
Seorang wanita cantik bertubuh ideal bak gitar sepanyol sedang menutup diri di dalam rumah. Beberapa hari ini Angela tidak bekerja, karena dia saat ini sedang di incar para wartawan. Namanya dan photo photonya beredar di seluruh sosial media. Bahkan yang sebelumnya dia tidak di kenal masyarakat luas, mini Anggela di kenal sebagai kekasih rahasia seorang Rama Asher. Meskipun komentar negative cenderung lebih banyak dari pada komentar positivenya. Tetapi banyak netizen di luar sana yang berkomentar dirinya sangan serasi bersanding dengan Rama Asher. Hal itu membuat wanita cantik itu menjadi percaya diri untuk mendapatkan Rama.
Ingin rasanya Angela keluar dan menanggapi pertanyaan dari wartawan. Bahkan dia akan mengaku sebagai kekasih Rama, namun Erik melarangnya. Erik akan menjadwalkan waktu yang tepat untuk Anggela keluar dari persembunyianya.
Hidup wanita itu bagaikan manekin yang di kendalikan oleh Erik. Niat awal hanya untuk mendapatkan Rama, malah dia terjerumus pada rencana Erik.
Begitupun dengan Rama, jika Angela sedang bersembunyi, Rama pun juga masih bersembunyi dari kejaran para wartawan. Setidaknya dia sudah punya satu senjata cctv percakapanya dengan Anggela sewaktu wanita itu mendatangi kantor Rama. Rama masih membutuhkan cctv yang sempat di hapus Erik. Bahkan Rama menyewa hacker profesional untuk memulihkan rekaman cctv yang sempat terhapus. Meskipun mustahil, tapi tidak ada yang bisa menebak kecerdikan para hacker untuk memecahkan masalah.
Di lain tempat Kezia tak henti-hentinya menangis setiap melihat berita Rama dan Anggela. Bahkan Kezia merasa cemburu bercampur sakit hati setelah membaca komentar netizen yang mendukung Rama dan Angela menikah.
Kezia sangat kecewa, di saat dia sedang mengandung buah hatinya, Rama malah menghianatinya. Padahal Rama dan Vania sudah berulang kali menjelaskan bahwa berita itu tidaklah benar. Namun Kezia tetap saja tidak mempercayai omongan Rama dan Vania.
Kezia terlalu tenggelam pada kecemburuan dan sakit hatinya, sehingga fikiranya tidak berfungsi untuk memikirkan kemungkinan yang terjadi. Matanya seolah buta untuk sekedar melihat mana yang benar dan mana yang salah.
Bahkan tidak hanya itu saja, saking sedihnya ibu hamil itu sampai melupakan makan dan tidak memikirkan bahwa dia sedang hamil. Tentu saja sikap Kezia mancing kemarahan pada papanya.
Sekuat tenaga tuan Afsen selama beberapa hari ini menahan amarahnya. Namun melihat putri bungsunya yang terus-terusan menangisi mantan suaminya dan melupakan kondisinya sendiri yang saat ini berbadan dua, membuat emosi tuan Afsen meledak-ledak.
"Sampai kapan kamu memikirkan pria bajingan itu, Kezia?" bentak tuan Afsen dengan wajahnya yang merah padam karena emosi.
"Pa, jangan kasar kepada Kezia," bela Vania.
"Diam kamu!" bentak tuan Afsen pada Vania.
Kezia memandang papanya dan kakaknya secara bergantian. Dengan keadaan matanya yang telah membengkak saking keseringan menangis.
__ADS_1
"Apa kamu mau membunuh bayi di dalam perutmu, Zia? sampai kapan kamu akan menangisi si brengsek itu? hingga kamu tidak mau makan, kamu fikir di dalam tubuhmu hanya ada nyawamu? kamu lupa ada nyawa lain di dalam tubuhmu?" teriak tuan Afsen hingga terdengar menggelegar, sehingga para penghuni rumah itupun mendengar suaranya.
