulu begitu mendukung dan memahaminya. Kezia merasa kehilangan sosok papanya dan kakak sulungnya yang dulu.
"Pa, Kezia sedang mengandung anak Rama! seharusnya Ramalah yang harus bertanggung jawab, bukan dia," sahut Vania, jemari telunjuknya di tujukan ke arah Erik.
"Diamlah Vania! Papa adalah wali dari Kezia, jadi papa tidak akan menikahkan kembali Kezia dengan Rama. Mengingat dulu, karena Rama adikmu jadi depresi hingga hampir merenggut nyawanya."
"Tapi itu semua bukan salah Rama, pa! semua adalah salahku. Akulah yang membuat Rama bercerai dengan Kezia."
"Cukup Vania! pria yang telah beristri seharusnya tidak mudah tergoda dengan wanita lain. Tapi nyatanya apa? Rama masih berhubungan denganmu di belakang Kezia."
"Cukup Vania! Erik lebih baik daripada Rama," bentak tuan Afsen, membuat Vania bungkam.
Berdebat dengan papanya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada hanya akan menimbulkan masalah di hatinya. Apapun yang terjadi, Vania tidak akan membiarkan adiknya menikah dengan Erik. Entah kenapa, filingnya mengatakan bahwa Erik adalah pria yang licik.
Pandangan mata Vania dan Erik bertemu, terlihat jelas pria itu sedang menyeringai secara tidak langsung menunjukan pada Vania, akulah pemenangnya.
Vania membalas tatapan Erik, dengan tatapan jengah. Seolah secara tidak langsung, Vania berkata pada Erik.
"Tersenyumlah, sebelum senyumu berubah menjadi duka," gumam Vania dalam hati.
Sedangkan Rama yang mencuri dengar di balik pintu yang ternyata tidak di tutupnya dengan rapat, membuatnya reflek menggepalkan tanganya. Setelahnya Rama mengingat ada Dewi yang akan menolongnya. Sudut bibir Rama mulai tertarik ke atas, dia tersenyum dalam fikiranya yang akan mempermalukan Erik, jika pernikahan itu sampai terjadi.
Rama sudah memegang kartu As, yang akan membuat Erik langsung terhempas. Rama tidak akan membiarkan Erik menikahi Kezia. Kezia adalah miliknya, ibu dari anak-anaknya dan hanya Ramalah yang berhak atas Kezia.
"Tapi pa! kenapa berkas pernikahan kami belum juga kelar? apakah ada masalah?" tanya Erik.
__ADS_1
"Tenanglah! setelah keluar dari rumah sakit, papa akan mencoba mengeceknya," jawab tuan Afsen.
Lagi-lagi rama menajamkan pendengaranya, sesekali pria tampan itu tersenyum. Tidak akan pernah lolos berkas-berkas pernikahan Kezia dan Erik. Karena Rama sudah membayar mahal orang dalam. Sampai kapanpun, berkas pernikahan Erik dan Kezia, tidak akan pernah lolos.
Rama bersyukur pernah menjadi si penggila kerja. Hingga membuatnya memiliki harta yang mampu mengabulkan segala keinginanya. Termasuk membayar orang-orang yang mampu melancarkan rencananya.
Salah jika Erik dan keluarga Kezia melawan Rama. Ibarat memancing ikan di laut, dan yang mereka pancing adalah ikan paus. Sama saja mengantarkan nyawa mereka untuk di telan hidup-hidup.
Adrian hanya diam sedari tadi, sesekali melirik wajah Kezia yang terlihat sedih. Adrian merasa kasihan, tapi dia bingung harus berbuat apa. Di sisi lain, dia melihat Erik lebih baik dari Rama. Di sisi lain dia tahu, bahwa di hati adiknya hanya ada nama Rama.
Kezia berdiri, ia hendak pergi keluar menyusul Rama yang berada di luar sana. Namun tangan Erik mencekal pergelangan tangan Kezia. Tuan Afsen juga meminta Kezia untuk duduk ke tempatnya semula.
Lagi-lagi Vania memberontak, sikap papanya sangat membuat adiknya tertekan. Apa lagi dalam kondisi Kezia yang sedang hamil muda.
"Apa mata kalian semua buta, hah? apa kalian tidak melihat raut tertekan di wajah Kezia? dia bukan boneka yang mudah kalian kendalikan, persetan dengan kalian semua, aku akan membawa adiku pergi," ucap Vania penuh emosi.
"Cukup Vania," bentak Adrian.
"Wah-wah! kakaku yang sedari tadi membisu ternyata baru saja bersuara. Apa? apa kau kan menahan kami? kalian bisa mengendalikan Kezia, tetapi tidak denganku," gertak Vania.
Vania hendak mengajak Kezia agar ikut denganya. Vania sudah muak berada di dalam ruangan yang penghuninya tidak punya otak. Kecuali dia yang beranggapan paling waras di antara semua.
Ketika Kezia menyambut uluran tangan Vania dan pergi bersamanya. Tiba-tiba jantung tuan Afsen kembali kambuh. Membuat Kezia panik dan merasa sedih, karena lagi-lagi dirinya membuat papanya kembali terkena serangan jantung.
Tak lama para dokter dan suster memeriksa tuan Afsen. Untung saja serangan jantungnya tidak terlalu parah, sehingga bisa di redakan hanya dengan meminum obat dan sedikit suntikan.
Dokter menyarankan, agar tidak membuat tuan Afsen merasa emosi yang akan mempengaruhi jantungnya. Setelah dokter dan para suster pergi dari ruangan. Tuan Afsen sekali lagi meminta pada Kezia, agar menikah dengan Erik. Tidak ada pilihan lain, terpaksa Kezia mengangguk. Karena tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi, kepada papanya.
Vania mendengus kesal, merasa adiknya begitu bodoh dan lemah. Rasa takutnya karena terjadi sesuatu pada papanya, membuat adiknya begitu bodoh. Sehingga otaknya tidak di pergunakan untuk berfikir sebelum memutuskan hal yang akan membuatnya menderita ke depanya.
Rama menggepalkan tanganya, setelah mengintip di balik pintu. Wanita yang ia cintai menyetujui pernikahaya dengan Erik. Meskipun kecewa, bukan berarti Rama akan mundur.
Lagi pula, Erik harus mempertanggung jawabkan perbuatanya kepada Dewi. Ada darah dagingnya yang membutuhkan sosok ayah sebelum ia terlahir ke dunia.
Rama segera pergi meninggalkan rumah sakit dengan membawa putranya. Sepertinya mengajak putranya bermain, akan membuat kekesalanya berkurang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hai Readers, kalian jengkel, kan?🤭
__ADS_1
Mampir di novel temanku, ya 👇