
Sinta merasa tersindir dengan ucapan Ratih pada nya. Jujur saya sebenar nya Sinta juga ingin punya menantu yang bisa memasak. Apa lagi Sinta sangat suka sekali berbelanja di pasar tradisional. Karena menurut Sinta sayur di sana sangat segar dan lansung dari petani.
Namun sayang apa mau di kata menantu nya tidak bisa melakukan sesuai dengan ke inginan Sinta. Terkecuali Sinta mengajak nya berbelanja dan memberi barang-barang mahal baru Keyla mau dan sangat mengerti. Apa lagi kalau Sinta mengajak Keyla ke luar negeri Keyla tidak akan memikirkan suami nya yang di tinggal kan nya sendiri.
"Ziva kita photo keluarga dulu ya" kata Ratih.
Ratih lah yang paling antusias di situ. Sedangkan Sinta sudah sedikit kehilangan semangat. Sejak Ratih berbisik di telinganya. Sinta hanya sedikit tersenyum pada Kelya menantu nya itu.
"Mbak. Sini dong" kata Ratih.
Ratih menarik tangan Sinta. Karena Sinta kelihatan bengon dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Iya." kata Sinta.
Dan semua anggota keluarga sudah berdiri. Beraturan di sana.
Cekrek cekrek!.
Gambar sudah di ambil oleh seorang photographer keluarga Vano.
"Oke. Sekarang kami semua mundur. Dan sekarang ke empat pasangan muda harus ber photo" kata Ratih.
"Apa sih Mi. Ziva nya kan malu" perotes Bilmar.
"Apa sih kamu Bil. Mami engga nanya pendapat kamu ya" kata Ratih.
Ratih mulai menarik tangan Bilmar dan Ziva. Bahkan Ratih menyuruh Bilmar memeluk pinggang Ziva.
"Bil peluk pinggang Ziva. Vano peluk pinggang Keyla" kata Ratih.
"Mi malu" kata Bilmar lagi.
"Bil. Jangan buat Mami malu di depan orang-orang gara-gara Mami jewer telinga kamu di sini" kata Ratih berbisik di telinga Bilmar.
Bilmar melihat sekeliling nya banyak sekali tamu. Dan Bilmar mulai merinding kalau sampai Maminya menarik telinganya. Dihadapan tamu itu. Hancur sudah harga diri nya.
"Iya. Iya" jawab Bilmar.
__ADS_1
"Gitu dong. Kan enak" kata Ratih sambil tersenyum.
"Vano. Kamu kenapa diam ayo. Peluk pinggul istri tercinta mu itu" kata Ratih.
Ratih memang tidak suka pada Keyla. Karena sikap Keyla yang sangat sombong. Dan tidak suka mengurus suami.
"Sayang peluk aku" kata Keyla. Sambil menarik tangan Vano agar memeluk nya dari belakang.
Begitu juga dengan Bilmar. Bilmar berusaha menghilangkan rasa canggungnya. Ia mulai melingkarkan tangan nya di pinggang Ziva. Ziva hanya diam saja ia hanya mengikuti alur nya saja. Karena ia juga bingung harus apa.
Posisi mereka saling di peluk dengan pasang mereka masin-masing. Keyla di depan dan Vano memeluk dari belakang. Dan Ziva di depan dan Bilmar memeluk dari belakang.
"Bil. Wajah kamu taruh di leher Ziva" Ratih terus saja memarahi anak nya itu. Karena Ratih ingin pose yang romantis.
Bilmar mengikuti ke ingingan Rarih. Karena ia malas berdebat dengan Ratih. Mau bagai mana pun cara nya berdebat dengan wanita yang satu itu pasti Bilmar juga yang akan kalah. Jadi lebih baik diam dan ikuti apa mau nya. Agar cepat selesai.
Cekre!.
Gambar sudah di ambil.
"Vano sama Keyla pindah dulu. Biar Bilmar sama Ziva yang Photo berdua. Itung-itung prewed" kata Ratih.
