Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
SEASON ll ■ Bab 105


__ADS_3

"Ziva Nenek mohon, Nenek nggak kuat harus tinggal di lingkungan kumuh."


"Maaf tapi kami ngga bisa, kamar juga udah penuh semua."


"Kamu tega Ziva sama Nenek?" sang Nenek memasang wajah melas di hadapan Ziva.


Ziva jadi ingat saat dulu ia memohon pada sang Nenek untuk di berikan tempat tinggal, bukannyadi ijinkan tapi malah yang ia dapatkan hinaan, hingga akhirnya Ziva membawa kedua adiknya berjalan bekeliling mencari kontrakan kecil.


Bahkan saat itu Ziva hampir putus sekolah demi adiknya tetap bersekolah, namun nasip baik berpihak padanya. Semesta seakan mendungkungnya untuk bersatu dengan Vano, hingga akhirnya Ziva dapat merasakan kembali hidup bahagia saat Vano berusaha untuk membahagiakan kedua adiknya. Bahkan Ziva bisa melihat bertapa Vano sangat menyanyanfi Daffa dan Daffi.


"Tidak." Jawab Ziva, Ziva tidak mau membalas perbuatan buruk tante dan naneknya itu. Sebab ia tidak mau menjadi sama dengan mereka yang jahat, namun Ziva tetap menjebloskan keduanya kepenjara bila terbukti keduanya terlibat dalam pembunuhan itu.


****


Satu minggu kemudian.


"Ziva kamu kenapa?" tanya Ratih yang baru masuk kekamar Ziva, sudah hampir satu minggu Ratih menginap di rumah Ziva. Karena Vano sudah hampir satu minggu dinas keluar negeri.


"Ma, Zie nggak mau minum asi lagi. Ziva nggak kuat Ma sakit banget."


Selama hampir tiga hari Zie sudah tidak mau minun asi, dan sekarang asi itu tumpah. Membuat Ziva merasa nyeri dan demam, entah mengapa Zie yang tidak pernah menolah minum asi kini sudah tidak mau lagi.


"Kok bisa?" tanya Sinta.


"Nggak tau Ma, huek, huek." Ziva turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Nak kamu hamil lagi?" tanya Sinta yang juga ikut menyusul Ziva kedalam kamar mandi.


"Nggak tau Ma," Ziva memijat dahinya yang terasa pusing.


"Mama yakin sih, perut kamu juga gede begini. Ini sih kayaknya udah lebih satu bulan Ziva. Pantas saja Zie nggak mau minum asi lagi."


Sinta melihat banyak perubahan pada tubuh Ziva, bahkan Ziva sangat gemuk dan terlihat juga pipinya sangat tembem.


"Huek, huek," Ziva kembali muntah saat Seli yang baru saja masuk kekamar Ziva.

__ADS_1


"Sel parfum apa sih kamu pakai, bau banget," Ziva mengibas-ngibaskan tangan di drpan wajahnya.


Seli mencium bau tubuhnya, "Ini parfum yang biasa kok Ziva." jawab Veli dengan kesal.


"Bau banget!"


"Kamu antar Ziva kedokter ya Sel, mungkin Ziva hamil. Makanya sensitif gini. Mama jagain Zie kasihan dia kalau harus di bawa ikut kerumah sakit." kata Sinta.


"Ya Ma."


Ratih pergi meninggalkan Ziva dan Sinta di kamar, ia harus menyuapi cucu kesayangannya sarapan pagi.


"Lu hamil lagi Ziva?" tanya Seli yang duduk di sofa sambil menunggu Ziva berganti pakaian.


"Nggak tau juga si Sel," jawab Ziva yang juga bingung dengan perut nya yang cukup besar. Sebulan yang lalu ia terlambat datang bulan , karena penasaran ia menggunakan test pack tapi hasilnya negativ.


"Tapi lu gemukan sih," Seli juga melihat perubahan bentuk tubuh Ziva.


"Ya, Mas Vano emang udah nggak ijinin aku minum pil kb. dia emang minta nambah anak Sel," jawab Ziva saat mengingat bertapa kocaknya Vano meminta enam anak.


