Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Ulah mertua


__ADS_3

Rama mulai sibuk dengan aktivitasnya di kantornya. Kezia juga sibuk pemotretan sebuah brand cosmetic ternama. Tentang masalah kemarin, Kezia masih pura-pura bersikap baik-baik saja. Sedangkan Rama, menganggap tidak memermasalahkan hubunganya dengan Vania.


Meskipun faktanya Kezia sebenarnya tidak baik-baik saja. Meskipun demikian, Kezia tetap memerankan tugasnya sebagai seorang istri. Mulai dari menyiapkan keperluan Rama. Dari mulai mandi, pakaian, tidak pernah lupa di siapkanya. Mereka selalu sarapan bersama, karena Rama sudah mulai terbiasa dengan masakan Kezia.


Pintu ruangan kerja Rama terbuka, yang membuka adalah Rani ibunya. Rama langsung berdiri menyambut ibunya yang tiba-tiba mendatanginya.


"Ram, nanti malam sepulang dari kantor, ajak istrimu makan malam di rumah utama."


Hanya itu saja yang ibunya Rama katakan, setelahnya, beliau langsung pergi. Padahal Rama belum menyanggupinya. Pasalnya, Rama berniat menemui Vania. Sepertinya memang ia harus mengurungkan niatnya. Karena, jika dia dan Kezia tidak hadir, keluarganya akan mengomelinya. Apa lagi ibunya yang paling tidak suka di bantah.


Kazia:


Nanti aku jemput, ibu mengajak kita makan malam di rumah utama.


Setelah mengirim chat untuk Kezia, Rama menelpon Vania. Rama berkata, jika malam ini,dia tidak bisa menemuinya. Vania sempat marah, namun wanita licik itu akhirnya mengiyakan.


Malam telah tiba, Rama dan Kezia janjian di sebuah salon kecantikan. Ternyata Kezia baru saja melakukan perawatan. Dengan sangat anggun bak model. Kezia melangkahkan kakinya menuju pada mobil Rama. Dari semenjak Kezia keluar salon hingga menemuinya. Mata Rama tak hentinya memperhatikan kecantikan istrinya. Bahkan Kezia sudah masuk ke dalam mobil. Rama tetap saja mencuri pandang, terpesona pada Kezia.


"Ehemmm, apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Kezia, membuyarkan fikiran Rama tentangnya.


Setibanya di rumah mertuanya, Kezia langsung di sambut hangat oleh ibu mertuanya. Kezia merasa sangat senang, setiap kali bertemu dengan ibu mertuanya. Mertua rasa ibu kandung, begitulah yang Kezia rasakan. Ibu mertuanya sangat ramah dan menyayanginya. Kezia berasa di sayangi ibu kandungnya sendiri.


"Kezia sayang, menantu ibu yang cantik. Ibu sangat merindukanmu, nak."

__ADS_1


Kezia langsung berhambur ke pelukan ibu mertuanya. Sangat jelas mereka berdua seperti ibu dan anak. Rama yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua. Tiba-tiba terbayang jika samapi dirinya dan Kezia bercerai. Apakah moment seperti ini akan hilang. Apakah ibunya akan memerlakukan Vania seperti Kezia. Membayangkan saja membuat kepala Rama pusing.


"Bagaimana, di sini sudah ada calon cucu ibu atau belum?"


Kezia dan Rama saling pandang, ketika ibunya memegang perut kezia sambil bertanya seperti barusan. Kezia yang bingung harus menjawab apa, hanya bisa tersenyum.


"Prosesnya sudah, jadinya kapan, kita tidak tahu," Jawab Rama.


"Kalian harus ekstra buatnya, jangan kecapekan bekerja. Terutama kamu zia, kamu jangan capek-capek."


Kezia hanya mengangguk saja, karena masih bingung harus menanggapi bagaimana. Setelah terbebas dari beberapa pertanya'an dari mertunya. Kezia merasa lega, merekapun menuju ruang makan bersama.


Di ruang makan, Kezia yang melayani Rama. Membuat kedua mertuanya merasa bahagia. Mereka merasa lega, karena putranya jatuh kepada wanita yang baik. Tak hanya cantik fisik, juga cantik hatinya. Terlihat jelas dari cara Kezia melayani Rama dan kedua mertuanya. Mereka makan bersama dengan diam.


