Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Menangis di dalam air


__ADS_3

Saat ini Kezia sedang menikmati makananya di lestoran bawah apartemenya. Kebetulan Digo yang juga sedang berada di sanapun menatap heran ke arah Kezia. Lelaki itu menghampiri Kezia dan bergabung makan dalam satu meja.


Kezia mendongakan wajahnya saat namanya ada yang memanggil. Gadis itu membalas senyum pada Digo yang lebih dulu tersenyum kepadanya.


"Zia, kenapa kau ada di sini? dan kenapa kau makan sendiri?"


"Rama mengajaku tinggal di apartemen atas, kak. Aku sangat lapar dan malas masak, jadinya aku makan di sini deh."


"Di mana suamimu? kenapa kau sendirian?"


"Dia ada di apartemen tidak mau makan denganku. Jadinya ya ku tinggal saja dia di apartemen."


Mendengar jawaban dari Kezia, Digopun mengulum senyum. Adik dari wanita yang ia cintai ini sangat menggemaskan. Digo sangat mencintai vania meskipun ia banyak tahu kelakuan buruk vania. Diam-diam di belakan Rama, Digo dan Vania menjalin hubungan diam-diam. Bukanya menusuk sahabat dari belakang. Itu karena Digo tahu bahwa vania hanya mencintainya. Vania hanya memanfaatkan Rama demi menyakiti adiknya.


Digo sebenarnya tidak membenarkan perbuatan Vania kepada Kezia selama ini. Oleh karena itu tempo hari ia bertengkar dengan Vania. Hal itulah yang sebenarnya menjadi salah satu pemicu kepergian vania.


Hari sudah larut malam,saking keasikan ngobrol dengan Digo. Membuat Kezia lupa waktu dan membuat Rama terpaksa mencarinya. Bukan karena kawatir melainkan sekedar takut. Bukan takut kehilangan tetapi takut karena bagaimanapun kezia adalah tanggung jawabnya. Jika terjadi sesuatu pasti Ramalah yang akan di salahkan.


Saat telah turun di lobby apartemen mewahnya. Rama melihat istrinya sedang mengobrol dengan sahabatnya. Rama mengirim chat kepada Kezia untuk segera pulang. Rama yang meluhat kezia berdiri di depan pintu apartemebpun segera membukanya.


Rama berdecak geram melihat sikap istrinya yang nyelonong begitu saja masuk ke dalam kamarnya.


Tetapi ia mengernyit heran setelah melihat kaki Kezia terlihat agak pincang. Rama bergumam bukankah yang sakit hanya tanganya.Lalu kenapa kakinya terlihat pincang.


Tanpa Rama ketahui kaki Kezia terluka karena terkena pecahan piring yang di lepar Rama tadi dan mengenai betisnya. Gadis itu masuk ke dalam kamar kemudian tak lama keluar lagi membuat Rama yang melihatnya merasa heran

__ADS_1


"Mau kemana lagi?" pertanyaan Rama di abaikan oleh Kezia. Gadis itu menuju kolam renang yang berada di apartemen Rama. Apartemen Rama terbilang sangat mewah sehingga terdapat kolam pribadi di dalamnya.


Kezia melepas bathrobe yang tadi menutupi tubuhnya. Kini menyisakan pakaian Renang yang memperlihatkan tubuh indahnya. Kezia langsung melompat secara lincah kedalam kolam. Ia tidak memikirkan kakinya yang sakit karena Rama.


Rama sempat melebarkan bola matanya sesaat setelah melihat kezia yang hanya mengenakan baju renang. Dan saat ini masih memperhatikan istrinya berenang sangat lincah.


Rama mengernyitkan dahinya ketika melihat pergerakan aneh dari Kezia. Gadis itu menangis di dalam kolam tanpa Rama sadari. Kezia merasakan kakinya yang perih namun tak seperih hatinya saat ini.


Merasa kakinya sangat perih, Keziapun menepi.Bukanya naik di tepian kolam, gadis itu malah menenggelamkan tubuhnya. Sesaat Rama hanya cuek melihat kezia. Rama mengira kezia hanya mencari perhatianya saja. Namu ia mendadak merasa ada yang aneh saat Kezia menenggelamkan tubuhnya terlalu lama.


Rama yang panikpun langsung melompat ke dalam kolam membawa kezia naik di tepian kolam. Kezia tersentak saat tangan kokoh menariknya ke atas kolam.Sesaat Mata mereka saling pandang, namun kezia segera memalingkan mukanya. Karena sudah di pastikan matanya sudah memerah karena tangisanya di dalam kolam.


