Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
Bab 51


__ADS_3

Diwaktu yang sama.


🌼🌼🌼


"Nyonya Keyla saya membawa surat dari Pengadilan Agama" kata Arman memberikannya pada Keyla.


"Pengadilan?" tanya Keyla.


"Ya nyonya" jawab Arman.


Dengan gemetar Keyla menerima surat itu. Dan ia mulai membuka dan mengeluarkan sebuah kertas berlipat di dalam nya. Keyla mulai membaca isi surat itu dan ternyata itu adalah surat perceraian yang di ajukan oleh Vano.


Sinta yang sedang duduk bersama Keyla juga merasa sedih atas perceraian Keyla dan Vano. Namun mau bagaimana lagi Sinta memang ibu kandung Vano. Namun Vano bukan lah anak kecil lagi dan Sinta yakin apa pun keputusan Vano itu lah yang terbaik dan Sinta tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga anak nya.


"Mama hiks hiks hiks" Keyla menangis sambil memeluk Sinta.


Sinta hanya bisa membalas pelukkan Keyla. Ia pun tidak tau harus bagaimana. Karena sebagai seorang wanita ia dapat merasakan apa yang di rasakan Keyla saat ini. Sinta pun sudah menyanyangi Keyla dan ia tidak pernah menggap Keyla menantu tapi ia mengganggap Keyla seperti anak kandungnya sendiri.


"Mama Keyla enggak mau pisah sama Vano hiks hiks hiks"


"Ya Mama mengerti" kata Sinta.


"Ma ini semua karena pelakor itu" kata Keyla dengan emosi dan ia melepaskan pelukannya pada Sinta ia ingin mengeluarkan semua kekesalannya.


"Apa Mama juga mendukung perbuatan Vano yang seenak nya begini!" tanya Keyla karena ia melihat Sinta hanya diam saja.


"Sabar Nak" kata Sinta berusaha menenangkan Keyla.


"Oh jadi Mama juga mendukung si pelakor dan sekaligus wanita murahan itu?" tanya Keyla sambil tersenyum sinis pada Sinta.


"Keyla kamu bicara apa?" tanya Sinta dengan lembut.


"Mama juga sama saja. Sudah tau Vano main gila dengan perempuan lain tapi Mama diam saja!!!!" kata Keyla membentak Sinta.


Hardy yang melewati kedua nya tentu saja tidak bisa membiarkan istri nya di bentak oleh Keyla. Ia menghampiri kedua nya dan berhenti tepat di hadapan Keyla.


"Keyla cukup!!!" kata Hardy.

__ADS_1


"Kenapa Papa juga mendukung perbuatan salah anak Papa??" kata Keyla masih dengan nada membentak.


"Ini masalah rumah tangga kalian tidak ada hubungannya dengan kami. Dan jangan pernah kau membentak istri ku!" kata Hardy dengan tegas.


"Lalu aku harus apa. Dan kenapa kalian membiarkan Vano hidup bersama pelakor itu?" kata Keyla.


"Berani kau berbicara berteriak pada kami?" kata Hardy.


"Kalian juga sama saja. Sama-sama egois" kata Keyla.


"Cukup Nak" kata Sinta berusaha meredam kan emosi Keyla.


Sinta memegang tangan Keyla. Tapi Keyla menghepaskan tangan Sinta. Sinta menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar nya. Ia mengambil kunci mobil ia ingin menemui Ziva.


"Keyla kamu mau ke mana?" tanya Sinta ia melihat Keyla mulai berjalan keluar dari rumah.


"Keyla mau menemui pelakor itu!!"


"Keyla jangan!!" kata Sinta. Sinta takut nantinya di sana akan ada keributan ia takut Keyla akan berbuat kasar pada Ziva. Karena Ziva baru saja keluar dari rumah sakit. Jadi ia takut terjadi sesuatu pada kandungan Ziva.


"Kenapa??" tanya Keyla.


"Lalu bagaimana apa aku diam saja seperti kalian saat Vano lebih memilih wanita bayaran itu dari pada aku?" kata Keyla sambil berteriak.


