Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Kebohongan Erik


__ADS_3

Hari ini Kezia akan berpura-pura bersikap manis pada Erik. Karena hari ini pula Kezia akan melancarkan perintah Rama, untuk mengambil beberapa helai rambut Erik demi mendapatkan bukti bahwa bayi yang di kandung Dewi benar-benar darah daging Erik. Selain itu, ini semua Kezia lakukan agar ia terbebas dari Erik. Bukan berarti dia menumbalkan Dewi demi kebebasanya. Dewipun berhak untuk menuntut tanggung jawab atas perbuatan Erik padanya.


Bermula dari setelah kepergian Rama, Kezia langsung berganti pakaian dan berdandang sangat cantik. Karena dirinya dan Erik akan pergi ke Airport bersama untuk menjemput ayah dan ibunya Erik.


Pria itu sangat bersemangat seolah rencananya untuk menikah siri dengan Kezia akan berhasil. Tanpa Erik taku, pihak KUA masih saja menolak berkas darinya karena sebagai seorang janda, Kezia harus memiliki bukti surat perceraianya dengan suami lamanya.


Nyatanya Rama lebih cerdik dari pada Erik, karena surat perceraian antara Kezia dan Rama masih di simpan dengan baik oleh Rama.


Kini Kezia keluar dari kamarnya, Erik sempat terpana dengan kecantikan calon istrinya. Erik merasa senang karena Kezia menyambut kedatangan orang tua Erik dengan penampilan yang sempurna.


Tuan Afsen dan Adrian pun tersenyum karena Kezia mau menerima ajakan Erik. Tanpa mereka tahu, ini adalah salah satu dari bagian rencana Kezia.


"Kau sangat cantik, sayang! apa kita bisa langsung jalan sekarang? Mummy dan Daddyku sudah menunggu kita," ucap Erik masih menatap lekat wajah cantik Kezia.


"Tentu! ayo kita berangkat," ajak Kezia.


Erik langsung melingkarkan sebelah tanganya di pinggang Kezia. Sebenarnya Kezia sangat risih, namun demi rencananya ia akan mencoba bersabar.


Sekali lagi Erik merasa senang karena tidak lagi mendapati penolakan dari Kezia. Erik mengartikan bahwa Kezia sudah mulai menerimanya kembali. Tuan Afsen dan Adrian yang melihat keduanya juga merasa Heran dengan perubahan Kezia.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada papa dan kakaknya, Kezia dan Erik pun langsung menuju ke Airport. Perjalanan yang cukup lancar karena jalanan ibu kota siang hari ini tidak terlalu mancet.


Sesampainya di Airport, Erik bisa melihat kedua orang tuanya sedang menunggu di depan pintu penjemputan. Tak perlu memarkirkan mobilnya, Erik langsung menghentikan mobilnya tepat di depan kedua orang tuanya berdiri.


Erik keluar terlebih dahulu dari mobil, lalu membantu membukakan pintu untuk Kezia. Kezia keluar dengan menampilkan senyum terbaiknya menyambut kedua orang tua Erik. Begitupun dengan kedua orang tua Erik sangat senang bisa bertemu kembali dengan calon menantu kesayanganya.


"Mummy, Daddy, bagaimana kabar kalian? apakah perjalanan kalian berdua lancar?" sapa Kezia sembari memeluk keduanya secara bergantian. Mereka berdua pun merespon sapa'an Kezia dengan sangat baik.


Karena tidak ingin menghambat jalan, mereka berempat pun langsung memasuki mobil dan langsung akan menuju kediaman Afsen. Papa Kezia yang meminta Erik untuk membawa pulang kedua orang tuanya ke rumahnya. Karena menyewa hotel pasti akan sangat mahal untuk beberapa hari kedepanya.


"Sayang, apakah benar anak nakal ini telah menghamilimu?" pertanya'an dari ibunya Erik membuat Kezia kaget.


Sungguk Kezia ingin rasanya memukul mulut manis Erik yang sangat pandai berbohong. Siapa yang dia hamili dan siapa yang di akuinya. Seharusnya Erik mengakui perbuatanya kepada Dewi, bukan Kezia. Seharusnya Erik mengakui bayi di dalam kandungan Dewi sebagai darah dagingnya. Bukan mengakui darah daging Rama sebagai anaknya.


Kezia ingin sekali mengatakan bahwa bayi yang sedang ia kandung bukanlah darah daging Erik. Namun karena Erik selalu menyela setiap perkata'anya, membuat Kezia tidak berkesempatan untuk mengatakanya kepada kedua orang tua Erik.


