
Saat ini mereka bertiga sudah berada di dalam jet pribadi milik Rama. Berkat kerja kerasnya selama ini, Rama menjadi pengusaha muda paling sukset. Karena kesuksesanya inilah, kini dia memiliki jet pribadi yang hanya orang-orang dari kalangan sultan yang bisa memilikinya.
Dengan sangat telaten, Rama memangku putranya, memperlihatkan awan-awan putih yang begitu indah. Sesekali ia tertawa, mendengar sang putra ingin mengambil awan-awan dan membawanya pulang. Interaksi papa dan putranya itu tak lepas dari penglihatan Kezia. Andai mereka tidak bercerai, mungkin saat ini, mereka telah menjadi keluarga yang bahagia.
"Kamu suka naik jet milik papa, son?" tanya Rama.
"Suka, pa! Ethan sangat suka dan sangat senang," jawabnya antusias.
"Ethan juga sangat senang, akhirnya Ethan bisa seperti teman-teman, Ethan," ucapnya lagi.
"Memangnya ada apa dengan teman-temanmu, son?" tanya Rama penasaran dengan jawaban putranya.
"Karena mereka sering bersama mama papa mereka. Seperti kita sekarang, akhirnya Ethan bisa bersama mama dan papa," ucapnya dengan senyum bahagianya.
Entah kenapa, melihat senyum putranya, membuat jiwa pebinor Rama bangkit. Ingin Rasanya Rama membuat Kezia kembali ke pelujanya. Persetan dengan Adrian dan Erik. Karena melihat kebahagiaan putranya lebih penting dari segalanya.
"Jadi kamu senang, mama dan papa selalu di dekatmu, son?" tanya Rama, mendapat jawaban antusias dari putranya.
"Kau mendengar keinginan putra kita, Kezia?" bisik Rama kepada Kezia.
"Fikirkan baik-baik keinginan putra kita dan tawaranku tempo hari," busiknya lagi.
Tidak memakan waktu lama, merekapun telah sampai di jakarta. Jat pribadi milik Rama, mendarat dengan kecepatan pelan. Mereka keluar dari bandara dan supir pribadi keluarga asher sudah menyambut kedatangan mereka. Sopir keluarga asher yang bernama pak mamat, terkejut setelah melihat anak kecil dalam gendongan tuanya. Dari kemiripan antara keduanya, pak mamatpun bisa menebak bahwa anak itu adalah anak tuan mudanya. Tidak hanya itu, pak mamat juga terkejut dengan adanya Kezia. Pasalnya yang pak mamat ketahui, tuanya dan Kezia sudah lama bercerai.
"Perkenalkan pak, ini Ethan putraku dan di sebelaku pasti pak mamat masih ingat siapa dia," ucap Rama.
"Nona Kezia? Bagaiman kabar, nona?" tanya pak mamat.
"Baik pak! Pak mamat bagaimana kabarnya?"
"Saya baik, non," jawab pak mamat.
__ADS_1
Rama menyuruh Kezia dan Ethan masuk ke dalam mobil. Sebentar lagi, Ethan akan bertemu ayah dan ibu Rama. Sengaja Rama memberi kejutan kepada kedua orang tuanya. Karena di usia mereka yang menua, mereka sangat mengidam-idamkan seorang cucu, hadir di keluarga mereka.
Sesampainya di kediaman Asher, Kezia enggan turun dari mobil. Ia terlalu malu untuk bertemu kembali dengan mantan mertuanya. Meski dulu, Rani sang mantan ibu mertua sangat menyayanginya. Justru karena Rani sangat menyayangi Kezia, Kezia merasa malu karena telah mengecewakanya.
Sedangkan Ethan sudah berlari masuk ke dalam rumah besar, lebih besar dari rumah papanya di Bali. Rama meminta tolong pak mamat untuk mengikuti putranya. Sedangkan Rama masih berada di dalam mobil dengan Kezia.
"Kenapa kamu tidak turun?" tanya Rama.
"Aku malu bertemu ayah dan ibu," jawab Kezia.
Berdua di dalam mobil, membuat keduanya menjadi canggung. Rama mengulurkan tanganya, berharap Kezia akan membalasnya. Namun mantan istrinya tetap bengong dalam fikiranya sendiri. Akhirnya Rama langsung memeluk tubuh Kezia secara tiba-tiba.
