Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Fakta tentang Ethan


__ADS_3

Hari ini Rama harus kembali ke jakarta, dan mempercayakan pembangunan restauran barunya kepada dua partner kerjanya. Ranti sekertarisnya sudah berkali-kali menghubunginya untuk kembali. Karena di jakarta, pekerja'an terbengkalai tanpanya. Tentu saja Ranti tidak akan bisa menghandle semuanya. Mau tidak mau dia harus tetap kembali. Meskipun hatinya berat untuk meninggalkan bali. Ia akan kembali ke jakarta sambil menunggu info dari orang-orang suruhanya.


Setibanya di jakarta, Rama kembali ke kantornya lebih awal. Rama menjalani aktivitasnya, dengan kesibukan seperti biasanya. Seperti janjinya pada Ranti, walaupun lelah, ia tetap harus menyelesaikan pekerjaanya hari ini. Rama memasuki lobby kantornya dengan langkah pelan. Setelah satu minggu ia pergi ke pulau dewata. Semua karyawan membungkukan badan tanda hormat.


Ketika tiba di depan meja sekertarisnya, Ranti yang tidak melihat bosnya, langsung berdiri setelah mendengar deheman dari Rama.Wanita itu langsung gelagapan dan memberi hormat.


"Bos, anda sudah tiba?" tanyanya sambil mengontrol kekagetanya.


"Hemmm, apa jadwalku hari ini?" tanya Rama dengan wajah dinginya. Selama lima tahun ini, banyak perubahan pada diri Rama.Selain workholic, dia juga menjadi sangat dingin dan menakutkan. Ranti yang sudah lama menjadi sekertarisnya, sangat faham perubahan pada diri bosnya. Ranti juga tahu, bosnya berubah setelah perceraianya dengan istrinya. Di tambah lagi, mantan istrinya yang hilang tanpa jejak. Bahkan Rama juga sering marah, jika pekerjaan karyawanya banyak yang salah. Untung saja gaji di kantornya sangat besar. Kalau tidak, pasti karyawanya akan resigin semua.


"Setelah ini kita akan bertemu dengan tuan Takizaki di sebuah restoran di dekat sini," kata Ranti pada Rama.


"Apakah kau sudah menyiapkan semua berkasnya?" tanya Rama.


"Sudah, bos!" sahut Ranti.


"Bagus," puji Rama pada kecekatan sekertarisnya dalam bekerja.


Rama turun dari mobilnya, di ikuti Ranti yang mengikutinya di belakang. Sesuai jadwal, mereka akan menemui klienya di resto yang mereka masuki saat ini.


Setelah pertemuan mereka selesai, mereka kembali lagi ke kantor. Rama memasuki ruanganya, memanfaatkan waktu sejenak untuk bersandar di kursi kebesaranya mengistirahatkan tubuhnya. Lelah, itu sudah pasti ia rasakan.Tak lama pintu di ketuk dari luar, membuat Rama menegakan kembali tubuhnya.


"Ada apa lagi?" tanyanya pada Ranti


"Ada dua orang pria yang mencari Pak Rama," ucap Ranti


Mengetahui siapa yang di maksud sang sekretaris, Rama menyuruh mereka masuk. Kini dua orang suruhanya telah memasuki ruangan Rama, lalu meletakan amplop berwarna coklat di atas meja kerjanya.


Pandangan mata Rama melihat ke arah amplop coklat yang terletak di meja kerjanya.Matanya terus menatap amplop coklat, kemudian beralih menatap kedua orang suruhanya.


"Apa ini?" tanya Rama


"Data kelahiran anak kecil yang tuan cari tahu latar belakangnya," jawab salah satu dari mereka


Rama langsung mengambil amplop coklat di mejanya, lalu segera membacanya.


......KETERANGAN LAHIR......


...No:56-19-11-19...


Yang bertandatangan di bawah ini, menerangkan bahwa:


...Pada hari ini Selasa, Tanggal *********, Pukul 21:12...

__ADS_1


Telah lahir seorang bayi:


Jenis kelamin : Laki-laki


Jenis Kelahiran : Tunggal


Kelahiran ke : 1


Berat Lahir : 2700 gram


Panjang Badan : 49 cm


Di rumah sakit :


...****************...


Atas Nama : Ethan Asher


Dari Orang Tua :


Nama Ibu : Kezia Afsen


Pekerjaan :


...****************...


...****************...


Nama Ayah : Rama Asher


Pekerjaan :


...****************...


KTP No. :


...****************...


Alamat :


...****************...


