
Kezia masih dalam kondisi kaget karena tunanganya adalah laki-laki yang menghamili Dewi. Kezia sangat kecewa pada Erik, bukan kecewa karena di hianati ataupun apa. Lebih tepatnya Kezia kecewa karena Erik sok inging mengakui bayi yang Kezia kandung seperti darah dagingnya sendiri. Sedangkan Erik sendiri telah menelantarkan wanita malang yang di renggut paksa kesucianya hingga menyebabkanya hamil dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Lebih parahnya lagi papa Kezia dan Adrian begitu mempercayai laki-laki pembohong seperti Erik. Bersikap sok bijak dan terlihat seperti laki-laki baik-baik. Nyatanya Erik tidak sebaik yang papanya dan kakaknya lihat.
Andai papanya dan Adrian tahu tentang ini, entah mungkin mereka akan di buat kecewa oleh Erik. Ketika papanya dan Adrian kecewa, makan pernikahan Kezia dan Erik tidak akan pernah terjadi.
Sekilas Kezia kembali pada ingatan beberapa menit yang lalu. Ketika Rama memintanya mengambil beberapa helai rambut Erik. Kini Kezia mengerti alasan Rama memintanya melakukanya. Hal itu semata-mata untuk meyakinkan dan sebagai bukti bahwa Erik adalah ayah biologis dari bayi yang Dewi kandung.
"Dasar laki-laki brengsek! bisa-bisanya dia menjadi seorang pengecut. Aku harus segera memberitahu papa dan kak Adrian tentang ini," ucap Kezia hendak pergi ke luar kamar, namun di tahan oleh tangan Rama.
"Jangan gegabah, Sayang! percuma mereka tidak akan percaya semua yang kamu katakan. Kecuali kamu sudah memiliki bukti yang akurat untuk menceritakanya pada keluargamu. Dapatkan beberapa helai rambut Erik, dan berikan padaku. Lebih cepat lebih baik, biar DNA mereka bisa segera di proses.
"Dan ada lagi sayang! berpura-puralah seolah kamu sangat mengharapkan menikah dengan Erik. Agar Erik dan yang lain tidak curiga, dan serahkan yang lainya padaku, tugasmu hanya mendapatkan rambut Erik."
Benar kata Rama, gegabah bukanya menyelesaikan masalah, malahan membuat masalah itu tidak akam pernah terselesaikan. Dengan nafas memburu Kezia menahan kekesalanya. Dia benar-benar sakit hati karena pengasuh putranya di hamili dan di telantarkan oleh Erik.
Rama mencoba menenangkan Kezia, mengelus dada Kezia, agar amarah Kezia semakin mereda. Lelah karena emosinya, Kezia mulai mengantuk. Rama mengelus lembut kepalanya, membuat Kezia tidak sanggup lagi membuka matanya.
Setelah memastikan Kezia tidur dengan nyaman, Rama perlahan bangun untuk sekedar membenarkan posisi tidurnya. Kini posisi tidur Rama miring, sembari tanganya memeluk tubuh Kezia. Hingga mentari pagi mulai menerobos dari jendela kaca kamar Kezia. Di situlah sosok laki-laki yang menemaninya dua malam berturut-turut, kini telah pergi. Lagi-lagi Rama bangun lebih awal darinya.
Tak lama kemudian setelah membersihkan diri, Kezia keluar dari kamarnya bergabung ke meja makan bersama kakaknya, putranya dan juga papanya. Tak lupa mata Kezia beralih fokus pada sosok laki-laki yang dia bahas dengan Rama tadi malam. Erik pagi-pagi sekali sudah datang karena hari ini Erik akan mengajak Kezia menjemput ayah dan ibunya.
Kezia menatap malas pada Erik yang saat ini sedang memerankan sandiwaraya. Kalau bukan karwna nasehat Rama tadi malam. Sudah pasti Kezia akan mencakar habis wajak laki-laki yang tega memperkosa pengasuh putranya.
Mereka semua makan dengan diam, tidak ada satupun yang bersuara. Hanya suara bell yang tiba-tiba berbunyi, membuat fokus semuanya teralihkan pada sosok pria tampan yang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Rama," ucap Kezia pelan sembari bibirnya tersenyum dan di balas senyuman tak kalah manis dari Rama.