Bahkan binar kebahagiaan nampak jelas pada kedua orang tua Erik. Membuat Kezia merasa berdosa jika harus memupuskan harapan keduanya.


Kezia akan mengutuk perbuatan Erik yang lagi-lagi membuatnya terjebak pada situasi yang tidak di inginkanya. Suatu saat Kezia akan membongkar kebenaranya. Tentunya bukan sekarang, ia harus menunggu Rama dan membutuhkan Rama untuk mendampinginya.

__ADS_1


Saat mereka semua sudah berada di dalam mobil. Kezia duduk di samping kemudi bersama Erik, sedangkan kedua orang tua Erik, duduk di kursi belakang kemudi.


Erik sempat memandang wajah cantik Kezia, dan tanganya ia sempatkan menggenggam tangan Kezia. Namun Kezia beerpaling muka dan melepaskan tanganya dari genggaman Erik.


Sempat kedua orang tua Erik melihat sikap Kezia, karena mereka duduk tepat di belakangnya. Mereka berdua menganggap maklum, mungkin putra dan calon menantunya ada sedikit masalah kecil. Atau mungkin karena faktor hormon pada ibu hamil yang sedikit ngambek jika sesuatu yang dia inginkan tidak di turuti.


Erik merasa kesal dengan sikap Kezia yang mengacuhkanya. Apa lagi di hadapan kedua orang tuanya. Sesampainya di rumah nanti, Erik akan menegur sikap Kezia padanya. Erik mulai menyalakan mesin mobilnya dengan kondisi menahan amarah.


Kezia masih setia menatap jendela kaca mobil Erik, melihat nuansa jalanan yang cukup ramai. Kezia merasa dirinya sedang mengalami fase terburuk dalam hidupnya. Setiap orang pasti memiliki fase terburuk dalam hidupnya. Begitupun Kezia, jika kejadian masalalu yang menyakitinya bisa di bilang pengalaman buruk. Namun tidak seburuk kali ini, karena dulu Kezia menjalaninya masih dengan hati dan rasa cintanya pada Rama. Berbeda dengan saat ini, Kezia sama sekali tidak mencintai Erik. Oleh karena itu Kezia menganggap kali ini adalah fase terburuk dalam hidupnya.


Fase yang sangat menguras hati, fikiran dan tenaganya. Lelas, sudah pasti Kezia merasa lelah dan ingin semua segera berakhir. Hanya Rama yang selalu menguatkanya. Jika Rama sedang memperjuangkanya. Setidaknya dirinya juga sedikit meringankan beban Rama.


Karena Kezia sadar, dia tidak sedang berjuang sendiri. Ada Rama yang sama-sama menemaninya berjuang demi persatuan mereka berdua. Juga demi Ethan dan bayi yang sedang Kezia kandung.


Kezia masih setia pada lamunanya, hingga panggilan dari Erik tidak di indahkanya. Bahkan Kezia tidak sadar, saat ini mereka sudah tiba di halaman kediaman Afsen. Kezia baru tersadar ketika mendengar suara papanya yang sedang menyambut hangat kedua calon besanya.


Kezia izin untuk masuk ke dalam kamar, bukan karena tidak punya sopan santun, melainya kepalanya sangat pusing. Orang tua Erik pun memaklumi calon menantunya. Orang hamil muda selalu merasa kelelahan.


Ketika Kezia akan memasuki kamarnya, Erik segera menyusul Kezia dan menghadangnya. Tatapan laki-laki itu menatap lekat pada kedua mata Kezia. Setelahnya Erik langsung menegaskan pada Kezia, agar bersikap lebih baik padanya di depan kedua orang tuanya. Kezia tidak menghiraukan ucapan Erik, dia langsung masuk ke dalam kamar dan membanting pintu kamarnya.

__ADS_1


Setidaknya Kezia sudah mendapatkan apa yang di carinya sedari tadi. Sampel rambut Erik, yang tidak sengaja Kezia dapatkan ketika ada rambut yang menempel di baju Erik. Tanpa berfikir panjang, Kezia sudah tahu bahwa rambut itu adalah milik Erik. Terlihat dari warna dan ukuranya yang sama dengan rambut Erik. Kezia langsung menyimpanya di tempat yang aman. Karen nanti malam, dia akan memberikanya pada Rama.


__ADS_2