
Jika Rama dan Kezia, berada di rumah sakit menemani Ethan, putra mereka. Lain halnya dengan Erik, saking emosinya, pria yang berpangkat seorang dokter bedah di singapura, kini memasuki sebuah bar, tak jauh dari lokasi rumah sakit. Sedangkan saat ini, hari sudah berubah menjadi malam.
Berkali-kali, bibir Erik, mengumpat karena kekesalanya terhadap Rama. Di depan kedua bola matanya, Rama terang-terangan memeluk dan menyuapi tunanganya. Pria mana yang tidak akan cemburu melihat tunanganya, berpelukan dengan mantan suami yang masih ada di dalam hatinya.
Erik tahu, bahwa Kezia masih mencintai Rama. Bahkan bertahun-tahun, ia mencoba menggantikan posisi Rama di hati Kezia, sangat sulit. Pada akhirnya, beberapa saat, sebelum Kezia kembali ke indonesia. Erik meminta Kezia untuk bertunangan denganya. Erik meyakinkan pada Kezia, dengan cara itulah, Kezia akan melupakan Rama.
Namun ternyata begitu sulitnya dan semakin sulit. Semenjak Kezia kembali ke indonesia, nasip sial berpihak kepada Erik. Takdir malah mempertemukan kembali, Kezia dengan Rama
Padahal rencananya Erik dulu, ingin mendekati Ethan, sebagai papanya. Agar Ethan tahu, papanya adalah Erik, bukan Rama. Sialnya, Erik terlambat, karena Ethan lebih dulu bertemu dengan Rama.
Rama adalah ancaman terbesar baginya, untuk memiliki Kezia. Di tambah lagi, Ethan yang menginginkan kedua orang tuanya bersatu.
"Brengsek kau, Rama," umpatnya, masuk ke dalam Bar.
Dewi yang baru turun dari ojek, hendak kembali ke rumah sakit, untuk menjaga Ethan, tidak sengaja melihat tunangan majikanya, memasuki Bar. Karena penasaran, Dewipun memasuki Bar, untuk melihat apa yang di lakukan Erik.
Ketika baru saja melangkahkan kakinya, masuk di dalam Bar. Aura yang membuat Dewi merasa ngeri, bagai mana tidak, jika Bar tersebut di penuhi oleh orang-orang mabuk. Bahkan ada juga wanita berpakaian sexy, sedang bergelayut manja di tubuh seorang pria.
Pandangan Dewi menelusuri setiap sudur Bar. Mencari di mana Erik, saat ini berada. Ternyata pria yang ia cari, sedang duduk, meneguk sebotol minuman, yang di yakini adalah minuman beralkohol.
Dewi duduk di tempat duduk di bagian paling ujung, dekat dengan bar layout, tempat saat ini Erik duduki. Pria itu terlihat sangat frustasi dan di penuhi emosi. Bisa dewi lihat, sekejap saja, Erik sudah meneguk habis dua botol minuman beralkohol.
Melihat Erik dalam kondisi telah mabuk berat, dan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk terjadi pada Erik. Apa lagi saat ini, Erik sudah di dekati oleh wanita berpakaian sexy, sedang meraba-raba tubuhnya.
Dewi segera melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri Erik. Dia berencana memantu Erik, pulang ke kediaman Afsen.
"Lepaskan dia! Aku akan membawanya pulang," perintah Dewi, pada si wanita sexy.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya si wanita sexy.
"Aku keluarganya," jawab Dewi, asal.
Akhirnya wanita sexy itu, melepaskan tubuh Erik. Dewi langsung menangkap tubuh Erik, yang akan limbung, jika Dewi tidak segera menangkapnya.
"Astaga tuan Erik, anda mabuk berat."
Erik menoleh, memandang wajah Dewi, yang ia anggap adalah Kezia. Pria itu langsung memeluk tubuh Dewi, erat. Sedangkan yang di peluk, meminta Erik, untuk melepaskan.
"Tuan, saya Dewi, bukan non Kezia," ucap Dewi, mencoba menjelaskan.
"Jangan menolaku, Kezia! Aku benar-benar takut, jika kau kembali kepada pria itu," ucap Erik, masih saja menganggap Dewi adalah Kezia.
"Aduh, tolong bantu saya membawa orang ini keluar," pinta Dewi, kepada si bartender.
