Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Lima Tahun Kemudian


__ADS_3

Rama Asher


Lima tahun kemudian


Aku termenung di sebuah restoran mewah di pulau dewata, menunggu rekan bisnisku. Tatapanku terarah kepada dua pasangan suami istri bersama kedua anaknya kurang lebih seusia empat hingga lima tahunan. Sungguh keluarga yang bahagia dan harmonis. Andai saja dulu kami tidak bercerai, mungkin aku dan Kezia sudah memiliki anak seusia mereka.


Bicara soal Kezia, tiada lelah aku mencarinya selama ini. Namun entah kemana dia berada, dia begitu pandai bersembunyi dariku. Bahkan Adrian bungkam ketika aku menanyakan tentang Kezia. Tentang Vania dan Digo, akhirnya mereka terang-terangan menjalin hubungan. Bahkan mereka berdua berencana menikah pada waktu dekat. Kami sudah berdamai, aku juga sudah memaafkan mereka. Bahkan mereka juga akan membantuku menemukan keberadaan Kezia.


Mengapa sangat sulit menghilangkan bayangmu di fikiranku. Apa mungkin ini yang di namakan karma atas luka yang ku berikan padanya selama ini. Dimana kamu Kezia, apa kamu sudah melupakanku. Apakah kamu sudah menemukan pria baru dalam hidupmu. Apakah posisiku di hatimu sudah tergeser dengan pria yang lebih baik dariku. Bahkan, selama lima tahun ini, aku selalu menutup diri dari para perempuan. Siapapun perempuan yang berniat menggeser posisimu dari hatiku. Maka mereka akan berakhir dengan sakit hati karena ucapan dan perbuatanku. Tiada wanita yang ku inginkan selain dirimu. Wanita kuat yang selama ini menyimpan berjuta kerapuhan. Andai dulu mata hatiku tidak buta oleh Vania. Maka aku akan menjadi pria yang paling beruntung karena memilikimu. Yatanya aku adalah pria bodoh, pria yang menyia-nyiakan malaikat sepertimu.


"Selamat siang pak Rama, maafkan kami jika membuat anda menunggu lama."

__ADS_1


Lamunanku seketika buyar ketika rekan bisnisku yang bernama pak herry dan pak niko datang.


"Tidak masalah, silahkan duduk, pak."


Kami membahas tentang pembangunan cabang restauran di Bali. Selama lima tahun ini, semenjak kepergian Kezia. Aku menjadi penggila kerja, hari-hariku ku habiskan hanya untuk bekerja. Pergi pagi pulang malam. Sampai-sampai orang-orang menjulukiku sebagai Workaholic.


Workaholic sangat berbeda dengan berkeras, workaholic lebih mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan aspek kehidupan yang lain. Seperti keadaan Rama selama lima tahun ini, menghabiskan hari-harinya untuk bekerja. Karena jika dia hanya berdiam diri, bayangan Kezia dan rasa bersalahnya akan menghantuinya.Semenjak Kepergian Kezia, Rama sering menghabiskan diri di kantor dan club malam. Ia hanya sekedar minum, tidak sampai mabuk. Ia juga tidak menyentuh wanita malam sama sekali. Meskipun banyak wanita malam yang menggodanya. Tubuhnya sudah di haramkan untuk wanita manapun. Tubuhnya hanya untuk Kezia, dia tidak menginginkan wanita lain selain Kezia. Seperti mengalami nasib terburuk, oleh karena itu pekerjaan menjadi pelampiasanya.


"The only thing that overcomes hard luck is hard work."


Aku beranjak dari duduku setelah pembahasan tentang pembangunan cabang restauran telah di sepakati. Langkahku meninggalkan dua orang rekan kerjaku menuju kasir. Ku keluarkan kartu debit untuk membayar semua total makanan yang kami pesan bertiga. Aku sadar, mata kasir perempuan di depanku sedang meliriku. Aku sudah terbiasa mendapati semacam ini di manapun aku berada. Apakah aku tertarik? Jawabanya tidak sama sekali. Selain tubuhku yang mati rasa, mataku juga buta. Hatiku sudah membeku, semua itu berawal setelah kepergian Kezia lima tahun yang lalu.

