Hanya Pengantin Cadangan

Hanya Pengantin Cadangan
Penyamaran


__ADS_3

Di belahan bumi lain, di sebuah rumah tua, nampak seorang wanita memeluk kedua lututnya karena masih terbayang-bayang malam yang mengerikan semalam. Wanita itu benar-benar kapok telah mengusik kehidupan Rama asher. Apa lagi, dalang di balik semua ini malah lari ke singapura dan meninggalkanya sendiri, menghadapi Rama sendiri.


Angela mendongakkan wajahnya, ketika suara hentakan sepatu melangkah menuju kamar tempatnya di kurung semalaman penuh. Kenop pintu yang bergerak, menandakan orang itu benar-benar akan memasuki tempat di mana dia berada.


Angela tidak bisa bergerak dan tidak bisa teriak, karena mulutnya sedari kemarin masih tersumpal kain, begitupun kedua tanganya yang masih saja terikat.


Rama memasuki ruangan penyekapan Angela, lelaki itu terlihat sangat dingin, tiada sedikitpun senyum di wajahnya. Jangankan untuk tersenyum, menghadapi masalah yang belum juga kelar membuat Rama pusing.


Rama berhenti di depan Angela, lelaki itu berdiri menjulang di hadapan Angela dan menatapnya sinis.


"Bagaimana nona Angela, apakah kau sudah menemukan keputusan yang akan kau pilih?" tanyanya sembari membuka penutup mulutnya, agar Angela bisa berbicara.


"Brengsek kau, Rama! kau mengurungku di tempat semengerikan ini," teriak Angela setelah kain penutup mulutnya di lepaskan Rama.


Rama langsung mencengkeram dagu Angela kasar, karena protes Angela yang membuatnya risih karena berisik. Angela mengaduh kesakitan saat tangan Rama masih saja belum melepaskanya sedari tadi.


"Sudah bagus aku lepaskan kain ini, mau aku basangkan lagi?" ancam Rama, membuat Angela menggeleng.


"Kenapa, takut? bahkan ini belum seberapa di banding kamu dan Erik mengusiku, membuat perusahaanku rugi besar karena berita sialan itu. Membuatku terpusah dari orang-orang yang ku sayangi. Dasar wanita ular, apa otakmu sudah tidak berfungsi sama halnya hati nuranimu?"

__ADS_1


"Oh, ya? Kau tahu? aku mengetahui kenyataan pahit dalam hidupmu termasuk anak kecil di rumahmu yang kau bilang adikmu tetapi nyatanya anakmu, bukan?"


Mendengar anaknya di bahas, Anggela langsung menatap tajam Rama. Dia tidak suka orang lain mendekati anaknya.


"Kenapa? Kau mau apa?" tanya Rama.


"Lepaskan aku, pasti anaku mencariku saat ini, jangan sakiti dia," teriak angela.


"Semudah itu? tidak akan aku lepaskan sebelum kamu bersihkan kembali nama baiku. Ternyata otakmu masih berfungsi untuk memikirkan nasip anakmu. Aku kira kau adalah seorang wanita yang jauh dari hati nurani. Kau menghawatirkan hidup anakmu tetapi kau menghancurkan hidup seseorang. Di mana kau letakan otakmu? kau seorang ibu tapi kau menyakiti hati Kezia yang sedang mengandung darah dagingku," bentak Rama panjang lebar, membuat nyali Angela menciut seketika.


Cengkraman tangan Rama terlepas, menyisakan memar kebiru-biruan di area dagu Angela. Angela merinting merasakan dagunya kebar saking lamanya Rama mencengkeram dagunya tadi. Rama berdiri hendak pergi dari ruangan itu karena muak berbasa basi dengan Angela. Wanita itu minta di beri pelajaran lebih parah, baru dia akan menyetujui untuk berkata di hadapan publik demi membersihkan nama baik Rama.


Rama menghentikan langkahnya, sejenak ia menoleh melirik tajam ke arah Angela. Wanita itu sungguh sangat berisik, hingga sangking kesalnya Rama mengambil plaster untuk menutup mulut Angela.


Rama melangkah kembali mendekati Angela, dengan membawa plaster untuk membungkam mulut Angela yang di rasa Rama sangat berisik.