"Papa," kali ini suara Ethan yang berteriak saking senangnya papanya datang.
Bocah itu langsung berlari meninggalkan sarapanya dan menghampiri Rama. Terlihat tatapan kurang suka dari tiga laki-laki yang masih setia duduk di meja makan dan melanjutkan sarapan mereka tanpa menawarkan sarapan bersama kepada Rama.
"Anak papa yang paling ganteng! Ethan sedang sarapan apa, sayang?" tanya Rama.
"Sandwich buatan mama, pa! kata mama, papa sangat menyukai sandwich buatan mama, oleh karena itu aku juga ingin mencicipinya. Ternyata sandwich buatan mama sangat enak, pa," jawab Ethan antusias.
Mendengar penuturan dari putranya, membuat Rama tersenyum ke arah Kezia. Ternyata Kezia tidak pernah melupakan hal sekecil itu pada dirinya.
Jika Rama tersenyum senang memandang Kezia, berbeda sedang Erik yang berhenti mengunyah sandwich buatan Kezia, yang ternyata adalah kesuka'an rivalnya.
"Mau apa kau kemari? tanya Erik yang tiba-tiba sudah berada di antara Rama dan Kezia.
"Alasan yang masuk akal! padahal bisa jadi kau sedang melirik tunangan dan calon ustri orang," sindir Erik yang mulai merangkul bahu Kezia.
Kezia reflek menghindar sehingga rangkulan tangan Erik di tubuh Kezia pun terlepas.
"Jika kau mampu menduga jawabanya, kenapa kau tetap bertanya padaku, tuan Erik," ucap Rama menekankan ucapanya.
"Brengsek," umpat Erik terpancing emosi hendak memukul wajah Rama.
Rama segera menghindar dari pukulan Erik, sehingga tanpa persiapan Erikpun tersungkur ke lantai. Rama dan Kezia mengulum senyum sedangkan Ethan yang melihat Erik, sudah tertawa terbahak-bahak, menertawakan Erik.
__ADS_1
"Sebelum memukulku, bastikan latihan bela diri dengan baik, tuan Erik," ucap Rama mengejek.
"Brengsek," lagi-lagi Erik mengumpat, lalu kembali pada posisi semula. Menatap Rama dengantatapan permusuhan dan hanya di abaikan oleh Rama.
"Cukup! kalian berdua membuat selera makanku hancur," bentak Adrian.
"Sayangnya dia yang mulai! aku ke sini hanya untuk menjemput putraku tapi dia mengiranya lain," ucap Rama dengan senyum mengejek.
Erik sudah akan memukul Rama kembali, tiba-tiba Adrian menghentikanya. Akhirnya dua kali Rama terselamatkan dari pukulan orang gila di depanya.
"Cepat kau pergi dari sini dan bawa Ethan juga," perintah Adrian.
"Tanpa kau suruh pun aku akan membawa putraku pergi. Karena itu memang niatku dari awal. Kezia sangat sedih melihat respon kakaknya begitu ketus terhadap Rama.
Lagi-lagi Rama mendapati seringai mengejek di wajah Erik padanya. Secara tidak langsung wajah erik memnjelaskan bahwa Rama adalah orang luar yang tidak di undang kehadiranya.
Rama memandang wajah sedih Kezia, seolah memberitahu bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa. Setelahnya Rama langsung pergi mrmbawa putranya masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Afsen.
Kezia terus menatap kepergian putra dan mantan suaminya. Hingga mereka benar-benar menghilang dari pandangan matanya. Ada yang hilang di dalam hatinya merasa tidak rela dan ingin ikut pergi dengan mereka. Kezia ingin sekli lepas dari semua hal yang membelenggunya. Ingin rasanya segera mengembalikan keutuhan keluarga kecilnya bersama Rama. Apakah bisa? yang bisa Kezia lakukan saat ini adalah hanya berharap keinginanya bisa terkabul dan semua rencana Rama untuk memperjuangkanya bisa berhasil.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Susah banget sih, untuk mempersatukan mereka 🤔
Mampir di karya temanku ya 😊👇
__ADS_1