Saat memasuki kamar milik Rama, Kezia segera membaringkan tubuhnya di atas sofa. Tiba-tiba tangan kekar Rama mengangkat tubuhnya. Memindahkanya dan membaringkanya ke atas ranjang. Tiba-tiba sekujur tubuh Kezia merasa panas. Kezia menggaruk-garuk leher dan tubuhnya yang kepanasan. Rama yang melihat tingkah aneh dari Kezia, segera bertanya.


"Kamu kenapa?" tanya Rama bingung.


Masih menggaruk lehernya, tanpa menjawab pertanya'an Rama. Bahkan tangan Kezia mulai membuka resleting dressnya. Rama segera menahanya, ia merasa ada yang aneh pada tingkah Kezia. Sejenak Rama teringat minuman yang di berikan ibunya keada Kezia. Rama langsung faham, ini adalah rencana ibunya agar segera memiliki cucu.


Kezia sudah tidak tahan lagi,bahkan dia mulai bringas. Melepas dressnya dan juga pakaian dalamnya. Membuat Kezia tampa sehelai benangpun yang menutupi tubuh indahnya saat ini. Rama hanya bisa memandangi Kezia dalam keadaan polos. Setelah membuka seluruh pakaianya, namun masih terasa panas. Kezia sudah lupa segalanya, yang ia inginkan hanyalah sentuhan dari Rama. Kezia mendekati Rama, mencium bibir Rama penuh nafsu. Rama yang tergodapun langsung menyeimbangkan serangan Kezia.


Kezia melepaskan kemeja yang di pakai Rama. Meraba serta menciumi tubuh Rama, yang membuat Rama menikmatinya. Seolah rasa malunya telah hilang pada dirinya. Rama yang tak tahan dengan serangan Kezia, tak mau kalah. Kali ini ia membiarkan istrinya yang memimpin percintaan panas antara keduanya. Rama hanya menikmati tingkah nakal Kezia saat memanjakan tubuhnya.

__ADS_1


Ternyata, di bawah kendali obat perangsang, Kezia terlihat makin sexy di mata Rama. Rama masih saja menikmati setiap sentuhan dari Kezia. Permainan Kezia membuat Rama terbuai. Karena tidak bisa menahanya lagi. Rama segera membalik tubuh Kezia dan dia yang memimpin permainan saat ini. Hingga terjadilah malam panas yang terulang kembali pada mereka berdua.


Tanpa mereka berdua sadari, Rani beserta suaminya sedang menguping di balik pintu kmar Rama. Mendengar suara percintaan antara putra dan menantunya, membuat mereka senang. Berharap mereka akan segera di beri cucu.


Setelah pelepasan pertamanya,kezia langsung tertidur. Rama menyelimuti tubuh polos kezia, lalu ia bangkit keluar menemui ibunya. Setelah melihat kedua orang tuanya yang fokus pada acara televisi. Rama langsung berdehem keras,agar orang tauanya mendengarnya.


"Lhoh Ram, kok keluar lagi? kamu meninggalkan istrimu sendiri di kamar."


"Dia sedang tidur, karena obat dari ibu, dia kelelahan," mendengar ucapan putranya,dua pasutri yang tidak lagi muda, tersenyum bangga.


"Manjur berarti obatnya, semoga cepat jadi cucu kami."


"Gak perlu pakai obat, kami bisa dengan cara normal. Kasihan Kezia yang tersiksa karena merasa kepanasa."


"Habisnya, kalian lambat sekali, kami berdua kan, pingin segera menimang cucu."


"Ayah dan ibu dulu awalnya tidak saling cinta. Nyatanya kami bisa saling cinta dan menghadirkan kamu ke dunia," timpal ayahnya Rama.


"Ayah dan ibu sama saja, pasti kalian sering minum obat semacam itu."


"Tentu, kami dulu malah rutin minum ramuan herbal. Makanya jadi anak gantengnya seperti kamu,Ram."


"Jangan lupa cucu kami, kalau belum jadi, maka kami akan selalu menganggu kalian," ucap Rani membuat Rama pergi begitu saja.

__ADS_1


Rama masuk kembali ke dalam kamarnya. Memperhatikan Kezia yang berbaring dengan selimut yang tersingkap. Memperlihatkan tubuh bagian atas yang membuat Rama on kembali. Namun Rama menahanya,tidak ingin melakukanya saat Kezia tidur. Rama memakaikan kembali, dress yang di kenakan Kezia tadi. Pergerakanya tidak mengusik tidur Kezia sama sekali. Mungkin karena effek kelelahan, membuat Kezia tertidur pulas.


__ADS_2