Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Menguntit


__ADS_3

Rama masih duduk di cafe di area tak jauh dari lokasi kantornya, sambil mengecek beberapa pekerjaan di laptopnya. Ketika tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sangat mengganggunya akhir-akhir ini. Orang itu adalah Erik, yang baru saja duduk tak jauh dari tempat Rama.


"Ngapain si brengsek Erik kesini?" gumamnya.


Dahi Rama mulai mengerut ketika mendapati dua orang pria menghampiri Erik, yang Rama yakini adalah orang suruhan Erik.


Reflek Rama berpindah duduk di balik tempat duduk Erik, demi menguping pembicara'an mereka. Sebenarnya Rama bukan tipe penguping pembicara'an orang. Namun jika pembicara'an mereka berhubungan dengan Kezia, Rama tidak ingin melewatkan kesempatanya.


"Bagaimana? apa kalian sudah menemukan perempuan itu?" tanya Erik, pada dua pria di depanya.


Begitu mendengar ucapan Erik barusan, dahi Rama kembali mengkerut. Penasaran dengan sosok perempuan yang sedang di cari Erik. Rama berfikir dan tak lama dia sudah bisa menebak perempuan yang di cari Erik sudah pasti adalah pengasuh putranya.


Rama semakin menajamkan pendengaranya, siapa tahu ada info tentang keberada'an Dewi, dari dua orang suruhanya Erik.


"Kami sudah menemukanya, tuan! perempuan itu saat ini tinggal di desa nelayan yang sangat terpencil, dan sepertinya dia sedang hamil muda," ucap salah satu orang suruhan Erik.


"Apa?"


Sepontan Erik langsung berdiri karena tersentak oleh ucapan dari salah satu orang suruhanya. Begitupun Rama, dia juga merasa kaget namun masih bisa mengendalikan diri agar tidak ketahuan Erik.


"Pastikan kalian awasi perempuan itu! jangan biarkan dia menemui tunanganku ataupun keluarga tunanganku," perintah Erik.


Mendengar ucapan Erik, Rama segera mengirim pesan whatsapp pada Bagas. Sebelum orang-orang Erik bertindak. Rama akan lebih dulu menyuruh Bagas dan orang-orang kepercaya'anya untuk melindungi Dewi.


Rama tidak menyangka, tunangan dari mantan istrinya begitu pengecut dan licik. Sesekali Rama juga tertawa, mengingat Erik akan mengakui anaknya di dalam kandungan Kezia.


"Dasar pria licik! Kau menelantarkan perempuan yang mengandung benihmu dan ingin mengakui benih orang lain. Jangan harap rencanamu akan berhasil, aku akan bertindak lebih cepat, Erik," gumam Rama dalam hati, sembari menyeringai penuh percaya diri.


Setelah mengirim pesan pada Bagas, Bagas langsung mengerahkan orang-orang Rama untuk menjalankan tugas darinya. Rama cukup duduk manis, orang-orangnya akan membereskan semuanya.

__ADS_1


Rama menutupi wajahnya dengan berpura-pura mengambil sesuatu yang terjatuh di lantai. Ketika Erik dan dua orang suruhanya beranjak pergi dari cafe, melewati dirinya. Rama juga sesekali melirik, menghafal wajah-wajah dua orang suruhan Erik.


Erik sangat berbahaya, maka dari itu Rama juga akan memperketat penjaga'an untuk Kezia dan juga putranya. Dengan meminta Kezia agar tidak keluar dari apartemen Vania, tanpa orang-orang yang menjaganya.


"Rama!"


Rama langsung tersentak karena tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya. Ternyata orang itu adalah Digo, menatap heran pada sahabatnya yang menunduk di bawah meja.


"Sial! Kau membuatku kaget."


"Apa yang kamu lakukan, Ram?" tanya Digo.


Rama langsung meminta Digo untuk duduk, setelahnya ia akan menceritakan sesuatu yang barusan ia dengar.


Awalnya Digo malas mendengarkan, tak lama pria itu menggebrak meja, sehingga para penghuni cafe menatap ke arah Digo dan Rama.


"Kau gila?" ucap Rama, melihat ulah sahabatnya.


