
Kini Ziva sudah berada di lobi. Ziva ingin cepat-cepat pulang karena pekerjaan nya hari ini cukup banyak dan melelahkan. Lalu tiba-tiba Vano bersama Bilmar juga berada di sana.
"Zivanya" Bilmar memanggil Ziva.
Ziva mengikuti asal suara itu ternyata Bilmar lah yang memanggil nya. Tapi yang membuat Ziva malas adalah orang yang ada di samping Bilmar ya itu Vano.
"Kamu mau pulang?" tanya Bilmar. Bilmar dan Vano kini sudah dekat dan saling berhadapan. Tapi Ziva tidak melirik Vano sedikit pun.
"Iya Mas Bilmar. Saya permisi dulu"
"Zivanya tunggu!"
"Kenapa Mas Bilmar?"
"Kamu pulang sama saya. Saya antar kamu pulang" kata Bilmar.
"Tidak usah Mas saya bisa pulang sendiri saja" jawab Ziva.
Karena ia sangat malas nanti nya Vano akan memperdebat kan masalah itu. Ziva sudah muak dengan Vano.
"Ayo aku antar dan tidak ada penolakan" kata Bilmar dan langsung menarik tangan Ziva.
"Bro gua antar calon bini gua dulu ya" kata Bilmar dengan semangat. Sementara Ziva sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Vano.
"Em" jawab Vano dengan senyum masam. Wajah nya memerah saat Bilmar memegang pergelangan tangan Ziva. Di tambah Bilmar menyebut nya dengan calon istri.
Vano juga mulai meninggal kan perusahaan nya. Karena nanti malam resepsi pernikahan nya dengan Keyla akan di langsung kan.
Sementara Bilmar kini berada di dalam mobil bersama Ziva. Ziva tidak mengerti mengapa Bilmar begitu memaksa nya. Ziva hanya diam dan tidak ingin berbicara sedikit pun. Namun tiba-tiba Bilmar menghentikan mobil nya di sebuah Restaurant. Ziva bingung kenapa mereka ke sana bukan nya langsung pulang.
"Ayo turun" kata Bilmar yang sudah membuka pintu untuk Ziva.
"Tapi untuk apa kita kemari Mas. Saya ingin pulang dan bersiap-siap nanti malam pergi ke pesta resepsi bos Vano" kata Ziva.
__ADS_1
Bilmar tidak memjawab Bilmar menarik tangan Ziva dan Ziva mengikuti kemana Bilmar membawa nya. Kini kedua nya sudah masuk di ruan VIP. Dan Bilmar mulai mendudukan diri nya.
"Mas kenapa kita ke sini? Bukan kah Mas juga harus ke pesta Resepsi pernikahan tuan Vano malam ini" tanya Ziva.
"Apa kamu akan datang juga ke pesta itu?" tanya Vano.
Ziva sedikit berpikir sebenarnya ia malas membicara kan hal itu. Apa lagi harus menghadiri nya. Namun mau bagai mana lagi teman-teman nya di kantor semua pergi ke pesta itu. Dan tidak mungkin Ziva tidak ikut.
"Kalau kau tidak sanggup tidak usah datang" kata Bilmar lagi.
Deeg!.
Ziva merasa Bilmar mengetahui sesuatu. Tapi Ziva juga bingung. Apa benar Bilamar mengetahui nya.
"Apa mungkin dia tau aku sudah menikah dengan Vano" batin Ziva.
"Maksud ucapan Mas Bilmar?" tanya Ziva berpura-pura bodoh.
"Maksud mas Bilmar?" tanya Ziva yang tidak mengerti maksud dari ucapan Bilmar.
"Dan malam itu aku meninggal kan mu. Sampai satu bulan aku terus memikir kan mu. Dan aku mulai menyelidiki semua tentang mu. Dan sampai akhirnya aku bertemu dengan kakak angkat mu Nita. Dan dia mengatakan kalau Ziva sudah menikah. Hati ku terasa sakit saat itu padahal aku datang kemari sebenar nya untuk menemui mu karena aku merasa sudah yakin kalau aku jatuh cinta pada mu"
Deeg!.