Entah angin apa yang membuat Rama bertindak senekat itu. Tapi dia sudah lama ingin memeluk mantan istri yang sangat ia cinta. Bahkan semenjak kedatangan Kezia ke bali pada saat itu.
"Ram, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku," pinta Kezia.
"Sebentar saja! Biarkan aku memelukmu sebentar saja," pinta Rama, meresapi dan menghirup dalam-dala, aroma lily pada tubuh Kezia yang sangat Rama rindukan selama ini.
Setelah keluar dari mobil, Rama dan Kezia melihat Ethan, sudah berada di gendongan ayah Rama. Rama dan Kezia menghampiri mereka bertiga yang menunggu mereka berdua.
"Zia! Apakah itu kamu, nak?" tanya Rani memastikan.
"Iya ibu, ini kezia! bagaiman kabar ibu? Apakah ibu dan ayah, sehat?" tanya Kezia.
"Ibu dan Ayah, baik-baik saja, sayang," jawab Rani segera menghambur kedalam pelukan mantan menantu yang sangat ia sayangi.
"Rama, Zia! Siapa dia? Kenapa wajahnya sangat mirip denganmu, Ram?" tanya ayah Rama.
"Dari melihat wajahnya saja, maka kalian akan menebak siapa dia," jawab Rama santai.
"Apa dia anak kalian? di lain arti berarti dia dalah cucu kami?" tanya Rani berharap duga'anya benar.
__ADS_1
Rama mengangguk, seketika ayah dan ibu Rama memeluk cucu mereka. Merek berdua tak lupa bersyukur, karena keinginan mereka akhirnya terkabulkan.
"Cucuku, kau sangat tampan, nak," ucap Rani memuji cucunya.
"Panggil kami nenek dan kakek! Kami adalah kakek dan nenekmu, nak," pinta ayah Rama.
Ethan langsung memanggil nenek dan kakek pada mereka. Sungguh rasa bahagia menyelimuti mereka berdua. Mereka benar-benar senang di pertemukan dengan cucu mereka.
"Kenapa kalian baru memberitahukanya sekarang?" tanya Rani, protes.
"Kalau itu tanyakan padanya, ma," ucap Rama menunjuk Kezia dengan dagunya.
"Maafkan zia, ma! Sebenarnya saat prose perceraian kami dulu, saya telah mengandung. Sebenarnya saya ingin mengabari kalian setelah Ethan lahir, namun takdir berkata lain. Saya koma dan di larikan ke rumah sakit yang berada di singapura. Saya baru bisa kembali ke indonesia, beberapa saat yang lalu.
"Lalu cucu kami selama ini tinggak bersama siapa? " tanya ayah Rama.
"Ada pengasuh khusus untuk menjaga dan merawatnya, yah. Dia bernama Dewi, sudah seperti saudara saya sendiri," jawab Kezia.
Setelah melewati banyaknya pertanya'an dari mantan mertuanya, kini Kezia merasa lega. Bahkan Rani meminta Kezia, malam ini bermalam di rumahnya. Tentu saja Kezia tidak bisa menolak permintaan Rani. Dengan sangat terpaksa, Keziapun menyanggupinya.
Berada di rumah ini, mengingatkan kembali tentang masalalunya bersama Rama. Masa-masa yang di penuhi hal-hal menyakitkan yang di lakukan Rama pada Kezia. Meskipun di mata Kezia saat ini Rama tidak seperti Rama yang dulu. Rama yang sekarang sangat berbeda dari Rama yang dulu. Rama yang sekarang sikapnya sangat hangat, terlebih kepada putra mereka.
Apakah Kezia tersiksa berada di rumah ini? Jawabanya sudah pasti tersiksa. Tersiksa dalam arti, bukan soal luka fisik, tetapi lebih kebada kenangan yang membuat hatinya semakin berdetak ketika mengingat dan berdekatan dengan Rama. Apa lagi putra mereka, malam ini meminta tidur bertiga dengan Rama dan Kezia. Tentu saja Kezia dilema, karena mereka bukan lagi suami istri yang sah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Aduh, Re- Take ke beberapa tahun lalu saja, bagaimana Kezia?🤭
Cuma di hilangin sesi sedihnya di ganti ke happy ending saja😁
Eh, belum saatnya Autor ngasih happy ending, masih ada hubungan yang belum kelar🤭
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️