Dengan langkah tertatih, diraihnya bathrobe yang menutupi tubuhnya tadi. Kemudian ia masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan Rama yang masih melihatnya. Setelah itu, Kezia tidak keluar lagi dari kamarnya hingga besok paginya.


Pagi-pagi sekali kezia sudah membuatkan kopi dan sarapan untuk suaminya. Kezia melirik pintu kamar Rama yang masih tertutup. Saat ini sudah jam tujuh pagi. Namun suaminya tak kunjung keluar dari kamarnya.


Kezia keluar mendapati suaminya yang sudah rapi dengan baju kerjanya. Ia menghampiri suaminya untuk berpamitan. Kezia juga memberitahu suaminya untuk memakan sarapanya dan meminum kopinya.


"Makanlah sarapan dan minumlah kopinya. Jangan membuang-buang makanan. Ingat di luar sana masih banyak orang yang kelaparan."


Rama melirik istrinya setelah mendengar ucapan Kezia. Dia hanya berdehem karena tidak mungkin ia akan membantingnya lagi seperti tadi malam. Ngomong-ngomong soal membanting, Rama melirik kaki kezia yang terluka tertutup celana panjangnya.


Kezia berpamitan kepada suaminya sembari mengulurkan tanganya bermaksud ingin mencium tangan suaminya. Rama pura-pura tidak melihat membuat Kezia menarik nafas dalam-dalam. Tanpa menunggu respon Rama, Kezia segera melangkahkan kakinya keluar.


Sesampainya di luar apartemen kezia mengelus dadanya. Memberi energy untuk dirinya sensiri agar bersabar. Terdengar suara pria memanggilnya dari arah belakang. Ternyata pria itu adalah Digo yang apartemenya bersebelahan dengan apartemen Rama.

__ADS_1


Kezia tersenyum menyapa selamat pagi pada digo. Digo membalas sapa'an dan senyuman kezia. Pria itu bertanya kemana tujuan kezia sepagi ini sudah berpakaian rapi. Keziapun menjawab bahwa dia akan ke kantor keluarganya.


Digo menawarkan tumpangan mengantar kezia sampai ke lokasi. Kezia menolak karena ia merasa tidak enak hati berangkat bersama sahabat suaminya. Rama yang melihat Kezia bersama Digopun menggepalkan tanganya.


Bukanya Rama ingin memukul Digo sahabatnya. Tetapi merasa kesal pada istrinya yang mau-maunya saja di ajak pria lain.


"Dasar gadis murahan," gumamnya lirih tak mampu meredamkan kekesalanya.Rama mengikuti mobil sahabatnya yang membawa istrinya.


Tepatnya di gedung yang menjulang tinggi tempat digo menurunkan kezia. Gedung itu bernama "Mega Afshen."


Ternyata digo hanya sekedar mengantarkan kezia. Setelahnya ia langsung menuju kantor tempatnya dan rama bekerja.


Di rasa cukup tahu tentang istrinya,Ramapun menuju lokasi yang sama seperti digo. Di perjalanan ia sempat melihat gadis mirip vania kekasihnya. Rama segera mengerem mendadak, untung saja tidak ada mobil melaju di belakangnya.


Rama berputar arah mencari gadis tersebut namun telah kehilangan jejaknya. Rama mengumpat berkali-kali frustasi karena memikirkan vania. Ia menepikan mobilnya sebentar untuk menetralkan fikiranya. Berharap ia bisa bertemu lagi dengan vania secepatnya. Setelah bertemu vania, Rama telah merencanakan bercerai dengan Kezia. Lalu seperti sepakatan awal, Rama akan melanjutkan pernikahanya bersama vania.


Di bukanya layar handphone yang menampakan foto gadis cantik membawa payung di bawah hujan yang sangat deras. Rama meyakini gadis itu adalah vania. Seorang gadis malaikat yang selalu ada untuknya selama ini.


Karena kakak beradik, wajah vania dan Kezia hampir sama. Namun soal kecantikan saat ini memang kezia lebih cantik dari vania. Yang membuat kezia lebih cantik adalah mata hazelnya. Tubuhnya yang lebih ideal bak modelternama.


Setelah di rasa dirinya telah tenang, Rama segera menyalakan mobilnya. Rama membelah jalan ibukota menuju ke perusahaanya. Sesampainya di kantor, Rama bersikap cuek seolah tidak melihat sahabatnya yang tadi mengantar istrinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sepertinya ada yang salah faham pemirsa🤭

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2