Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Angela menemui Kezia


__ADS_3

Rama menggeser ikon berwarna hijau di ponselnya, setelah mendengar telpon masuk dari seseorang. Bola matanya yang tadinya nampak redup, mendadak bercahaya. Bagai mendapati jalan keluar yang akhir-akhir ini yang dia tunggu.


Orang-orang suruhan Rama telah mendapatkan lokasi tempat persembunyian wanita yang menghancurkan hidupnya. Jika tahu akan seperti ini, Rama akan mendengarkan saran Digo tempo hari, untuk tidak membiarkan wanita itu pergi.


"Bawa wanita itu ke hadapanku," perintah Rama.


"Tidak semudah itu, tuan! karena apartemen yang wanita itu tempati sangatlah private. Jadi kami harus menunggu wanita itu keluar dari apartemen, baru kami bisa membawanya ke hadapan anda," ucap seseorang di balik telpon.


"Terserah kalian saja, atur semuanya dan aku ingin hasil secepatnya."


Rama membanting ponselnya di atas Ranjang tempat tidurnya. Di pikir orang-orangnya telah menangkap Anggela. Nyatanya mereka hanya menemukan tempat wanita itu berada saat ini.


Anak buah Rama melihat sebuah mobil memasuki kawasan apartemen yang di tinggali Anggela. Mereka juga melihat sosok Erik keluar dari mobil yang baru saja memasuki area apartemen tak jauh dari mereka berada.


Anak buah Rama masih memantau hingga Erik kembali keluar hingga salah satu di antara mereka melihat Erik keluar bersama sosok wanita bercadar yang mereka yakini adalah Angela.


"Siapkan mobil, kita ikuti mereka pergi," ucap salah satu di antara mereka. Orang-orang Rama yang berjumlah tiga orang itu pun mengikuti arah mobil yang di tumpangi Erik dan Kezia. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan tidak akan membiarkan mereka lolos lagi.


Mobil Erik melaju memasuki kawasan dekat kediaman Afsen. Rencana hari ini, Erik menyuruh Angela untuk menemui Kezia. Erik meminta kepada Angela untuk menghasut Kezia. Setelah Kezia terhasut dan membenci Rama, di situlah Erik akan masuk ke kehidupan Kezia sebagai dewa penolongnya lagi.


"Kau tahu tugasmu? laksanakan secepatnya karena kita tidak punya waktu banyak," perintah Erik.


Anggela tidak merespon Erik, tanpa di jelaskan, dia sudah tahu apa yang harus ia lakukan


namun tanganya tetap membuka pintu mobil. Angela turun dari mobil, melangkahkan kakinya melangkah membuka pintu gerbang rumah. Ternyata pintu getbang di kediaman Afsen tidak di kunci, sehingga memudahkan orang lain untuk masuk.


Setelah membuka dan menutup kembali pintu gerbang, wanita cantik itu meghampiri Kezia di saat Kezia sedang menyirami tanaman bunganga di teras depan rumah.

__ADS_1


"Selamat siang," sapa Angela membuat Kezia langsung menoleh dan selang air di genggamanya pun langsung terlepas.


Kezia terkejut, ketika wanita yang mengusih fikiranya selama berminggu-minggu ini, kini berada di hadapanya.


"Mau apa wanita ini kemari?" batin Kezia di penuhi banyak pertanya'an di fikiranya.


"Kamu siapa?" tanya Kezia pura-pura tidak kenal.


"Hai Kezia, apa kamu belum pernah melihatku? bahkan photo dan vidioku viral di sosial media bersama mantan suamimu. Oop's, maksudku Rama, jadi pasti kamu pernah melihatku,bukan?" tanya Angela.


Kezia mendadak merasa geram, tamu yang tak di undang, datang-datang mengusik ketenanganya. Lalu ada hal apa yang membuat wanita itu tiba-tiba mendatangiku.


"Katakan secara langsung! sebenarnya apa maumu? katakan dengan jelas tanpa berbelit-belit," ucap Kezia mengontrol emosinya.


"Aku kesini memintamu agar tidak berhubungan lagi dengan, Rama. Karena kami berdua akan menikah karena ada bayi kami di dalam perutku saat ini," ucap Angela tersenyum.