Hati Ziva mulai tidak karuan.
"Mas jangan bercanda" kata Ziva dengan suara yang sedikit di paksa kan.
"Dan kau tau Ziva. Beberapa hari yang lalu aku mengetahui ternyata kau istri sepupu ku Vano"
Deeg!
Kali ini Ziva benar-benar menelan saliva nya kasar. Ziva sangat terkejut karena ternyata Bilmar sudah mengetahui semua nya.
__ADS_1
"M-mas tau saya dan mas Vano sudah menikah?" tanya Ziva lagi. Ingin meyakin kan dirinya.
"Sebenarnya waktu itu aku tidak sengaja mengetahui nya. Aku datang ke perusahaan Vano. Dan ternyata dia sedang di ruang rapat. Lalu aku memutuskan untuk menunggu di ruangannya. Dan aku merasa sedikit bosan karena hampir enam puluh menit menunggu nya. Lalu aku bangun mencari buku yang menurut ku menarik di ruangan itu. Dan aku mengambil satu buku itu. Dan kamu tau Ziva apa yang aku temukan"
Ziva diam dan menatap wajah Bilmar. Ziva menunggu apa yang selanjutnya di katakan Bilmar.
"Aku menemukan di dalam buku itu. Satu buku nikah terselip di dalam lembaran buku itu" kata Bilamar dengan wajah yang sedih.
"Lalu?" tanya Ziva.
"Lalu aku membuka nya. Dan aku melihat ada fhoto mu di buku nikah itu. Dan nama yang tertera di buku nikah itu bukan nama Keyla Puzila. Tapi Zivanya Sabilla. Persis seperti nama panjang mu yang di katakan Nita pada ku"
Kata Bilmar bahkan terlihat jelas Bilamar menahan kesedihan nya. Wajah nya menunduk dan ia tidak sanggup melihat wajah Ziva apa lagi saat tau ternyata Ziva istri sepupu nya.
"Mas menemukan buku nikah kami?" tanya Ziva lagi.
Bilmar mulai mensejajarkan dirinya dengan Ziva. Kini ia menatap wajah Ziva. Dan memandang manik mata gadis itu.
"Ia. Dan kalau kau sudah tidak bisa bertahan dengan pernikahan konyol itu. Kau datang saja pada ku aku siap untuk membahagia kan mu" kata Bilmar.
"Maaf Mas aku tidak bisa" jawab Ziva.
"Kenapa apa kau terlalu mencintai Vano? Sehingga kau tetap bertahan dengan pernikahan yang hanya membuat mu terluka."
"Bukan Mas. Aku tidak pernah mencintau Mas Vano. Bahkan sampai saat ini. Aku yakin aku tidak mencintai nya" kata Ziva.
"Kamu tidak mencintai nya? Aku masih belum mengerti. Kalau kau tidak mencintai nya. Lalu kenapa kalian bisa menikah? Aku semakin bingung" Kata Bilmar dengan wajah putus asa nya.
"Untuk alasan kenapa aku bisa menikah dengan mas Vano biar kami saja yang tau mas. Kalau aku meninggalkan mas Vano suatu hari nanti itu mungkin. Namun kalau aku meninggal kan nya dan untuk menikah dengan mu. Maaf Mas untuk saat ini aku benar-benar sudah tidak membuka hati untuk itu"
"Maksud kamu. Kamu akan bertahan dalam pernikahan yang rumit itu?" tanya Bilmar.
"Tidak. Aku akan pergi meninggal kan nya bila waktu nya nanti tiba. Tapi aku tidak meninggalkan nya karena orang lain. Aku sudah tidak berminat untuk menikah lagi. Aku hanya ingin menyelesai kan pendidikan ku dan membesar kan kedua adik ku"
__ADS_1