Kezia tersadar, secepat mungkin di hapusnya air matanya. Kepalanya menunduk, pandangan matanya melihat perut buncitnya yang berusia 4 bulan lebih yang berarti bayi yang dia kandung telah di tiupkan nyawa oleh sang pencipta. Tanganya mengelus lembut perut buncitnya, bibirnya berucap maaf kepada calon buah hatinya, karena Kezia tanpa sadar telah hampir mencelakai bayinya.
Vania tetap berusaha meredakan emosi papanya, sembari tanganya mengambil sepiring nasi yang tergeletak di meja nakas. Vania mendekati adiknya, meminta Kezia agar memakan makananya.
Kezia yang sebelumnya menolak, kini dia menerima suapan demi suapan yang di beri kakaknya. Vania dengan telaten menyuapi adiknya, hal pertama kali yang dia lakukan selama ini umtuk Kezia. Vania tersenyum bercampur haru, melihat adiknya mau memakan makananya.
Tuan Afsen yang melihat putrinya sudah mau makan, pria paruh baya itu pun melangkah pergi. Sebenarnya masih ada sesuatu hal yang ingin beliau katakan pada putri bungsunya. Tuan Afsen akan menundanya hingga Kezia selesai menghabiskan makananya.
Kecewa pasti kecewa, ayah mana yang tidak akan kecewa setelah melihat lelaki yang menghamili putrinya, juga tidur dengan wanita lain. Apa lagi berita dan photo-photonya beredar di mana-mana. Sungguh sangat memalukan, apa lagi namanya dan nama Kezia ikut terseret di media online.
Tentu saja namanya dan nama putrinya ikut terseret, karena Rama adalah mantan suami Kezia. Ada juga netizen yangembandingkan kecantikan Kezia dengan Angela. Ada netizen yang menginginkan Kezia dan Rama rujuk kembali menjadi suami istri. Ada pula sebagian netizen yang berharap Rama dan Angela menikah.
"Lihatlah ma, lihat putri-putri kita, Vania telah berubah lebih baik, tidak seperti dulu. Namun kenapa putri bungsu kita yang aku bangga-nanggakan sela ini, kini menyakitiku? kenapa putri bungsu kita harus mencintai lelaki brengsek seperti Rama? apa dosaku di masalalu? sehingga putri bungsu kita nasipnya seperti ini. Adrian juga, aku tahu hatinya hancur saat ini karena wanita yang selama ini dia cintai telah menikah dengan Erik. Ayah tahu ma, dia menutupi kesedihanya. Sedangkan Vania, putri ke-2 kita yang sangat keras kepala, hidupnya malah lebih baik dari pada ke-2 saudaranya. Papa lelah ma, papa berharap mama menjemput papa sekarang juga. Dari pada papa harus melihat anak-anak kita seperti ini. Sakit, rasanya sangat perih di hati, aku merasa gagal menjadi seorang papa."
Tanpa di sadari, Vania sedari tadi mendengar ucapan papanya. Niat hati ingin mengembalikan piring kosong bekas adiknya ke dapur. Vania malah mendengar isak tangis dari arah kamar papanya. Tentu saja hati Vania terasa teriris dan tercabik-cabik. Baru kali ini Vania mendengar papanya menangis. Apa lagi papanya menangis seorang diri di dalam kamar. Parahnya lagi, papanya menangis karena ke tiga anaknya di depan photo almarhum mamanya.
Mendadak Vania teringat kenakalan dan kejahatanya dulu kepada keluarganya terutama pada Kezia dan papanya. Sedari kecil belum pernah sekalipun Vania mendengarkan perkata'an dari papanya. Vania selalu membangkang dan menjawab setiap perkataan yang keluar dari bibir papanya.
Dengan langkah pelan, Vania menuruni anak tangga menuju dapur. Fikiranya masih memikirkan tentang kesalahanya selama ini. Andai sejak lama Vania tahu papanya terluka atas perbuatanya, pasti Vania akan memutar ulang roda waktu. Yang dia bisa lakukan saat ini hanyalah menyesali semuanya. Serta memikirkan untuk menciptakan keutuhan keluarga yang di inginkan papanya kepada ke-3 anak-anaknya.
