Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Sang Mantan


__ADS_3

Seorang lelaki tampan, lebih tepatnya duda tampan beranak satu, sedang tertawa bahagia bermain bersama putra tercintanya. Seolah terlahir kembali dari dunia gelam menjadi penuh warna. Putranya mampu memberikan warna baru dalam hidup Rama. Mengembalikan tawa dan senyuman yang telah lama hilang.


Rama bersyukur, Tuhan masih memberikanya kesempatan untuk merasakan bahagia. Kini, tiada hal yang membahagiakan baginya, kecuali putranya. Semua itu akan terasa lengkap, jika ada Kezia di antara mereka.


Ngomong-ngomong soal Kezia, wanita cantik bermata hazel itu, akan kembali ke pulau dewata besok pagi. Hal itu Rama ketahui dari para orang-orang suruhanya. Rama sudah tidak sabar menunggu hari esok. Belahan hatinya yang telah lama hilang, kini kembali pulang.


"Boy, bagaimana jika besok kita kasih kejutan untuk mama?" tanyanya pada putranya. Ethan dengan semangatnya mengiyakan usul dari papanya. Rama berharap, Kezia mau memaafkanya dan kembali kepadanya.


Rama tidak ingin menjadi pecundang seperti dulu lagi. Dia akui, karena kebodohanya yang tidak jujur atas perasaanya pada Kezia, membuat rumah tangganya makin hancur. Seharusnya ia jujur saat itu, setidaknya mereka tidak akan jadi bercerai. Namun, namanya nasi kalau sudah jadi bubur, mau di olah jadi apa lagi. Selain memperbaikinya, untuk menjadi hal yang lebih baik.


Akhirnya hari itu tiba, hari di mana siang ini Kezia akan datang ke bali. Rama dan Ethan sudah berpakaian rapi, untuk menyambut Kezia. Niatan mereka berdua tidak di ketahui siapapun. Karena yang namanya kejutan, tetap harus di jaga.


Adrian berkali-kali menghubungi Rama, agar mengantar Ethan menemuinya.Rama tahu, meskipun Adrian tidak memberitahu rencananya. Bahkan saat ini, Rama dan Etan, sudah tiba di bandar udara internasional ngurah rai. Matanya sudah menangkap keberadaan Adrian, yang ia yakini sedang menunggu kedatangan Kezia.


Tak berselang lama, di lihatnya wanita cantik yang semakin cantik, setelah sekian lama tidak melihatnya. Wanita itu adalah Kezia, Rama tersenyum, dengan semangat menggendong putranya menemui Kezia. Langkahnya sangat lebar, berharap segera sampai. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, senyum di bibirnya luntur. Ketika ia mendapati seorang pria, merangkul pundak Kezia, dengan sangat posesife.


"Papa, kenapa berhenti?" tanya Ethan, membuyarkan pandangan Rama. Rama langsung menurunkan putranya, karena Ethanlah yang meminta di turunkan. Ethan berlari dan meneriaki mamanya. Sedangkan Rama masih terpaku di tempat yang sama.


"Mamaaa," teriak Ethan, memanggil Kezia. Kezia merentangkan tanganya, menanti putranya berhambur ke pelukanya. Kini tangis Keziapun pecah, ketika putranya memeluknya.


"Sayang, putra mama! Kau sudah besar, nak? Maafkan mama yang meninggalkanmu begitu lama," ucap Kezia dengan suara bergetar karena menangis.

__ADS_1


"Apakah ini benar mamaku seperti yang ada di foto?" tanya Ethan polos, di angguki kezia.


"Apa mama akan pergi lagi?" tanyanya lagi, Kezia menggeleng dan menjawab pertanyaan dari Ethan.


"mama tidak akan pergi, nak! Mama akan menemanimu mulai dari sekarang," ucap Kezia


"Apakah mama akan tinggal bersama papa?"Ethan bertanya lagi. Kezia mengangguk, karena kezia tidah tahu, orang yang di panggil papa oleh putranya.


"Kita akan tinggal bersama papa Erik," ucap Kezia sambil memperkenalkan Erik pada putranya. Erik adalah calon suami Kezia yang baru. Selama empat tahun ini, Erik selalu menemani Kezia. Karena Erik adalah dokter yang menangani penyakit Kezia.


Mendengar mamanya menyebut papa lain selain papanya, membuat Ethan mundur. Bocah berusia empat tahun itu merasa tidak terima. Baginya, papanya hanyalah papa Rama. Ethan tidak ingin memiliki papa lain selain Rama.Kezia yang melihat perubahan pada putranyapun merasa kaget. Apa lagi ketika ia maju, Ethan memundurkan tubuhnya.