Rama menjawab, bahwa semua sudah dia atur dan para orang-orang kepercaya'anya akan mengamankan Dewi. Digo terus saja mengumpat, setelah mengetahui ulah tunangan Kezia.


Bagaimana seorang dokter bisa berbuat hal yang memalukan dan merendahkan dirinya sebagai seorang lelaki. Apa lagi perempuan itu, benar-benar menjadi korban atas perbuatanya.


"Aku akan memberitahu Vania! Bagaimanapun dia lebih dekat dengan Kezia saat ini. Kita harus berhati-hati dengan Erik, Ram," ucap Digo, Rama mengangguk setuju.


Haripun sudah semakin larut, Rama akan menemui Kezia dan putranya di apartemen milik Vania. Di tempat lain, Kezia sudah tertidur sembari memeluk putranya. Tadi Vania sempat mengirim pesan, bahwa dirinya tidak akan pulang malam ini. Vania akan menemani papanya yang masih belum sadarkan diri di ruang inap rumah sakit.


Tanpa Kezia tahu, Rama dan Vania sudah merencanakan semuanya. Bahkan Rama akan memberi kejutan kedatanganya malam ini di apartemen Vania.


Rama memasuki lobby apartemen Vania, menggunakan cartu akses yang masih dimilikinya. Bahkan Rama membawa rentengan tas yang berisi barang-barang belanja'anya. Mulai dari baju Kezia, Ethan, dan keperluan Kezia dan anaknya.

__ADS_1


Setibanya di lantai paling atas, Rama segera masuk ke dalam apartemen Vania. Ruangan yang gelap, menandakan penghuninya sudah tertidur. Di letakanya barang-barang yang ia bawa. Lalu kakinya melangkah tepat di kamar deretan nomer dua, yang Rama yakini Kezia dan putranya berada saat ini.


Benar saja, wanita yang ia cari tengah tertidur sembari memeluk putranya. Rama mulai melangkahkan kakinya dengan pelan, menghampiri dua orang yang ia cintai.


Tidak ingin mengganggu tidur nyenyak Kezia dan putranya. Rama segera menuju kamar mandi, mencari kesegaran pada tubuhnya. Sebelum dia ikut bergabung tidur dengan Kezia dan putra mereka.


Rama keluar dari kamar mandi dalam kondisi lebih segar. Di lihatnya Kezia yang terbangun dari tidurnya dan menoleh ke arahnya.


"Rama_


"Kau terbangun, sayang? Apa aku mengganggu tidurmu?


Kezia menggeleng, matanya terus memandang ke arah Rama. Hingga Rama duduk di pinggiran ranjang di sebelahnya.


Rama membawa tubuh Kezia kedalam pelukanya dalam posisi kepala bersandar di bahu. Betapa Rama sangat mencintai ibu dari anak-anaknya. Apa lagi sekarang, Kezia semakin terlihat cantik di saat hamil muda.


Tangan Rama meraba perut rata Kezia, dalam keada'an senang bercampur haru. Karena mengingat sewaktu Kezia mengandung Ethan, dia tidak berada di sisinya.


"Izinkan aku kali ini selalu di sisimu dan menjagamu. Setidaknya untuk menebus waktu yang terbuang ketika kamu mengandung Ethan."


Kezia mengangguk antusias, tentu saja dengan senang hati Kezia akan mengizinkan. Moment ini yang ia nantikan sedari dulu. Ketika mengandung, ada suami yang selalu siaga di sampingnya. Sayangnya mereka berdua belum di beri kesempatan untuk rujuk.


Tak apa, ini hanya masalah waktu, setelah semua rahasia Erik terbongkar. Maka dengan mudah, Kezia akan kembali lagi ke dalam pelukan Rama. Sayangnya saat ini, keluarga Kezia terutama Adrian dan tuan Afsen, terlalu percaya kepada Erik. Hingga mata mereka terbutakan ketika melihat Rama.


Bayang-bayang masalalu antara Kezia dan Rama, menjadikan trauma tersendiri bagi Adrian dan tuan Afsen. Mereka hanya tidak ingin melihat Kezia menderita lagi, jika bersatu dengan Rama.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Ayo, Rama! Bongkar rahasia Erik🤔

__ADS_1


Mampir juga di karya temanku, ya😊👇



__ADS_2