
"Bedebah, brengsek siapa yang menyerangku tadi?" umpat Erik, setelah mendapati tangan dan kakinya terikat dalam posisi duduk di kursi penumpang di mobilnya.
Erik tidak sadar, karena orang-orang Rama, memainkan peranya dengan sangat rapi. Tahu-tahu dia tersadar dalam kondisi kaki dan tanganya terikat. Bahkan mobilnya masih terparkir di lokasi dekat rumah keluarga Afsen.
"Brengsek, sialan," umpatnya kesulitan membuka pengikat kedua tanganya. Jika ikatan di tanganya tidak bisa lepas. Maka Erik tidak akan bisa berbuat apa-apa. Bahkan hanya untuk mengambil ponselnya guna meminta peetolongan pun tak mampu. Tetapi dia tidak pantang menyerah dan terus berusaha melepaskan ikatan tanganya meski sambil mengumpat.
Satu tangan akhirnya terlepas dari ikatan yang membuatnya sulit. Hingga ikatan pada dua tangan dan dua kakinya pun terlepas.
Di rogohnya ponsel miliknya di dalam saku celana. Erik mencari kontak nama Angela, dan setelah nama kontak Angela telah di temukan. Erik segera menghubungi wanita itu, entah sudah berapa lama ia tertidur, hingga waktu sudah mulai berubah petang.
Lagi-lagi Erik di buat mengumpat berkali-kali, setelah melakukan sepuluh kali panggilan tiada satupun yang di angkatnya.
"Brengsek! kemana wanita itu? atau jangan-jangan_
Lagi-lagi Erik mengumpat karena merasa kecolongan. Bisa hancur semua rencananya jika Angela berada di tangan Rama.
Erik sudah membayar mahal orang-orangnya demi melancarkan aksinya. Bahkan Erik sudah mengeluarkan banyak uang untuk rencananya ini. Tidak mungkin uangnya akan habis sedangkan rencananya akan gagal. Erik segera menghubungi orang-orangnya untuk mencari keberada'an Angela sa'at ini.
Sedangkan di tempat lain, di sebuah rumah kosong. Seorang wanita cantik berpakaian seksi tersungkur dalam keada'an tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius yang dosisnya terlalu tinggi. Angela di biarkan tersungkur di lantai hingga dia sadarkan diri.
Sedangkan lelaki tampan sedang menikmati minumanya sembari menunggu tawananya sadarkan diri. Rama meminum minuman rendah alkohol, dia tidak ingin mabuk apa lagi di depan wanita yang telah membuatnya hancur.
"Ambilkan segayung air dan siramkan pada wanita ini," perintah Rama pada anak buahnya.
__ADS_1
Airpun telah di ambil dan anak buah Rama langsung menyiramkan di wajah Angela sesuai perintah bosnya. Anggela langsung sadarkan diri dan bangkit dan merasa sekujur tubuhnya besah semua.
"Prok prok," suara Rama bertepuk tangan membuat Angela menoleh dan mendapati tatapan tajam Rama. Tatapan yang berbeda dari biasanya, entah kenapa tatapan Rama kali ini sangat mirip seperti devil.
"Bagaimana kabarmu nona Angela? apakah tubuhmu sudah terasa segar?" tanya Rama dan kali ini bukan mata tajamnya saja yang menjadi lebih tajam. Ucapanya dan perbuatanya pun menjadi lebih kejam dari biasanya.
Orang mana lagi yang tidak akan berubah kejam jika kehidupan pribadinya di usik hingga harus berpisah dengan wanita yang ia cintai. Mungkin hanya ada satu di antara seribu manusia di dunia ini yang akan diam saja tanpa membalasnya. Karena Rama bukanlah malaikat yang memiliki beribu kesabaran di dalam hidupnya.
"Ram_
Anggela tidak melanjutkan perkata'anya karena Rama memotong ucapanya. Rama berjalan mendekat dan langsung menarik rahang Angela. Anggela pun kaget dengan perlakuan dadakan Rama. Anggela juga merasa ketakutan dengan perubahan sikap Rama yang semakin kejam.