"Bilmar cium kening Ziva. Dan Ziva pegang tangan Bilamar ya" kata Ratih.
Deeg!.
Vano mengepal kan tangannya. Rahangnya mulai mengeras. Jari-jari nya mulai terkepal. Dan urat-urat nya mulai terlihat.
"Sayang" kata Keyla dan memeluk lengan suaminya itu.
Vano tidak menghiraukan Keyla. Vano pergi dari tempat itu dengan rasa marah yang sangat dalam. Ia lebih memilih meninggal kan tempat itu dari pada ia meluapkan semua emosinya. Vano mulai berjalan menuju toilet.
Duuar!
Vano meninju kaca toilet yang berukuran sangat lebar. Tangan nya mengeluarkan cairan berwarna merah. Rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan rasa sakit di hati nya saat melihat Ziva di peluk orang lain.
Tap tap tap.
__ADS_1
Terdengar suara langkah mendekati Vano. Yang sedang terduduk di lantai. Dengan darah segar yang masih menetes dari tangan nya.
"Tuan" kata Arman.
Ya orang yang menyusul Vano. Adalah Arman Sekretarisnya yang sangat setia pada nya. Tadi memang Arman memperhatikan setiap gerak-gerik tuan nya itu. Dan dia pun menyadari perubahan di diri Vano saat melihat Ziva dengan Bilmar.
Arman melihat tangan Vano terluka. Arman keluar dari sana dan mengambil kotak P3K. Lalu setelah Arman kembali lagi. Arman mulai mengobati luka di tangan Vano.
Vano diam saja. Namun air mata nya terilihat beberapa kali menetes. Vano belum pernah merasa sehancur saat ini. Bahkan saat Keyla dulu meninggal kannya. Vano masih bisa berpikir dengan jernih. Tapi saat dengan Ziva. Vano sudah menjadi seperti orang yang kehabisan akal.
"Sayang" tiba-tiba Keyla datang.
Dengan cepat Vano menghapus air matanya dengan kasar. Dan Vano mulai berdiri. Lalu mata Keyla melihat tangan Vano yang di perban. Keyla sangat bingung tentu.
"Sayang tangan kamu kenapa?" tanya Keyla.
"Tuan hanya mengalami kecelaan kecil tadi Nyonya" jawab Arman.
Arman sengaja menjawab pertanyaan Keyla. Karena Vano diam saja. Dan tidak berniat menjawab pertanyaan Keyla. Dan Arman pun ingin menolong bos nya itu. Kalau pun orang tau biar lah Vano sendiri yang mengatakan Dan bukan dari mulut orang lain.
"Oh" jawab Keyla.
"Sayang ini sudah waktu nya pesta dansa" kata Keyla. Sambil menarik tangan Vano. Tapi Vano diam saja tidak bergerat dengan wajah datarnya.
"Sayang ayo" kata Keyla.
Vano mengikuti Keyla dengan terpaksa. Vano sudah seperti orang bodoh yang kehilangan akal. Keyla terus membawa Vano kembali melanjutkan pesta itu.
"Vano kamu dari mana?" Sinta bertanya.
"Toilet" jawab Vano.
"Ya sudah. Ini sudah waktunya pesta dansa" kata Sinta.
Semua mulai beraturan dan berdiri dengan pasangan nya masing-masing. Sinta bersama Suaminya. Dan Ratih juga dengan Suaminya. Vano dan Keyla tentunya. Lalu di tambah pasanga Ziva dan Bilmar.
Ziva sebenarnya menolak untuk berdansa denga Bilmar. Tapi Sinta dan Ratih yang memaksanya dan kalau kedua wanita itu sudah bersabda maka tidak boleh lagi di bantah.
__ADS_1
Lampu sudah di matikan. Cahaya di sana mulai redup. Hiyasan lampu berkelap kelip terlihat indah menghiasi tempat dansa itu. Suasana romantis jelas sekali mendukung saat ini. Musik mulai di putar dengan alunan yang sangat merdu semua pasangan mulai berdansa dengan pasangan nya.