"Mau apa lagi kamu?" tanya Angela melirik plaster di tangan Rama.


"Menutup mulutmu yang bawel sekaligus berisik," ucapnya.

__ADS_1


Setelah memplaster mulut Angela, Rama beranjak dari sana. Namun sebelumnya Rama mengingatkan kepada Angela sekali lagi agar wanita itu bisa segera memutuskan jawaban.


"Ku beri waktu untukmu berfikir sebelum malam tiba. Jika kau tidak segera memutuskan jawaban, maka selamat malam ini kau akan di temani ribuan tikus di ruangan ini," ucap Rama menegaskan, setelahnya ia berlalu dan membanting pintu ruangan itu.


Begitulah sosok Rama bila ada orang yang tidak menuruti kemauanya. Jika hukuman pertama tidak juga jera, maka hukuman ke dua pasti akan di buatnya lebih parah. Hingga sang musuh jera dan bertekuk lutut padanya.


Sedangkan soal anaknya Angela, Rama tidak sekejam itu untuk menyakiti anak kecil yang tidak bersalah. Anak itu tidak bersalah, yang bersalah adalah orang tuanya. Rama juga tahu Angela tergliur tawaran Erik, juga demi mengobati anaknya yang ternyata mempunyai riwayat penyakit. Soal keberada'an anak itu, saat ini Rama menitipkanya kepada orang tuanya dan tinggal bersama Ethan.


"Jaga baik-baik wanita itu, nanti aku akan kembali lagi ke sini," ucap Rama kepada dua orang penjaga, sebelum ia pergi meninggalkan rumah tua itu.


Sampai saat ini belum ada orang-orang media yang mengenali penyamaran Rama. Jika biasanya Rama tampil sempurna, kali ini demi penyamaran dia berpenampilan layaknya anak-anak muda di luaran sana. Tidak ada yang tahu jika Rama sudah lebih dari berkepala tiga. Penampilanya masih terlihat seperti remaja pada umumnya.


Di tambah lagi, dia terpaksa harus mengganti mobil mewahnya dengan mobil sederhana layaknya mobil anak-anak remaja. Mewarnai rambut coklatnya dengan warna hitam, menutup manik mata hazelnya menggunakan softlens berwarna hitam, mengenakan hoodie berwarna hitam, masker berwarna hitam, mengganti model rambutnya ala remaja korea, dan semua itu membuat orang-orang tidak mengenalinya.


Setidaknya Rama masih bisa menikmati dunia luar tanpa kejaran awak media. Sedangkan perusaha'anya di pasrahkan kepada sahabatnya Digo. Rama belum bisa mengunjungi perusaha'anya meskipun dia sudah totalitas melakukan penyamaran. Jangankan berkunjung ke perusaha'an, mengunjungi putranya yang berada di rumah orang tuanya pun Rama belum bisa.


Satu-satunya cara agar Rama terbebas dari semua ini adalah melakukan konferensi pers. Meminta Angela untuk mengatakan kebenaranya di depan publik. Namun sayangnya sampai detik ini wanita itu belum juga menyetujui kemauanya.


Rama melajukan mobilnya menuju arah ke kediaman keluarga Afsen. Setiap hari yang Rama lakukan adalah memantau Kezia dari jarak jauh. Melihat aktivitas wanitanya walau hanya menyirami bunga di teras depan rumahnya. Setidaknya cara itu mampu menjadi pengobat kerinduanya pada sosok wanita yang teramat di cintainya.

__ADS_1


Satu hal yang Rama takutkan, bila dia tidak bisa berada di sisi Kezia ketika bayi ke dua mereka terlahir ke dunia ini. Rama sangat menginginkan selalu berada di sisi Kezia, menemaninya saat melewati masa kehamilanya hingga masa bersalinya. Cukup putra pertamanya saja yang tidak ia ketahui kapan di lahirkan. Tetapi tidak untuk anak ke duanya, Rama harus berada di sisi Kezia di saat persalinan itu tiba. Oleh karena itu secepatnya Rama harus menyelesaikan semua masalah-masalah yang terjadi pada hidupnya. Hingga ia bisa fokus mengambil hati mantan mertuanya agar merestuinya rujuk bersama Kezia.


__ADS_2