
Kezia terpaksa menuruti kemauan dari putra semata wayangnya. Kini mereka bertiga berbaring di atas ranjang king size milik Rama. Jika Mereka masih suami istri yang utuh, mungkin moment seperti ini akan sangat menyenangkan. Namun nyatanya, mereka adalah mantan suami istri dan kecanggunganlah yang mereka rasakan saat ini.
Rama membacakan dongeng pengantar tidur untuk putranya. Berharap Ethan segera tidur dan Ramapun akan berpindah tidur di sofa. Dia juga merasakan kecanggungan yang luar biasa hebatnya. Satu ranjang dan satu kamar dengan mantan istrinya, membuat Rama teringat akan masalalu mereka berdua.
Ethan berada di antara mereka berdua, Rama merasa sangat mengantuk. Tanpa terasa matanya terpejam tak sadarkan diri. Sedangkan Kezia hendak pindah ke sofa, langsung di cegah putranya. Melihat Rama sudah tertidur, kini giliran Kezia yang menidurkan putranya.
Karena Ethan tidak kunjung tidur, membuat Kezia lelah dan tanpa sadar juga memejamkan matanya. Sepertinya Ethan telah merencanakan semuanya. Ketika memastikan Papa dan Mamanya tertidur pulas. Ethan keluar kamar, sengaja meninggalkan papa dan mamanya tidur berdu.
Menjelang pagi, Kezia menggeliat dalam tidurnya. Dia belum sadar, sebuah tangan kekar telah melingkar di pinggangnya. Kezia menggeliat pelan, merasakan kenyamanan yang membuatnya enggan membuka mata. Merasa ada pergerakan di sampingnya, Ramapun menggeliat pelan. Hingga tak lama, Kezia mulai membuka matanya. Samar-samar matanya menangkap sosok tampan yang sangat ia rindukan selama ini.
Kezia mengira ini adalah mimpi, tanpa dia sadari, dia benar-benar tidur di samping Rama. Di mana Ethan putra mereka berdua sa'at ini? Dia sengaja pergi dan tidur bersama nenek kakeknya.
Kezia masih menatap wajah tampan Rama yang terlelap. Jemari tanganya menyusuri setiap pahatan indah wajah mantan suaminya. Pahatan wajah yang begitu sempurna untuk seorang pria.
"Kenapa mimpi ini begitu nyata? Bahkan terasa kamu benar-benar ada di depanku, Rama," ucap Kezia lirih.
Rama membuka matanya, ketika merasa wajahnya di raba oleh tangan lentik seorang wanita. Mata keduanya saling menatap, tentu saja Kezia merasa kaget. Segera ia jauhkan tanganya yang masih menempel di wajah Rama.
Tubuh Rama dan Kezia sangat dekat, sehingga mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Tatapan Rama pada Kezia, sungguh tidak bisa di tebak. Bahkan Kezia bingung harus bagaimana saat ini. Ketika Kezia hendak bangkit dari tidurnya, tangan Rama menahanya. Kezia tidak bisa berkutik lagi, karena tenaganya kalah dengan tenaga Rama.
Rama masih menatap lekat mata hazel Kezia yang sangat ia rindukan selama ini. Keduanya terhanyut dalam pandangan yang menyatu.
"Kezia."
Kezia terkejut ketika kesadaranya kembali seperti semula. Ia mendengar suara Rama mengucapkan namanya.
"Rama," seru Kezia.
"Apa kau masih mencintaiku, Kezia?"
__ADS_1
"Ram! Apa maksutmu? Aku sudah punya tunangan," ucap Kezia gugup dalam posisi sedekat ini.
"Jawab Kezia! Apa kau masih mencintaiku?" tanya Rama, mempererat tanganya di tubuh Kezia.
Aliran darah Kezia seakan berhenti berdesir, ketika ia merasakan sentuhan Rama kembali. Bahkan jika Kezia bergerak sedikit saja, maka bibir mereka akan bersentuhan.
"Ya, aku masih mencintaimu! Tetapi aku sudah menjadi milik Erik. Aku akan belajar mencintainya dan melupakanmu, Rama.
"Kenapa? Kenapa kita tidak memulainya lagi dari awal? Memberikan keluarga yang utuh untuk putra kita, Kezia?"
Kezia menggeleng, karena di fikiranya masih mengira Ramalah yang akan menikah dengan kakaknya Vania. Dia tidak ingin merebut Rama untuk kesekian kalinya dari kakaknya.
"Tidak, Rama," Kezia menolak.
