Indahnya Cinta

Indahnya Cinta
kemana


__ADS_3

Vigo sudah memarkirkan mobilny di basement apartemen Sharen.ya sore itu ia meluncur ke Bandung dengan wajah sumringah setelah hampir dua pekan tidak bertemu sang pujaan hati.


Vigo ingin membawa kabar bahagia untuk Sharen bahwa sttusnya kini sudah resmi bercerai.


Lift berjalan naik ke lantai 5,pintu lift terbuka dan Vigo berhenti di dpn kamar 330 milik Sharen,bermaksud ingin membuat kejutan ia merogoh saku celananya mengeluarkan card apartemennya karena ia pun memiliki cadangannya agar akes ny bisa bebas masuk kapanpun.


"ceklekkk.."pintu terbuka tampak ruangan yang gelap dan sepertinya tak ada kehidupan di dalam sana.


Vigo mencari saklar kemudian menyalakannya,dipandanginy sekeliling ia mulai mencari kesetiap sudut ruangan pikirannya pun mulai rancu..kemana Sharen??sepertinya ia tak ada disini.


Vigo mulai gelisah,memanggil nama Sharen di setiap sudut ruangan,tapi nihil tak ada jawaban.


sampai ia masuk di kamar dan menatap sekitar pandangannya jatuh pada meja disamping tempat tidur yang selalu menjadi saksi bisu percintaan mereka.


"Dear...abang.."


*sebelumnya aku minta maaf mungkin setelah abang baca surat ini,aku udah ninggalin tempat ini,maaf kalo kepergiannku menyakiti kita.tapi mungkin ini cara terbaik untuk kita memperbaiki semua.

__ADS_1


jujur aku sempat ragu untuk pergi tapi setelah aku berpikir dengan matang ini jadi keputusanku.Aku ga mau bikin abang susah,aku ga mau rumah tangga abang hancur karena kebodohan aku.abang bukan orang biasa seperti aku.jadi maafin aku...


aku hamil dan aku ga mau anak ini nantinya menyusahkan kehidupan abang dan istri abang,biarlah kami menepi dari hidup abang tapi aku janji bakal jagain dia selalu sampai dia dewasa.


jaga diri abang,benahin rumah tangga abang..aku minta maaf semoga ini yang terbaik untuk kita."


"SHAREN"


Vigo meremas surat itu,ia menarik nafas panjang sambil terduduk di kasur.kenapa Sharen sebodoh itu???kenapa ia tak menunggu dirinya dan mengambil keputusan sepihak.dan terlebih kenapa ia tidak memberi tahu perihal kehamilannya...


ahh Vigo menangkupkan tangannya diwajahny,berpikir sejenak apa yang harus ia lakukakan.jujur sebenarny ia kecewa dengan tindakan Sharen yang meninggalkannya tiba tiba..


Gadis itu duduk sendiri di depan bale bale bambu d teras,matanya tampak sendu sambil sesekali mengelus perutnya yang masih rata,pikirannya melayang entah kemana.Ada rasa nyeri menggerogoti relung hatinya,ia ingin menangis tapi entah kenapa sepertinya bendungannya begitu kuat karena ia tak mau terlihat lemah dihadapan sang bunda.


"ren..ayo masuk udah mau magrib"panggilan sang bunda memecah lamunannya.


"iya bu.."jawabny sambil bangkit dan melangkahkan kaki kedalam rumah.

__ADS_1


sudah hampir satu bulan Sharen tinggal di kampung halamannya,dan sang bunda pun telah mengetahui semua permasalahan yang ada,awalny ia kecewa tapi nasi sudah menjadi bubur yang sekarang harus tetap dijalani dan memulai semuanya dari awal.


Sharen sengaja mengubah identitas nya di kampung dengan sttus menikah berharap agar sang buah hati kelak tak mendapat gunjingan,dan setiap orang menanyakan kemana sang suami ia selalu menjawab sedang bekerja di luar pulau..ya paling tidak setelah bayi nya lahir ia akan meninggalkan desa ini dan mencari kehidupan baru bersama sang buah hati di tempat yang baru.


lima bulan berlalu Vigo masih belum mendapatkan keberadaan Sharen karena tak ada satu teman pun yang mengetahui alamat keluarga sharen.


Hingga pagi itu tiba tiba Ardi masuk ke ruangannya dengan sesuatu ditangannya dan tersenyum cerah,


"broo..gw dapet alamatnya"ucapnya sambil menyerahkan selembar amplop coklat kepada Vigo.


Vigo yang mendengar berita itu tampak masih kaget dan tak percaya tapi tak lama tawa mengembang menghiasi wajah tampannya.


"serius lu...alamatny udah ketemu"tanpa menoleh dan sibuk membuka amplop coklat tersebut Vigo berucap dan hanya dijawab deheman oleh sang lawan bicara.


Tampak beberapa lembar foto seorang wanita yang selama ini ia rindukan..


difoto itu tampak seorang wanita sedang duduk di sebuah kursi bale dengan daster midi sambil memegang perutnya.dan Vigo yakin di perut sang wanita ada janin hasil perbuatannya.

__ADS_1


Vigo tersenyum hari melihat foto itu "akhirnya aku menemukanmu sayang.."gumamnya


__ADS_2