Kecamatan :

__ADS_1


...****************...


Kab/Kota :


...****************...


^^^**************** , Tanggal ************^^^


Saksi I Saksi II Penolong Bersalin


(*******) (********) (*********)


Setelah membaca berkas di tanganya, Rama langsung bangkit dari duduknya. Keterkejutanya dan kekecewaanya menjadi satu. Dia sangat kecewa dan marah, sekian lama Adrian, mantan mertuanya dan Kezia, menyembunyikan kelahiran putranya.


"Kurang ajar! Ternyata selama ini mereka menyembunyikanya dariku.


Rama sangat kecewa, sebagai seorang ayah, dia tetap berhak mengetahui tentang putranya. Meskipun di antara dirinya dan Kezia telah usai sekalipun. Bahkan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya berhamburan semua, karena kemarahanya. Rama menyuruh dua orang suruhanya pergi. Kemudian ia menyuruh Ranti masuk ke dalam ruanganya.


Ranti masuk, langsung membekap mulutnya setelah melihat kekacauan di ruangan bosnya. Apa lagi melihat bos dinginya semakin dingin, membuat Ranti bergidik ngeri.


"Bereskan kekacauan ini dan cancel semua jadwal. Aku akan melakukan penerbangan ke Bali siang ini," ucap Rama bergegas keluar dari ruanganya membuat Ranti kesal karena harus membereskan semua kekacauan yang di buat bosnya.


Siang ini juga, Rama akan kembali ke bali. Ia harus menemui putranya, lebih tepatnya putranya bersama Kezia. Ia sudah menduga, kecurigaanya ternyata benar. Mana mungkin ada seorang anak yang wajahnya sangat mirip denganya, jika bukan keturunanya. Bahkan selama ini hanya Kezia yang berhasil ia masuki. Selama berpacaran dengan Vania, Rama sama sekali tidak melakukan kontak fisik kecuali mencium kening, pipi dan punggung tanganya.


Entah perasaan apa yang Rama rasakan saat ini. Kemarahan dan kekecewaan sudah pasti dan wajar jika ia marah dan kecewa. Tapi ada yang lebih penting dari itu. Perasaan senang karena ternyata dia mempunyai keturunan dari Kezia. Apa lagi putranya sangat mirip denganya. Tanpa tes DNA, semua orang akan tahu jika Ethan adalah putranya. Benih cintanya bersama Kezia, wanita yang menghilang entah kemana. Rama tetap akan mencari keberada'an Kezia. Namun sekarang ia akan berfokus dulu untuk menemui putranya. Sejenak fikiranya mengingat tentang wanita yang bersama putranya. Ia akan mengorek informasi dari wanita itu. Tidak peduli wanita itu di bawah kendali Adrian sekalipun.


Kini Rama telah tiba di bandara Gusti Ngurah Rai Bali. Penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara Gusti Ngurah Rai Bali di tempuhnya selama 1 jam 50 menit. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Bali adalah 1 jam karena Jakarta masuk dalam zona waktu Indonesia bagian barat (WIB) sedangkan Bali masuk dalam zona waktu Indonesia bagian tengah (WITA).


Saat keluar dari pintu keluar bandara, Rama sudah di sambut oleh empat pria berjas hitam dan berkacamata hitam. Mereka membungkuk memberi hormat dan mempersilahkan Rama untuk memasuki mobil. Mobilpun melaju ke suatu tempat yang Rama tuju. Ia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dan memeluk putranya.


Setibanya di sekolahan tempat putranya menimba ilmu. Rama langsung masuk dan menemui gurunya. Tanpa memperkenalkan dirinya, guru Ethan sudah bisa menebak bahwa Rama adalah ayahnya. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa setiap hari Ethan selalu di antar oleh Dewi. Bahkan dari pendaftaranpun, Dewi yang mengurusnya.


"Kapan jam sekolah akan selesai, bu?" tanya Rama


"Apakah anda ayahnya Ethan?" tanya guru itu dan di angguki Rama.


Bahkan para ibu-ibu muda yang sedang menunggu kepulangan putra putrinya mencuri pandang pada wajah Rama yang tampan. Rama hanya memasang wajah datar, seolah tidak merasa menjadi objek pandangan mereka. Fokusnya hanya pada segerombolan anak kecil yang mulai keluar satu persatu dari kelasnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Enaknya di bikin gimana cerita selanjutnya ya?


Jangan lupa tungguin cerita selanjutnya 😘

__ADS_1


Ada yang tahu Kezia di mana?


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2