"Maafkan Vania, pa! mungkin Vania lah anak papa yang paling mengecewakan selama ini. Tapi Vania sudah berubah dan Vania janji akan lebih baik dan mencoba membuat papa bangga pada Vania," gumnya lirih dan Vania hampir terpeleset dari ujung anak tangga karena kurang fokus. Untung saja ada Digo yang baru tiba dan dengan sigap menahan kekasihnya yang hampir terpeleset.
"Sayang! kenapa kamu melamun? ada apa?" tanya Digo.
__ADS_1
Vania langsung berhambur ke dalam pelukan kekasihnya dan menumpahkan tangisnya. Digo pun kaget, pasalnya dia hampir tidak menemui kekasihnya menangis. Yang Digo kenal, Vania adalah wanita angkuh dan pantang menangis. Tentu saja tangisan Vania mengundang berbagai pertanyaan pada diri Digo.
"Ada apa, sayang? tumben kamu nangis? siapa yang bikin kamu nangis?" tanya Digo sembari menuntun kekasihnya duduk di sofa.
"Apa aku selama ini jahat, yank? aku telah melukai hati papaku selama ini," ucap Vania masih terisak di dalam pelukan Digo.
"Enggak! kamu adalah kamu, dan itu sudah cirikas dirimu. Aku mencintaimu apa adanya, sayang dan tunggu dulu, kenapa kamu tiba-tiba ngomong seperti itu? apa yang terjadi?" tanya Digo.
"Barusan aku mendengar dan melihat papaku menangis di depan photo almarhumah mamaku. Papa menangisi kami ber tiga putra putrinya. Papa merasa gagal menjadi seorang ayah dan meminta almarhumah mama untuk mengajaknya pergi dari dunia ini. Sakit banget yank, aku merasa berdosa karena melukai papaku selama ini. Bantu aku untuk berubah lebih baik lagi," ucap Vania menceritakan.
"Kamu salah jika memintaku untuk membantumu berubah, sayang. Yang bisa merubah diri kamu hanyalah diri kamu sendiri. Aku hanya bisa mendampingimu untuk berubah lebih baik. Aku sangat senang mendengar niatanmu untuk berubah. Aku akan selalu ada di sampingmu dan menemanimu untuk menjadi dirimu yang lebih baik," ucap Digo menanggapi sembari mengusap butiran air mata yang merubah wajah angkuh kekasihnya menjadi sendu.
Vania mendongakan wajahnya, dia merasa tidak salah selama ini mencintai Digo. Lelaki di depanya ini tetap mencintainya dalam kondisi dan situasi apapun. Dari semenjak Vania jahat hingga berubah menjadi baik. Digo termasuk dalam kategori pria tersabar di dunia ini. Dan Digo termasuk pria yang hampir berhasil merubah Vania menjadi wanita yang lebih baik.
Digo mengecup sayang kening kekasihnya lalu turun ke dua mata Vania yang tertutup. Setelah menerima kecupan sayang dari Digo, Vania membuka mata dan tersenyum manis menatap kekasihnya.
Vania memeluk tubuh Digo sangat Erat, Vania juga berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada Kekasihnya. Karena Digo lah sosok satu-satunya yang selalu ada untuknya selama ini. Digo juga tak kalah membalas pelukan Vania dengan sangat Erat. Lelaki itu sangat mencintai Vania, terlebih melihat Vania berubah semakin baik, membuat kadar cintanya semakin bertambah.
"Jangan pernah tinggalin aku, aku tidak bisa kehilanganmu, yank. Tetap cintai aku sampai kapanpun, karena kamu adalah lelaki terbaik yang selalu ada untuku," pinta Vania pada Digo.
Digo mengangguk dan berkata bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Vania. Hanya Ajal yang akan memisahkan mereka. Selain kisah Rama dan Kezia, ada kisah Vania dan Digo yang memiliki makna yang mendalam. Bahwa cinta itu tidak hanya mencintai ketika dia adalah orang baik. Tepi cinta yang mampu bersabar di saat orang yang kuta cintai berubah dari yang buruk menjadi lebih baik. Karena cinta tanpa syarat, dan itulah yang di rasakan oleh Vania Afsen dan Digo sanjaya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Cieh, sweet juga, kan? kisah cinta Vania dan Digo?
__ADS_1