Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Pembahasan Dengan Mantan


__ADS_3

Setelah pintu di dobrak paksa oleh kedua penjaga bertubuh besar. Kini kamar Rama telah terbuka, Ethan langsung berlari menghampiri papanya yang terbaring di atas Ranjang. Ethan menangisi papanya yang tidak juga bangun dari tidurnya. Salah satu penjaga mendekat, memeriksa denyut nadi dan nafas tuanya. Penjaga itupun bernafas lega, karena Rama hanya tertidur. Bisa dia lihat di meja nakas, tergeletak sebotol obat tidur. Mereka meyakini, tuan mereka baru saja mengkonsumsinya.


Setelah di pastikan kondisi aman, merekapun membenahi pintu yang baru saja mereka dobrak paksa. Ethan berbaring di samping papanya dan memeluk erat tubuh papanya. Takut-takut jika terjadi sesuatu pada papanya. Sedangkan Kezia masih terpaku dengan hiasan di kamar Rama. Bukan terpaku dengan interiornya yang mewah. Namun lebih berfokus pada photo-photo yang tertempel di dinding. Bahkan ada satu foto yang berukuran paling besar, yang membuat tangis Kezia pecah seketika. Photo tentang masalalunya dengan Rama. Photo pernikahanya dengan Rama, yang masih terlihat indah. Photo yang masih terpajang, di saat pernikahan mereka sudah berakhir beberapa tahun yang lalu.


Kezia tidak kuat lagi berlama-lama di kamar Rama. Wanita itupun segera membalikan tubuhnya dan mendapati Erik tepat di depan matanya. Erik segera mengajak Kezia keluar. Bahkan Erik mengajak Kezia pergi dari rumah Rama. Namun Kezia menolak, karena takut putranya akan marah. Erikpun di buat kecewa oleh penolakan Kezia. Bahkan Erik menduga, Kezia berubah setelah melihat photo pernikahanya bersama Rama.


Kesal dengan sikap Kezia, Erikpun pergi meninggalkan tunanganya di rumah mantan suaminya. Bahkan Erik mengumpat, tidak akan membiarkan tunanganya kembali lagi bersama mantan suaminya. Kezia adalah miliknya, bahkan sebentar lagi akan menjadi istrinya. Dia yang menemani Kezia selama empat tahun lamanya. Dia yang selalu ada ketika Kezia terpuruk dan depresi. Erik tidak akan rela jika Rama merebut kembali Kezia dari sisinya.


Sedangkan Dewi, sedari tadi hanya menjadi penonton. Mengamati ekspresi Kezia dan juga Erik tunanganya. Jika boleh memilih, Dewi berharap Kezia kembali rujuk dengan Rama. Selain serasi dan karena ada Ethan di antara mereka. Dewi juga meyakini, ada cinta yang belum kelar di antara keduanya. Dewi juga bisa melihat dengan jelas, kobaran cinta dari mata keduanya yang masih menyala. Bukan berarti Dewi adalah cenayang yang bisa menebak isi hati dan fikiran orang. Tetapi, ia benar-benar bisa melihat keduanya sedang saling menyembunyikan perasa'an mereka, karena suatu hal. Suatu hal yang hanya mereka berdua yang mengetahuinya.


Pandangan mata Dewi berfokus pada Kezia yang masih menangis. Tanpa ia tahu, fikiran Kezia di penuhi dengan teka-teki yang sangat rumit. Dewi segera menghampiri Kezia, untuk menenangkanya. Bagaimanapun, Kezia mempunyai riwayat depresi yang sangat parah. Dewi tidak ingin, penyakit Kezia yang baru sembuh, akan kambuh kembali.


Asisten rumah tangga Rama, menghampiri Kezia dan memberikanya segelas minuman. Setidaknya dengan meminum air putih, mampu meredakan kegugupanya. Tak lama, Ramapun bangun dan mendapati putranya tertidur di sampingnya. Sontak Ramapun kaget dan berfikir, bagaimana putranya bisa kerumahnya dan masuk ke kamarnya yang jelas-jelas ia kunci. Rama mencium puncak kepala putranya, penuh kasih sayang. Di selimutinya tubuh Ethan yang sedang tertidur.


Rama beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi. Di rasa tubuhnya sudah sedikit segar, Ramapun keluar dari kamarnya. Dia akan bertanya kepada penjaga rumah dan asisten rumah tangganya. Namun tiba di anak tangga paling bawah. Mata Rama mendapati Mantan istrinya sedang menlihatnya juga dari sofa ruang tamu. Niatnya ingin bertanya pada pekerjanyapun ia urungkan. Rama malah melangkahkan kakinya mendekati Kezia.