Mata keduanya,Rama dan Kezia beradu dalam jarak jauh. Seolah menyalurkan rasa kerinduan yang di batasi dengan tembok yang sangat tinggi. Ethan menangis, mendongak, melihat papanya yang masih terpaku di tempat. Kesadaran Rama langsung kembali, setelah mendengar suara tangis putranya. Rama berjongkok, mengusap air mata putranya dan air matanya sendiri yang hanya di sudut matanya, belum sampai terjatuh.


Rama menguatkan diri menahan sesak di dada demi menguatkan putranya. Tiada yang tahu jika hatinya saat ini bagai di remas sesuatu hal yang tak kasat mata. Perih, sakit, hancur, ketika harapan hanya menjadi debu. Semangatnya dari semalam untuk bertemu Kezia telah luntur begitu saja. Mantan istri yang teramat ia cintai telah menikah lagi dengan orang lain.


"Papa, Ethan tidak mau punya papa lain selain papa Rama," tangis bocah itu sambil berteriak. Ramapun segera memeluk putranya, menahan air matanya sendiri yang hampir jatuh.


"Sayang, kamu tidak boleh seperti itu, nak. Papa Ethan tetap papa Rama, yang di sana adalah papi, jadi papa dan papi, tidak sama," bujuk rama pada putranya.


"Jadi, papa Ethan hanya papa Rama? yang di sana, Ethan harus manggil papi?" tanyanya polos, Ramapum mengangguk.

__ADS_1


"Ayo sapa mama dan papi dengan dengan baik, nak," pinta Rama, dan Ramapun menghampiri Kezia, Erik dan juga Adrian, sembari menggendong putranya. Dia mencoba tersenyum untuk menutupi luka di hatinya.


"Hai, lama tidak bertemu, apa kabar Kezia," sapanya kepada sang mantan istri dengan menampilkan senyum terbaiknya dan menguluskan tanganya. Sedangkan Kezia bukanya membalas uluran tangan Rama, dia malah menangis sesegukan di dalam pelukan Adrian. Ram tersenyum dan menyembunyikan kembali tanganya di saku celananya.


"Ethan, sapa mamamu, nak," pinta Rama pada putranya. Bocah kecil itu mengangguk, entah kenapa dia begitu patuh dengan Rama. Mungkin karena like father like son. Bukan hanya wajah mereka yang bagaikan pinang di belah dua, dalam versi dewasa dan anak-anak. Namun ikatan batin seorang papa dan anaknya begitu dalam. Mungkin karena mereka sengaja di pisahkan selama ini. Sekali bertemu, hati mereka menyatu dengan erat.


Di sini sebenarnya bukan salah Rama seutuhnya. Rama hanya korban dari dendam Vania kepada Kezia. Apa salahnya seorang pria mempertahankan kesetiaanya pada wanita yang ia cintai. Saking kecewanya, dan karena pengaruh Vania, dia jadi membenci Kezia.


Namun Tuhan membongkar semuanya di saat yang tidak tepat. Tuhan membongkar semuanya di saat Rama dan Kezia di ambang perceraian. Di tambah lagi sikap pengecut Rama yang tidak berani mengakui cintanya yang telah berpindah ke hati Kezia. Membuat Kezia pergi meninggalkanya hingga lima tahun lamanya.


Sesal? Tentu saja penyesalan itu yang kini menyiksa hati dan fikiran Rama. Waktu tidak bisa lagi di putar kembali. Niatnya untuk memperbaiki hubunganya dengan mama dari putranya telah luntur. Setelah menyaksikan wanita yang teramat ia cintai, telah di miliki pria lain.


Setelah mendengar sapa'an dari putranya, Kezia langsung berjongkok, memeluk penuh kerinduan pada putra kecilnya. Sekian lama meninggalkan putranya demi menjalankan pengobatan, membuat Kezia kehilangan waktu kebersamaanya dengan putranya. Di tambah lagi, di hari pertama kali mereka bertemu. Putranya menolak kehadiranya karena membawa papa baru untuknya. Tapi Kezia merasa lega, ternyata mantan suaminya berhasil membujuk putranya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


...Hai Readers tercinta🖐️🤭...


...Katakan siapa di sini yang mendukung kezia dengan dokter Erik? Dan siapa yang mendukung Kezia balikan dengan Rama?...


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2