"Kenapa? sekarang bila suami mu lebih memilih wanita itu dari pada kau? kau tau kenapa?" kata Hardy.


"Karena wanita itu mau memberikan Vano anak dan apa kau lihat seperti apa Vano sekarang??. Sekarang Vano lebih baik itu karena istri nya itu melayaninya dengan baik. Tidak seperti kau. Yang kau tahu hanya uang, kecantikan dan barang-barang mahal" kata Hardy.


"Kalian memang sama saja" kata Keyla.


"Keluar kau dari rumah ku!!!" kata Hardy. Hardy sudah sangat jengkel karena dengan berani nya Keyla meneriaki nya dan juga istri nya. Benar-benar manusia tidak beradap.


Keyla memaiki mobil nya dan membawa koper besar nya. Ia tidak akan kembali lagi kerumah itu. Ia juga sangat membenci mantan mertua nya itu yang tidak membela nya sedikit pun.


"Keyla tunggu Nak" kata Sinta.


"Ma biarkan dia pergi" kata Hardy sambil memegang tangan Sinta.

__ADS_1


***


"Nyonya di depan ada seorang wanita yang ingin menemui Anda" kata Satpam di rumah Ziva.


"Siapa?" tanya Ziva yang masih memakan rujak di hadapan nya.


"Dia menyebut diri nya istri tuan Vano nyonya" kata Satpam itu.


"Biarkan saja dia masuk" kata Ziva.


Ziva membiarkan Keyla masuk karena ia ingin tau apa tujuan Keyla menemui nya.


"Dari mana dia tau alamat ku?" gumam Ziva.


"Hey kau wanita pelakor!!" kata Keyla yang kini berdiri di hadapan Ziva.


Ziva diam saja ia hanya duduk saja di kursi meja makan itu dengan santai. Menurut nya orang yang berteriak di hadapannya itu sama sekali tidak penting.


Brakk!.


Keyla menggebrak meja makan karena ia melihat Ziva tidak memperdulikannya. Ziva hanya fokus pada makanannya. Ziva yang menduduk mulai mendongkak karena Keyla mengebrak meja.


"Apa?" tanya Ziva. Tanpa bangun dari duduk nya.


"Kembali kan Vano pada ku!!" kata Keyla.


"Silah kan ambil. Aku tidak pernah memaksa dia untuk tetap bersama ku" kata Ziva.


"Oh ya??" tanya Keyla yang meremehkan Ziva bahkan seolah ia memandang hina Ziva.


"Dasar perempuan tidak tau malu. Kau hanya bisa merebut milik orang lain. Kau pikir kau hebat?? Kau lihat saja nanti. Vano mencintai ku dan aku yakin setelah ia bosan dengan mu dia akan mencampakan mu dan kembali pada ku!!!" kata Keyla lagi sambil menunjuk wajah Ziva.


"Ya-ya nanti kalau dia kembali pada mu aku tidak akan melarangnya" kata Ziva masih dengan santai duduk menyenderkan tubuh nya di kursi meja makan itu. Bahkan Ziva sama sekali tidak terpancing emosi sedikit pun.


"Kau!!!" kata Keyla. Keyla semakin emosi karena Ziva sama sekali tidak menanggapi ucapannya. Bahkan Keyla yang berteriak hanya di anggap angin lalu oleh Ziva.


"Ya aku kenapa lagi??" tanya Ziva sambil meminum jus yang tadi di berikan mbok Yem.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan. Kau memang tidak punya akhlak Aku yakin anak yang kau kandung itu akan sama seperti kau. Sama-sama jadi pelakor dan menjadi wanita rendahan seperti kau!!!" kata Keyla


Ziva tidak masalah bila diri nya di rendah kan oleh siapa pun. Namun kali ini Keyla kembali menghina anak nya. Anak yang tidak bersalah bahkan masih berada di dalam kandungan nya. Ziva tidak akan diam saja ia bangun dari duduk nya dan mulai berdiri menatap tajam Keyla yang ada di hadapannya.


__ADS_2