"Ada apa?" tanyanya singkat dengan wajah datarnya. Bukanya apa, Rama hanya ingin membatasi dirinya agar tidak berharap pada tunangan orang.


"K, kau sudah bangun?" ucap Kezia berdiri dari duduknya memandang mantan suaminya.

__ADS_1


"Hmmm,'' begitulah jawaban singkat Rama, membuat kecanggungan mendadak muncul di antara mereka berdua. Untung ada Dewi yang menengahi keduanya.


''Pak Rama! Syukurlah jika pak Rama tidak kenapa-kenapa. Tadi Ethan sampai panik dan berteriak, mendapati pak Rama yang tidak bangun," ucapan Dewi, membuat Rama di penuhi tanda tanya. Dewipun menceritakan kejadian tadi, tanpa di kurangi maupun di lebih-lebihkan.


"Oh, jadi seperti itu ceritanya," respon Rama, di angguki Dewi. Ramapun beralasan, ia mengkonsumsi obat tidur karena pekerja'anya yang terlalu banyak, membuatnya pusing dan sulit tidur. Berbanding dengan kenyata'an yang sebenarnya. Karena kenyata'an sebenarnya, Rama pusing memikirkan Kezia sang mantan istrinya.


"Di mana, Ethan?" tanya Kezia, Ramapun menjawab putranya sedang tidur di kamarnya.


Saat Kezia ingin menemui putranya, Rama mencekal pergelangan tanganya. Bagai tersengat aliran listrik, Keziapun reflek melepaskan cekalan tangan Rama. Namun percuma saja, tenaganya kalah kuat dari Rama.


"Jangan ganggu putraku yang sedang tidur, Kezia. Lebih baik kau ikut aku ke ruang kerjaku sekarang juga. Banyak hal yang ingin ku bahas denganmu saat ini juga," pintanya final, Keziapun tidak bisa beralasan maupun menolaknya.


Kezia mengikuti langkah mantan suaminya menuju ruang kerjanya. Rama langsung menutup pintu, membuat Kezia gugup. Bahkan pintu ruang kerja Rama, terkunci otomatis.


"Apa maksudmu, Rama?" tanya Kezia.


"Sepertinya tidak perlu ku jelaskan panjang lebar. Kau pasti tahu maksudku, aku menginginkan hak asuh putraku," ucap Rama sekali lagi, Kezia menggeleng, tidak menyetujui permintaan Rama.


"Tidak Rama, aku yang melahirkanya, aku juga yang berjuang sendirian ketika aku mengandungnya. Kini, dengan mudahnya, kau ingin meminta hak asuh," ucap Kezia tanpa berfikir, padahal kesalahan terletak pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Apa aku pernah menyuruhmu memikul semuanya sendiri? Apa kau pernah memberitahuku tentang kehamilanmu? Siapa yang pergi dan menghilang begitu saja dariku? Dan sekarang kau ingin menyalahkanku? Bercerminlah Kezia, maka kau akan tahu siapa yang salah sebenarnya," ucap Rama datar. Kezia gelagapan, menyadari kesalahan terletak pada dirinya sendiri.


"Ku mohon, jangan pisahkan aku dengan putraku, Rama."


"Lalu apa yang kau inginkan Kezia? Apa kau ingin menggantikan posisiku sebagai papanya dengan pria itu? Bahkan aku tidak menyangka, ternyata ini alasanmu menyembunyikan identitas putraku. Kau sengaja ingin menjadikan pria lain sebagai papanya, bukan?" ucap Rama menekankan setiap perkata'anya.


"Tidak Rama, bukan seperti itu."


"Lalu seperti apa?" tanya Rama mengikis jarak dengan Kezia. Tentu saja Kezia gugup, ketika jarak mereka sangatlah dekat. Rama menatap lekat wajah mantan istrinya dari jarak yang cukup dekat. Sosok wanita yang ia cintai, yang kini menjadi milik pria lain. Mengingat Erik, Ramapun menekankan perkata'anya pada Kezia.


"Satu lagi! Aku tidak suka pria itu mendekati putraku," ucap Rama, menjauh dari tubuh Kezia, sebelum kendali dirinya goyah. Karena aroma bunga lily pada tubuh Kezia, mampu menggoyahkan hati dan fikiran Rama. Rama membuka pintu ruang kerjanya, di ikuti Kezia yang meminta Rama untuk berhenti.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hai Readers🖐️


Kalian di team Kezia atau Rama?


Kalau aku sih, bingung🤭

__ADS_1


Maunya di team Ethan aja, deh


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2