Lagi-lagi Kezia terkejut atas penuturan yang di sampaikan oleh Angela. Menikah karena wanita itu hamil? berarti Rama dan wanita ini benar-benar melakukanya. Itulah yang saat ini meracuni fikiran Kezia.


Mati-matian Kezia menahan rasa sesak di dada, tapi dia tetap mencoba tenang di hadapan orang lain. Anggela tersenyum mendengar jawaban dari Kezia barusan. Ternyata semudah iti membodohi wanita yang di cintai Rama.


"Jadi apakah sudah jelas? kamu sudah puas? maka pergilah karena aku masih banyak hal yang harus aku lakukan."


"Kamu mengusirku?" protes Angela.


"Bukan salah saya, karena kamu datang tanpa seizin saya. Jadi silahkan pergi karena saya benar-benar sibuk, nona."


Mendengar pengusiran secara halus dari Kezia, membuat Angela melangkah pergi. Angela tersenyum puas karena berhasil mempengaruhi fikiran kezia.

__ADS_1


Wanita itu melangkah keluar, tanpa melihat situasi di luar sana. Tiba-tiba ada sosok pria yang langsung membiusnya hingga Angela tidak sadarkan diri.


Kezia langsung terduduk menumpahkan tangisanya yang sedari tadi ia tahan. Rasa sesak di hatinya membuat Kezia meremas sudut hatinya yang terasa sesak.


Kezia sudah tidak menyadari pakaianya telah basah kuyup. Bukan hanya pakaian saja yang basah, mata pun ikutan basah karena terus menerus menangis.


"Kenapa sesakit ini rasanya, Tuhan? kenapa harus Rama? kenapa dia tega menyakiti hatiku untuk ke dua kalinya. Kenapa dia harus mengejarku kembali, memberi harapan-harapan yang indah dan nyatanya palsu. Kenapa sesakit ini rasanya di hianati untuk ke dua kalinya. Aku pun ingin bahagia meski tidak bersamanya."


"Astaga, Zia! apa yang sedang kamu lakukan? lihatlah pakaianmu basah kuyup, kau bisa masuk angin. Ayo masuk, kakak bantu kamu berjalan menuju kamarmu," ucap Vania.


Vania datang-datang langsung di suguhkan ke galauan dari adiknya. Vania sudah bisa menebak, pasti semua iti tidak lepas dari tentang Rama Asher.


"Kok bisa sih, Zia! kamu kok bisa sampai basah kuyup seperti ini, kenapa?" tanya Vania sembari tanganya menuntun adiknya berjalan menuju kamarmu.


Kezia mengusap air matanya, ingin rasanya berhambur ke dalam pelukan kakaknya. Namun pakaian Kezia semua basah, tidak mungkin dia akan memeluk kakaknya.


Kezia bergegas memasuki kamarnya, entah kenapa rasanya tubuhnya mulai menggigil. Vania meminta adiknya duduk, sementara dia akan mengambilkan baju dan handuk kering untuk Kezia.


Tak menunggu lama, Vania segera membantu adiknya melepas pakaianya yang basah dan menggantinya dengam yang kering.


"Zia, badanmu mengigil! kakak akan mengoleskan minyak angin agar tubuhmu terasa lebih.


Kezia menggeleng, dia hanya butuh mengganti pakaianya yang basah dengan yang kering. Kezia juga meminta tolong pada kakaknya untuk membuatkan secangkir teh hangat untuknya.


Vania segera memanggil asisten rumah tangga untuk membuatkan teh seperti yang orang-orang inginkan.


Di rasa adiknya sudah terlihat tenang, pelan-pelan Vania menanyakan prihal apa yang membuatmu terlihat sdih. Vania terus mendesak meskipun akhiranya sama-sama jawabanya.

__ADS_1


"Zia, dan kamu percaya begitu saja ucapan dari orang lain?"


Kezia terdiam, menimbang-nimbang mana yang salah dan mana yang benar. Hingga kepalanya menjadi migren karena terlalu serius memikirkanya kejadian tadi.


__ADS_2