
Kezia merasa nyaman dalam pelukan kakaknya, Vania. Meskipun masih ada sedikit rasa trauma tentang perlakuan kakaknya di masalalu. Apakah salah jika Kezia sedikit berwaspada. Bukanya dia tidak percaya ataupun tidak ikhlas memafkan Vania. Mengingat kakaknya terlalu licik di masalalu, membuat Kezia belum bisa percaya seratus persen.
Vania juga tahu, sulit mendapatkan kepercaya'an dari adiknya. Mengingat sedari Kezia di lahirkan ke dunia, hingga saat ini, Vania selalu bersikap buruk terhadap adiknya.
Berbeda dengan tuan Afsen, merasa sangat terharu melihat kedua putrinya, akhirnya bisa akur. Pria tua itu, melangkahkan kakinya, menghampiri kedua putrinya. Di rengkuhnya kedua putrinya kedalam pelukanya.
"Tetaplah seperti ini! Jangan ada kebencian ataupun perselisihan lagi, di antara kalian. Kalian berdua adalah putri-putri, papa. Papa menyayangi kalian dan juga kakak kalian. Untuk kedepan, papa mohon, kalian saling menjaga dan melindungi satu sama lain," tutur tuan Afsen, menasehati kedua putrinya.
Kezia dan Vania saling pandang, lalu menganggukan kepala secara bersama'an. Membuat tuan Afsen begitu sangat senang dan merasa lega di hari tuanya.
"Papa, siapa tante itu?" tanya Ethan, pada Rama.
"Kenalan dong, sayang! Dia tantemu, tante Vania kakaknya mamamu," ucap Rama menjelaskan.
Vania menoleh ke sumber suara anak kecil yang mempertanyakan siapakah dirinya. Vania melepaskan pelukan papanya, lalu wanita itu menghampiri Ethan.
"Hay, sayang! Apakah kamu yang bernama Ethan? Perkenalkan, aku tante Vania, tantemu, kakaknya mama Kezia," ucap Vania, memperkenalkan dirinya.
"Apakah dia tanteku, ma?" tanya Ethan memastikan pada Kezia, Kezia mengangguh mengiyakan.
"Iya sayang! Dia tante Vania, kakaknya mama," jawab Kezia.
Setelah mendapatkan jawaban dari Kezia, Ethan tersenyum senang. Karena tak hanya memiliki uncle tampan setampan Adrian. Kini dia juga memiliki tante cantik, secantik Vania, meskipun mamanya lebih cantik daripada Vania.
"Sini sayang! Tante gendong kamu?" ajak Vania.
"Ethan, berat loh! tante kan, badanya kecil, mana kuat gendong Ethan?" tanya Ethan, membuat semuanya tertawa dengan celoteh lucunya.
"Masak sih? Kan belum di coba! Ayo sini, tante gendong, tante kenalkan sama om ganteng yang berdiri di sana," ucap Vania, menunjuk kearah Digo, yang sedari tadi hanya menjadi penonton.
"Wah, ada om ganteng lagi! Tapi masih ganteng papanya, Ethan sih," ucap Ethan, kali ini membuat Rama besar kepala karena ucapan putranya.
__ADS_1
"Ya, ya! Papamu memang paling ganteng, jagoan. Ayo sini, kenalkan nama Om adalah Om Digo, om adalah sahabat papanya Ethan," sahut Digo, memperkenalkan diri.
"Apa Om Digo pacarnya Tante Vania?" tanya Ethan.
"Kok kamu tahu, sayang?" tanya Vania heran, anak sekecil Ethan, bisa menebak bahwa mereka sepasang kekasih.
"Kan, om pasanganya tante!" jawab Ethan, membuat Vania dan Digo, memandangnya dengan mulut membeo.
Mereka salah menduga, yang tadinya kaget karena anak sekecil Ethan bisa tahu setatusnya. Ternyata Ethan hanya memasangkan panggilan om dan tante.
"Kenapa kamu sangat pintar, sih? Ikut Tante pulang, mau?" ucap Vania gemas.
"Tidak mau! Ethan akan tinggal di sini semantara, Papa meminta Ethan, untuk menjaga mama. Karena papa mau pergi ke Bali, untuk kerja," tolak Ethan, polos.
Vania langsung memandang Rama dan Kezia bergantian. Rasa bersalah kembali muncul di hati Vania. Ialah penyebab perpecahan rumah tangga Kezia dan Rama.