"Nona Angel, kau tahu? kau tak pantas menyandang nama Angel yang berarti malakat. Namamu tidak mencerminkan sikap dan perbuatanmu. Mulutmu itu sangat busuk, apa yang kau katakan pada Kezia tadi pagi?," tanya Rama.
Anggela tergagap tidak mampu menjawab pertanya'an Rama karena sangking ketakutanya. Sedangkan Rama terus terusan mendesaknya untuk bicara.
"Katakan, apa yang kau katakan pada Kezia? perkata'an apa yang kau katakan, sehingga membuat Kezia menangis," bentak Rama.
Kali ini Rama sangat terlihat menakutkan, karena kesabaranya telah habis. Satu pion telah dia tangkap, dan pion ini adalah senjatanya untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Bahkan satu pion ini akan mampu menghancurkan Erik juga.
"Apa kau bisu dan tuli? katakan padaku apa yang kau katakan pada Kezia?" bentak Rama sekali lagi dan tanganya masih mencengkeram rahang Angela. Membuat wanita itu kesakitan dan susah untuk berbicara.
"Aku mengatakan kita akan segera menikah dan saat ini aku sedang hamil," ucap Angela.
__ADS_1
"Plak," suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus Angela.
Ya, Rama semakin kesetanan setelah mendengar ucapan Angela. Mendengar Kezia menangis membuat sudut hatinya terluka. Apa lagi itu semua karenanya, Rama menyalahkan dirinya sendiri. Karena sebagai lelaki dan orang yang mencintaiya, Rama tidak busa menjaga hatinya.
Angela meringis merasakan perih di sudut bibirnya akibat tamparan Rama barusan. Pria di hadapanya ini jauh bebeda dengan Rama yang sebelumnya. Mungkin efek kekecewa'anya merubahnya menjadi sosok yang angkuh.
"Sekarang aku menawarkan dua pilihan untukmu. Kao ingin hidup tenang tetapi dengan syarat bersihkan namaku atau kau ingin hidupmu menderita hingga akhir hayat di tanganku?"
Bagai terjebak pada pilihan yang sulit, membuat Amgela bungkam. Bagaimana bisa Angela di pihak Rama, karena ia sudah bersepakat dengan Erik. Tetapi jika dia tidak menuruti mau Rama, maka nyawanya akan melayang di tangan Rama.
"Aku beri waktu semalaman untuk berfikir, di gedung kosong ini, tanpa sorot lampu yang menyinari, aku ragu tempat ini tidak berpenghuni. Jadi tentukan pilihanmu, jika kau lama berfikir, maka kau akan terus terkurung di tempat ini sendirian, hingga bibirmu mengeluarkan jawabanya."
Rama beranjak dari hadapan Angeka, Rama keluar dari ruangangan yang di tempati angela lalu menutup serta mengunci pintunya dari luar. Angela berteriak minta untuk di lepaskan. Dia tidak tahu, bahwa dia tidak akan lepas dari jeruji singa. Dia sendiri yang telah memancing singa tidur. Maka kini dia sendiri yang menanggung akibatnya.
Angela tidak bisa melakukan apapun, berteriak juga percuma karena ruanganya kedap suara. Jadi meskipun dia berteriak hingga pita suaranya hancur, Angela tidak akan bisa lolos.
Anggela begitu ketakutan, suasana hening sepi tanpa cahaya lampu yang menyinari. Rama tidak main-main dengan ucapanya. Bahkan bisa jadi Rama akan berbuat lebih kejam padanya jika dia tidak menuruti kemauan Rama.
"Bagamaimana? apakah lelaki itu mencari tawanan kita?" tanya Rama santai.
"Ya tuan, nampaknya dia juga menyuruh anak buahnya demi mememukan wanita itu."
"Kalian harus lebih memperketat penjaga'an dan jangan sampai anak buah Erik mencium jejak kita," ucap Rama memerintah.
__ADS_1
Setelah itu Rama pergi meninggalkan bangunan tua itu, karena ada pekerja'an yang lebih penting daripada mengurusi wanita itu. Biarlah anak buahnya yang mengurusi Angela. Sementara dirinya dan anak buahnya yang lainya akan mengatur strategi untuk menangkap Erik.