__ADS_1


Bahkan Ayah dan Ibuku berkali-kali menyuruhku menikah lagi. Aku menolak, meskipun ada salah satu dari wanita yang terang-terangan memberi perhatian lebih padaku. Ibuku juga menyukainya, dia sebelas dua belas dengan Kezia. Aku juga menolaknya, dia hanya mirif Kezia, tetapi dia bukan Keziaku. Aku hanya menginginkan Keziaku kembali, bukan wanita yang hanya mirif Kezia. Apa bedanya jika aku menikahi wanita yang hanya mirif Kezia. Maka ia akan bernasib sama, hanya menjadi pengantin cadangan. Karena sampai detik ini, hatiku masih pada satu nama, yaitu Kezia.


Entah kenapa Kezia bisa membuatku segila ini. Entah kenapa Kezia bisa membuatku kehilangan sedalam ini. Bahkan bersama Vania dulu, aku tak seperti ini. Aku akui, Kezia sangat membawa pengaruh besar terhadapku. Wanita yang ku anggap penyihir, ternyata adalah malaikat. Andai umurku masih panjang, aku berharap bisa melihatnya kembali. Meskipun dia sudah memiliki penggantiku. Asalkan dia bahagia, aku ikhlas, aku hanya ingin melihatnya saja.


Langkahku berjalan lurus menuju arah mobilku terparkir. Tiba-tiba tubuhku menegang setelah sekilas mencium aroma yang selama ini ku cari. Mataku langsung memutari sekitaran tempatku berdiri. Berharap Kezia ada di tempat ini, aku sangat hafal aromanya. Bahkan aku berlari memutari lokasi yang sama. Namun tidak kudapati pemilih aroma yang baru saja melintar di indra penciumanku. Hingga tubuhku berhenti tepat di samping seorang anak laki-laki berumur sekitaran empat tahun.


Belum sempat aku memandang wajahnya, seorang wanita menggendongnya pergi memasuki taxi. Jelas wanita itu bukan Kezia, namun anak laki-laki tadi, memiliki aroma yang di miliki Kezia. Mungkin hanya kebetulan saja fikirku, kebetulan perfume mereka sama.


Setelah mencium bau perfume tadi, hatiku menjadi gundah gulana kembali. Lagi-lagi aku teringat tentang Kezia. Sampai-sampai ku hantamkan kepalaku pada setir mobil. Bayanganya tidak pernah hilang dari fikiranku. Bayangan saat dia tersenyum dan menangis karenaku. Bahkan suara tangisnya yang tertahan membuat teringaku berdenging. Sampai kapan, kau akan menyiksaku seperti ini kezia. Aku bagaikan di hantui oleh rasa bersalah dan kutukan darimu.


Tak bisakah kamu kembali, tak bisakah kita membenahi kesalahan di masalalu. Kau bagai di telan bumi, entah hidup atau matipun aku tidak tahu tentang kabarmu saat ini. Mungkin hanya kau yang bisa melihatku. Tentu saja kau bisa melihatku yang sedang menjadi trending topik di televisi dan di media lainya.Seorang pengusaha muda yang terkenal Workaholic. Menembus ke berbagai pasar dunia dalam kurun waktu singkat.

__ADS_1


Ini tidak adil bukan? dia bisa melihatku, tanpa aku bisa melihatnya. Andai dia tidak keluar pada pekerjaanya dulu. Mungkin aku tak akan sesulit ini mencarinya.


Kujalankan mobilku menuju hotel tempatku menginap. Aku sangat lelah, ternyata tubuhku memberontak untuk istirahat. Karena selama ini, aku menyiksa tubuhku untuk bekerja tanpa istirahat. Setidaknya di Bali, aku bisa menikmati pekerjaanku sambil berlibur. Meskipun hanya seorang diri, tanpa ada yang menemani. Seharusnya liburku akan terasa indah jika di temani anak dan istriku. Tapi faktanya, aku adalah duda tanpa anak. Sunggu mengenaskan bukan? di cerai, di tinggal pergi tanpa pamit dan belum memiliki keturunan. Aku menertawai nasipku sendiri, nasip yang tidak sembarang orang bisa kuat menjalaninya.


__ADS_2