Digo yang menyadari perubahan pada diri calon istrinyapun, menghampirinya. Digo tahu, Vania yang sekarang bukanlah Vania yang dulu. Vania sudah berubah, dan selalu di hantui rasa bersalah akibat terpecahnya rumah tangga Kezia dan Rama.
"Zia, bukankah kamu sangat mencintai Rama? Kenapa kalian tidak rujuk saja? Rujuklah, aku berjanji tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi," ucap Vania.
Kezia hanya diam saja, dia masih bingung dengan keada'an saat ini. Bahkan dirinya masih terikat dengan cincin yang melingkar di jari manisnya. Dia masih menjadi tunangan Erik, dan janjinya kepada Erik, untuk menikah denganya.
"Kakak benar! Aku masih mencintai Rama, tapi aku sudah punya tunangan, kak," jawab Kezia, menundukan pandanganya ke arah lantai.
"Apa? Siapa tunanganmu? Bukankah kau hanya mencintai Rama? Kenapa kau bertunangan dengan pria lain, Zia?" tanya Vania, tidak habis fikir.
"Ini karena janjiku dan balas budiku kepada tunanganku, kak. Dia adalah seorang dokter, dialah yang menyelamatkan nyawaku waktu itu," jawab Kezia.
"Apa? Jangan bodoh Kezia! Apa hubunganya cinta dengan balas budi? Jangan melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya. Dulu aku melakukan kesalahan dengan menjadikanmu pengantin cadangan untuk menggantikanku. Apa kau akan mengulanginya lagi? menjadikan pria yang tidak kamu cintai, untuk menjadi pengantin cadangan? sedangkan hatimu hanya ada Rama, aku sangat tahu isi hatimu, Kezia. Meskipun dulu aku sangat membencimu, tapi aku sangat mengenalmu daripada orang lain," ucap Vania, yang tidak terima jika Kezia memiliki tunangan selain Rama.
"Cukup Vania! jangan membuat adikmu bingung," sahut tuan Afsen.
__ADS_1
"Tidak, pa! Kezia tidak boleh menikah dengan pria lain. Apa papa ingin melihat Kezia menderita, karena menikah dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai?" protes Vania.
Sisi angkuh Vania tetap ada, meskipun dia sudah berubah. Dia akan berusaha memisahkan Kezia dengan tunanganya. Lalu dia akan mempersatukan Rama dengan Kezia, sehingga keponakanya akan mempunyai orang tua yang utuh.
"Tenanglah Kezia! untuk menebus kesalahanku di masalalu. Aku berjanji akan membantumu terlepas dari tunanganmu," bisik Vania, agar papanya tidak mendengar ucapanya.
Rama dan Digo hanya menjadi penonton antara kakak beradik di depanya. Tanpa mereka tahu, Rama sudah bergerak lebih dulu. Hanya saja, Rama belum menemukan keberada'an Dewi saat ini. Pengasuh putranya itu menghilang bagai di telan bumi.
Bahkan Rama, memerintah anak buahnya untuk memata-matai pergerakan Erik. Siapa tahu, Erik sengaja menyembunyikan Dewi, agar perbuatan bejatnya tertutupi dari Kezia dan keluarganya.
"Tenanglah! yang nanya bau bangkai, akan tetap tercium keberada'anya, meskipun di sembunyikan di tempat yang jauh dari jangkauan orang," gumam Rama dalam hatinya.
Digo memandang sahabatnya, sepertinya pria itu menangkap Rahasia di balik diamnya Rama. Digo akan mencoba meminta Rama, untuk memberitahunya. Dia tidak ingin, sesuatu yang menyangkut Vania, tidak ia ketahui. Mengingat betapa terpuruknya Vania selama ini, tanpa orang lain tahu. Karena rasa bersalahnya kepada Kezia, Vania sempat depresi juga.
"Kemarilah, Ram! Aku ingin bicara denganmu," ajak Digo.
Rama menatap Digo, penuh tanya, sepertinya ada sesuatu yang membuat sahanatnya ingin bicara denganya. Rama menurunkan Ethan, dari gendonganya. Meminta putranya untuk bergabung bersama mama dan tantenya. Sedangkan Rama, mengikuti arah langkah sahabatnya tuju saat ini.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
...Dimana Dewi? Ada yang tahu?...
...Apakah Erik yang menyembunyikan Dewi? Atau Dewi sendiri yang menghilang dari pandangan mereka semua?...
^^^Baca terus, agar tidak ketinggalan ceritanya^^^
...😊...
Baca juga novel karya Temanku👇
__ADS_1