"Nggak tau lah," jawab Ziva.


"Ziva kemarin di kantor lu gue nemuin sesuatu," kata Seli.


"Sesuatu gimana Sel." tanya Ziva.


Seli kini menjabat sebagai Ceo di perusahaan Ziva dengan di bantu oleh Arman. Tadinya Vano meminta Arman yang memimpin perusahaan itu tapi Arman memunta agar Seli saja, dan ia yang bekerja di belakang Seli. Sambil mengajari Seli bagaimana cara menjalankan perusahaan.


"Gue nemu Vsd rekaman percakapan, kayaknya rekaman itu di simpan. Tapi dia lupa buat menghancurkannya."


"Rekaman apa?" Sel.


"Gue nggak sempat lihat semua, karena kerena kemarin ada yang datang nemuin gue. Namanya pak Handoko pemimpin perusahaan lu sebelumnya."


"Pak Handoko itu pengacara Papah aku Sel, tapi kok malah di yang pimpinan perusahaan," semua bagai teka-teki di otak Ziva.

__ADS_1


Vano mengatakan kalau Nenek dan Tante Tia yang di curigai, tapi kenapa malah sekarang pk Handoko pengacara Papahnya itu juga ikut terlibat. Ziva semakin pusing.


"Ya, tapi selama bertahun-tahun dia yang mengelola perusahaan kamu. Dia kemarin juga ngancem aku loh," tutur Seli sedikit takut.


"Ngancam apa?"


"Dia bilang aku akan menyesal sudah berani merebut posisi dia gitu," Seli merasa merinding padahal ia di sana karena Ziva dan entah apa yang sebenarnya di rencanakan Arman hingga melibatkannya, dalam hal yang sangat membuat Seli ingin menangis.


"Ya ampun terus kamu bilang sama Arman nggak?"


"Iya aku bilang Ziva sayang, tapi di bilang kalau butuh perlindungan nikah secepatnya sama dia, gila kan."


Arman memang ikut pergi bersama dengan Vano, tapi semalam Seli menghubungi Arman memberi tahu tentang pak Handoko. Tapi bukan mendapat jalan keluar justru membuatnya semakin terjebak dengan Arman.


"Terus lu kok nggak mau sama Arman Sel dia baik loh sama lu."


"Ogah, kemarin-kemarin ajah gue lihat dia sama Yuli sekretaris dari perusahaan Aditama itu cantik bener, terus Arman juga genit gitu."


"Oh Yuli yang dari judul Novel cinta dan hasrat itu ya Sel, yang Dira di hamili ayah temennya sendiri itu kan." kata Ziva juga mengetahui siapa itu Devan Adithama.


"Iya, terus Nisa sang anak nggak setuju akhirnya persahabatan Dira dan Nisa hancur berantakan. Dan Nisa menjadi korban balas dendam Erwin karena Dira lebih memilih Devan dari pada Erwin yang suami sah Dira kan?"


"He'um, makanya aku males sama Arman Ziva, padahal hampir ajah kemari-kemarin aku terima lamarannya," kesal Seli.


"Aku udah siap nih," Ziva sudah rapi debgan setelan dress mahal yang di belikan Vano untuknya.


"Ziva, ini dressnya kesempitan deh," Seli melihatnya saja merasa tidak nyaman.


"Tapi ini dress aku yang paling besar Sel, uang lain udah nggak muat." Ziva juga sangat kesal dari begitu banyak Dress satu pun tidak ada yang cocok di tubuhnya, ia juga bingung apa mungkin ia hambil anak kembar.


"Ta udah yuk," kata Seli.


Keduanya melangkah keluar Ziva merasa malas saat menuruni tangga, dengan tubuh gemuk yang terasa berat.Ziva yang terbiasa dengan tubuh langsing itu mendadak tidak percaya diri saat kini tubuhnya lebih gemuk.


Dan lucunya Vano sangat menyukai tubuh gemuknya itu, hingga dengan terpaksa Ziva tidak diet demi menguruskan badanya. Walau pun berat tapi Ziva pasrah demi menyenangkan hati suami.

__ADS_1


__ADS_2