Tanpa berfikir dua kali, Dewi langsung mengiyakan. Karena tidak mungkin juga, Dewi membawa pulang Erik, dalam kondisi seperti ini. Dewi meminta tolong kepada penjaga bar, untuk mengantarnya dan Erik, ke sebuah kamar hotel yang di sebutkan si bartender barusan.
Setelah memastika Erik, sudah tidur di ranjang kamar hotel. Dewi berniat akan meninggalkan Erik, dan menuju rumah sakit, untuk menemani Ethan. Namun naas, tidak seperti rencana yang telah ia fikirkan. Ketika Dewi hendak melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel. Tangan kekar Erik, menarik tangan Dewi, hingga gadis itu terjatuh di atas ranjang.
Dewi kaget sekaligus mendadak takut, ketika melihat Erik, melepas baju atasanya. Pria itu tersenyum licik, dalam kondisi mabuk berat. Dewi memundurkan tubuhnya, karena merasa ketakutan.
"Tu_tuan! Apa yang anda lakukan? Saya ingin keluar dari sini," ucap Dewi, gugup.
"Kezia sayang! Jangan menolaku lagi, sebentar lagi kita akan menikah," ucap Erik, masih saja menganggap Dewi, adalah Kezia.
"Saya Dewi, bukan non Kezia, Tuan," ucap Dewi, terus meyakinkan Erik.
__ADS_1
Namun percuma saja bicara dengan orang mabuk. Di mata Erik, Dewi tetaplah Kezia, dan niat licik sudah bersarang di fikiran Erik. Pria itu semakin mendekati Dewi, bahkan mengurung tubuh Dewi, dengan tubuh kekarnya.
Dewi semakin ketakutan, berusaha mendorong tubuh Erik. Namun tenaganya tidak sekuat Erik, bahkan gadis itu menangis ketakutan. Meronta, memohon kepada Erik, untuk melepaskanya.
"Kau akan menjadi miliku, Kezia! Tidak akan ku biarkan, Rama mengambilmu dariku. Mari kita bersenang-senang, akan ku buat kau hamil, sehingga Rama tidak akan bisa merebutmu lagi dariku," ucap Erik, langsung menyambar bibir Dewi dan melum@tnya.
Dewi tetap berusaha mendorong tubuh Erik, gadis itu semakin ketakutan, bahkan saat ini dia sedang menangis. Ingin meminta tolong, namun tidak ada yang menolongnya. Dewi merutuki dirinya sendiri, seharusnya dia tidak menolong Erik. Seharusnya dia, membiarkan saja Erik, dan langsung ke rumah sakit.
Tak hanya *****@* rakus, bibir Dewi, tangan Erik, juga merem@s gundukan kecil milik Dewi. Sedangakan bibirnya, kini berpindah ke leher jenjang milik Dewi. Memberi banyak tanda kepemilikanya di leher jenjang Dewi.
Dewi tidak bisa lepas dari Erik, yang dia bisa saat ini hanya menangis. Menangis ketika kain yang melekat pada tubuhnya, telah di lepas semua oleh Erik. Tidak ada sehelai benang yang tersisa di tubuh Dewi. Lelaki itu menjamah seluruh bagian tubuh Dewi, tanpa ada yang terlewatkan.
Sakit, nikmat, menjadi satu dalam kepedihan hatinya. Bahkan, mahkota yang ia jaga selama ini, telah di renggut paksa oleh tunangan majikanya. Pakaian yang tadinya melekat di tubuhnya, kini hancur karena di robek paksa oleh Erik.
Lelaki itu sangat ganas, merenggut keperawananya. Bahkan sudah berkali-kali, Erik mencapai pelepasanya. Hingga kini, Erik terbaring lemas dalam kondisi mata terpejam.
Dewi menngis, merangkak menuju kamar mandi, karena ia tak mampu berjalan. Bagian intinya terlalu sakit, untuknya berjalan. Dewi meraih keran, membiarkan air shower mengguyur tubuhnya yang telah kotor. Tangisan pilu, menggema di dalam kamar mandi. Sakit, penyesalan, kesedihan, semua menjadi satu di fikiran dan hati Dewi. Rasanya, gadis itu ingin mati saja, untuk melupakan kejadian terburuk dalam hidupnya, yang baru saja menimpanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
...Aduh, kasian banget, Dewi...
...Kenapa jadi sekacau ini, bagaimana kelanjutanya nanti?...
...Hai Readers! Bagaimana kelanjutanya, nanti?apa kalian tahu?...
Mampir juga di novel temanku, ya👇
__ADS_1