"Kezia, aku sangat merindukanmu! Bolehkan aku egois kali ini saja? Jujur, aku tidak sanggup melihatmu dengan pria itu.
"Apakah benar kau merindukanku, Ram? Tetapi kenapa? Bagaimana bisa kau merindukanku?" tanya Kezia, membalas tatapan Rama.
"Apa maksudmu, Ram?"
"Aku mencintaimu! Maaf, aku terlalu pengecut untuk jujur. Bahkan Rasa ini sudah hadir sebelum kita bercerai."
Kezia kaget, reflek ia membekap mulutnya setelah mendengar ucapan dari mantan suaminya. Bahkan mata Kezia sudah berkaca-kaca.
"Jangan bohong Rama! Jangan mengarang cerita jika niatmu ingin rujuk denganku."
Rama semakin frustasi karena Kezia tidak mempercayai ungkapan cintanya. Tanpa peduli lagi, Rama segera menyambar bibir Kezia dan menyatukan dengan bibirnya.
Kezia memberontak minta di lepaskan, ketika bibir Rama ******* bibirnya. Rama sudah tidak peduli lagi, meskipun Kezia adalah tunangan Erik. Ia menginginkan Kezia, ia ingin menuntaskan kerinduanya yang tertahan sekian lama.
__ADS_1
Kalau bisa, Rama ingin membuat Kezia hamil anak keduanya. Karena cara baik-baik selalu mendapat penolakan. Ramapun menggunakan cara nekat di situasi yang tepat. Persetan jika dia di juluki perebut tunangan orang. Baginya kebahagiaan Ethanlah yang terpenting. Rama bukan merebut tunangan orang. Melainkan dia merebut kembali ibu dari putranya.
Rama mengukung tubuh Kezia, ******* kembali bibir yang membuatnya candu. Hingga ciumanya semakin memancing gairahnya. Ciuman itu semakin menuntut untuk lebih dari ciuman. Ciuman yang awalnya hanyalah bibir dan bibir, kini telah turun ke leher jenjang milik Kezia. Membuat Kezia tanpa sadar mendesah karena cumbuan Rama.
Kezia juga merindukan sentuhan Rama, pria satu-satunya yang berhasil menyentuhnya. Ingin memberontok, namun Kezia tidak bisa. Hanya ucapan kata maaf dari hatinya untuk Erik. Sebelum Rama melepaskan seluruh kain yang melekat pada tubuh Kezia. Mereka menyatukan kerinduan selama ini tertahan, lewat penyatuan tubuh di antara keduanya.
Rama semakin bersemangat ketika tidak ada lagi penolakan dari Kezia. Mereka melakukan kembali, sesuatu yang gila di luar akal sehat keduanya. Tubuh mereka menyatu, bahkan Rama tersenyum ketika Kezia memanggil namanya di akhir penyatuan mereka.
Rama menebarkan kembali benihnya di dalam rahim Kezia. Dia tidak menyesali perbuatanya, jikapun Kezia hamil kembali anak keduanya, maka Rama akan dengan senang hati bertanggung jawab.
Kezia menangis di saat kesadaranya kembali lagi.Dia merasa bersalah kepada Erik tunanganya, karena menghianati kepercayaanya. Rama segera membawa Kezia kedalam pelukanya.
"Zia! Aku sangat mencintaimu, demi Tuhan aku berkata jujur. Aku sangat mencintaimu, mari kita rujuk kembali, demi putra kita dan benihku yang mungkin saja tumbuh di rahimu saat ini," ucap Rama serius, menatap manik mata Kezia.
Kezia menggeleng, karena ia tersadar, Rama adalah calon suami Vania. Sedangkan dirinya adalah calon istri Erik.
Rama tidak menyangka, Kezia masih saja menolaknya, setelah percintaan panas mereka berdua barusan. Bahkan dengan jelas Kezia mengucapkan cinta untuknya di saat pelepasanya tadi. Namun kenapa Kezia tetap saja menolaknya untuk kembali rujuk.
"Apakah kamu bahagia bersama Erik?" tanya Rama, ingin sekali lagi memastikan bahwa pendengaranya salah. Kezia mengangguk, melepas tubuhnya dari kungkungan Rama. Kezia memunguti bajunya yang berserakan, karena percintaanya tadi bersama Rama.
Setelah memakai semua bajunya, Kezia pergi dari kamar Rama. Meninggalkan Rama yang masih tidak menyangka dengan sikap Kezia.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Asraga! Ingat belum syah, woy🤭
Jangan adem panas wahai Readers😁, maafkan aku ini yang sedikit khilaf🤭
Jangan lupa like, koment dan subsribe, ya😁
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️