Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
SEASON II ■ BAB 145


__ADS_3

Kilas Balik.



POV ARMAN ALFARIZI.


S


ejenak aku diam mengingat bertapa rumitnya kisa cinta yang kujalani, aku jatuh hati pada seorang wanita cerewet, cengeng dan manja. Dalam hidup ku tak pernah merasa atau pun mengenal cinta, dan baru kali ini pula ada wanita yang menghidar dari ku. Awalnya satu tahun lalu aku melihatnya datang ke perusahaan milik keluarga orang tua angkat ku keluarga Zavano.

__ADS_1


Sering kali aku menatapnya diam dan lama-lama aku penasaran tentang wanita itu hingga aku menyelidiki tentangnya dan ternyata dia sepupu Sandi bawahan ku di kantor, hingga singkat cerita aku terus berusaha mendekatinya dan akhirnya kami menikah. Menikah dengan aku yang memaksanya, aku tau dia tak mencintai ku namun karena aku terlalu egois aku terus berusaha menjadikannya milik ku, sebab aku takut khilaf bila bersamanya kadang aku berhalusinasi tak jelas dan aku takut aku memaksa untuk melakukan itu.


Awalnya pernikahan kami tak pernah berjalan mulus sebab aku yang masih berdekatan dengan sahabat yang sudah pernah menyelamatkan nyawa ku, hingga sering kali kami bertengkar dan aku sadar itu memang salah ku. Hingga suatu hari aku mendapatkan rasa bahagia dari istri ku dan aku takut dia pergi dari ku, aku pun memutuskan pertemanan ku dengan sahabat ku Yuli.


Rumah tangga ku berjalan sangat baik setelah keputusan yang aku ambil, istri ku semakin perhatian pada ku dan aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan darinya hingga suatu hari aku bingung sudah berhari-hari dia berubah, aku pulang bekerja dia tidur, aku pergi bekerja pun dia tidur saja. Aku pulang dan pergi jam berapa pun dia tidak pernah tau hingga berbagai pertanyaan muncul di hati ku, tiba-tiba saat itu aku menerima pesan berisi fhoto-fhoto istri ku di peluk seorang pria, dan pria itu adalah lelaki yang pernah di cintai istri ku.


Aku pulang ke apartemen ku, dan aku marah pada pria itu tanpa bertanya terlebih dahulu, lalu yang membuat ku kesal istri ku malah membelanya hingga tanpa sadar aku melayangkan tangan padanya, dia terkapar terjatuh di lantai tak sadarkan diri. Jangan tanyakan perasaan ku saat itu, karena perasaan ku sangat kacau aku ingin menghukum diri ku sendiri karena dengan bodohnya sampai hati aku melayangkan tangan padanya, di pikiran ku istri ku ada hubungan dengan pria itu padahal bila pun ada mungkin aku memilih memaafkannya dari pada harus berpisah darinya.


Dia pergi kerumah ibunya, aku bersyukur aku takut dia pergi entah ke mana seperti dulu ia malah pergi ke sebuah club malam, namun sampai di sana aku mendengar tentang isi hatinya. Dan kata yang paling membuat ku terluka adalah dia ingin berpisah dari ku, aku hanya mampu mendeguk saliva hingga aku memutuskan masuk ke kamar itu. Aku bisa melihat kebenciannya pada ku, sejenak aku ingat dulu ia mencintai lelaki bernama Fahri aku berpikir mereka saling mencintai, bukan kah setulusnya cinta adalah mengiklaskan? Maka aku tulus mencintainya hingga aku melepasnya dengan mengiklaskannya hidup bersama yang lain.

__ADS_1


Aku pergi setelah mengabulkan keinginannya, aku tak pernah menangis setelah lama dulu saat orang tua ku meninggal, tapi kali ini istri ku membuat ku kembali menangis, oh bukan istri tapi mantan, ya manta istri. Sakit sekali aku tertawa lucu mengingat kisah cinta ku tapi air mata ku terus membasah di pipi.


Aku berpamitan pergi ke luar negeri karena rencana awalnya memang begitu, tapi aku berubah pikiran dan aku pulang ke kampung mendiang orang tua ku di pinggir kota, desa terpencil bahkan jaringan untuk ponsel ku pun tidak ada. Aku menyendiri di rumah mendiang orang tua ku masak dengan kayu, toilet di sungai hah....rasanya aku berhasil menenangkan hati ku.


Siang aku ke sawah, malam aku di temani gitar kesayangan ku dan satu lagi ada fhoto wanita yang ku cintai yang ku peluk menjadi penghantar tidur ku, tidak akan ada yang yakin aku adalah wakil Ceo di perusahaan Zavano dengan jambang tak pernah lagi ku cukur, rambut ku sudah gondrong dan hanya sarung yang melingkar di leher ku. Tidak lupa di padu sendal jepit harga belasan ribu saja.


Setelah pikiran ku tenang aku kembali ke kota, aku pulang ke apartemen ku dan ingin mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi saat itu juga siapa yang mengirim fhoto itu pada ku. Namun saat pagi itu aku mendadak seperti anak kecil aku ingin makan wortel mentah, dan di beli di pasar anehnya aku tak suka pada wortel mau mentah atau pun sudah di olah menjadi makanan nikmat. Namun entalah aku ingin saja.


Aku keluar dari apartemen, tiba-tiba aku melihat wanita yang ku benci ada di hadapan ku, Yuli. Aku tak perduli padanya aku terus berlalu memasuki lift hingga aku mengendarai motor kesayangan ku sampai di pasar, dan aku tidak menyangka setan lampir itu tetap mengikuti ku, tapi aku tak perduli berulang kali dia memanggil ku hingga tanpa sadar dengan cepat dia memeluk ku.

__ADS_1


Aku menolak tapi dia terus berusaha memeluku, aku ingin mencengram lehernya saat itu mamun tidak aku lakukan karena ada banyak orang di sana, dan aku masih butuh hidup bebas karena aku harus mencari tahu asal muasal permasalahan ku dengan Seli.


Hingga tidak lama kemudian aku berhasil melepaskan diri, dengan sedikit mendorongnya hingga terjatuh tidak perduli orang melihat ku dan mengatakan apa aku berlari pergi dari sana. Dan akhirnya aku menemukan apa yang aku cari saat itu tiba-tiba ponsel ku berbunyi aku melihat nama seorang malaikat tertulis di sana ya Bunda Lastri dia adalah wanita tua yang kuberi gelar malaikat sebab sudah mengandung dan melahirkan wanita yang kucintai. Aku ingin menjawab panggilan itu tapi aku urungkan sebab aku tak tau harus menjawab apa dari setiap pertanyaannya nanti, namun anehnya panggilan itu terus masuk berulang kali dan dengan mengucap Basmallah aku menjawab panggilan itu, ternyata ada kabar buruk tentang wanita yang sudah berhasil memporak-porandakan perasaan ku, aku membuang ketakutan ku bertemu dengannya dengan kecepatan penuh aku mengendarai motor ku hanya butuh hitungan menit aku sampai di rumah sederhana milik Seli, dan ternyata di berbaring di ranjang dengan mulut yang mengeluarkan buih dan wajah pucat.


__ADS_2