
Kenalin, nama aku Ziezie Zavano. Cantik, manis, imut-imut. Aku terlahir dari keluarga berada, Papa ku pengusaha sukses dan nilai plusnya adalah hanya Papa ku yang paling tampan di dunia ini menurut ku.
Akan tetapi satu hal yang sangat membuatku bingung, identitas ku di tutup rapat. Alasannya karena Papa ingin aku mendapatkan teman dan juga kekasih yang tulus dalam menerima ku, apa lagi Papa ingin melindungi ku dari setiap orang-orang yang merasa tersaingi oleh Papa tampan ku.
Aku tidak perduli, biarkan saja Papa melakukan itu. Sama sekali tidak masalah, lagi pula itu semua demi kebaikan ku sendiri.
Apa ada yang bertanya soal Mama ku?
Kalau pun tidak ada aku tetap menjelaskan nya, walaupun aku sedikit malas sebenarnya. Tapi kalian jangan bilang ke Mama ya.
Nama mamaku Zivanya Sabila, kata Papa ku Mama adalah bidadari yang paling cantik. Manis, Imut dan lembut.
UPS!!!
Itu kata Papa ku ya.
Tapi kalau menurut ku Mama ku sangat cerewet, apa lagi kalau sedang mengomel satu Minggu pembahasannya itu-itu saja.
Huuuuff.
Aku punya adik kembar, Alfa, Bastian, Chandra, dan juga David.
Ke empat Adik ku itu kembar identik, dengan keunikannya masing-masing. Bahkan mereka seperti bodyguard yang siap menghabisi siapa saja yang berani berdekatan dengan ku.
Tapi ada lagi sahabat, sekaligus sepupu ku. Namanya Alma, dan kembarannya Alif.
Tapi tidak sampai di sana, aku juga punya Daddy kesayangan ku. Namanya Bilmar sepupu Papa ku, dan Mommy Anggia dokter cantik istrinya Daddy Bilmar.
Ada yang kangen sama kekonyolan keluarga ini, kalau misalnya ada maka kalian harus kepoin novel ini.
***
Seorang mahasiswa berlari dengan begitu kencang, menyusuri lorong-lorong gedung tinggi dengan terburu-buru. Sejenak ia berhenti berlari, berjongkok sambil mencari udara untuk bernapas.
Setelah merasa lebih baik, wanita tersebut kembali berlari.
Buk!!!
Tiba-tiba ia menabrak seseorang.
"Aduh!!!" Zie terpental ke lantai, kemudian cepat-cepat berdiri.
Seorang pria cupu berdiri di hadapannya, seorang dosen yang selalu di bully oleh mahasiswa. Bahkan tidak jarang mengabaikannya saat sedang memberikan tugas.
"Hey, bisa nggak sih! Kalau jalan pakai mata!" geram Zie, "Aduh, aku udah telat!"
Dengan cepat Zie kembali berlari segera menuju kelas sebelum dosen galak yang masuk terlebih dahulu.
"Dari mana sih?" tanya Alma.
__ADS_1
Zie duduk di samping Alma dengan napas yang terengah-engah, tanpa ijin Zie langsung mengambil botol air mineral milik Alma. Meneguk tanpa perduli wajah masam sang pemilik.
"Ish.... kebiasaan!" kesal Alma.
"Akhirnya," Zie bernapas lega setelah meneguk habis minuman Alma.
"Sialan lu!" gerutu Alma.
Seorang dosen masuk, rambut belah tengah, kaca mata tebal, alis tebal, dan juga baju yang di masukan kedalam celana. Hal yang paling menarik adalah, ikat pinggang nya berada di atas perut.
"Sial! Gue pikir dosen tampan yang masuk!" gerutu Zie dengan wajah kecewa.
"Kalau Pak Briyan yang masuk lu diem, kalau Pak Firman masuk lu begini!" ujar Alma.
Zie mendesus.
"Pak Briyan kejam banget Al, takut aku," jawab Zie.
"Pak Firman?"
"Alah cupu, kecuali suhu! Nah, baru gue tunduk sama dia!"
Alma mangguk-mangguk mendengar penjelas Zie, "Kalau gitu kita taruhan?" tawar Alma, "Itupun kalau lu berani!" Alma menaik turunkan kedua alis matanya menatap Zie.
"Lu pikir gue takut!" tantang Zie.
"Kalau lu berhasil membuat Pak Firman malu, gue kasih mobil tercinta gue buat lu. Nah kalau lu gagal, Lu harus nikah sama Pak Firman."
"Sialan lu, mana mau gue nikah sama si cupu!"
"Enak aja!"
Seorang dosen tengah berbicara, tetapi dari sekian banyak mahasiswa hanya beberapa saja yang perduli padanya. Selebihnya tidak, mereka hanya fokus pada topik pembicaraan mereka saja, seakan dosen cupu di hadapan mereka bukanlah apa-apa.
Kelas selesai, semua mahasiswa berhamburan keluar bahkan tanpa perduli pada dosen cupu.
"Pak Firman."
Firman memperbaiki kaca matanya, kemudian menatap Zie yang berdiri di hadapannya.
"Pak Firman tahu saya dong?" tanya Zie dengan angkuhnya.
Siapa yang tidak tahu Zie, satu kampus tahu tentang Zie. Mahasiswa cantik, di gilai banyak kaum pria. Termasuk beberapa dosen, lantas bagaimana dengan Firman?
Firman masih diam mematung, dan seakan tidak tahu siapa Zie.
"Dia enggak kenal lu kali Zie!" ejek Niken seorang wanita yang merasa tersaingi dengan Zie.
Zie semakin panas, Niken adalah musuh bebuyutan tanpa tahu sebabnya. Mungkin karena setiap pria yang di sukai Nike selalu berusaha mendekati Zie, hingga menganggap Zie adalah musuh.
"Ngerasa waw, baru setingkat Pak Firman aja udah jatuh!" timpal Clara sahabat baik Niken.
__ADS_1
"Sombong sih, padahal cuman anak tukang sapu di rumah keluarga Zavano!" imbuh Niken.
"Sialan nih anak ya!"
Zie langsung mendekati Niken dan ingin menarik rambutnya, tetapi Alma langsung memegang Zie.
"Pergi sana!" Alma langsung mengusir wanita-wanita yang mengganggu mereka.
"Huuu...." sorak Niken dan Clara sambil berlalu pergi.
Firman mengumpulkan buku dan juga mengagungkan laptopnya, kemudian mengangkatnya dan berbalik. Tetapi tiba-tiba suara Zie menghentikan langkah nya.
"Pak Cupu," Zie menutup mulut, dan mulai memperbaiki panggilan nya, "Pak Firman," panggil Zie lagi.
Firman berbalik dan kembali menatap Zie, "Iya?"
"Bapak serius enggak kenal sama saya?"
Zie masih berharap jika Pak Firman memujinya, mengatakan jika ia mahasiswa paling cantik dan berpengaruh di kampus universitas Gunadama Indonesia.
Pak Firman menggeleng, kemudian pergi begitu saja.
"Ahahahhaha....." tawa Alma pecah seketika, saat Pak Firman dosen cupu yang malah mempermalukan Zie untuk yang kedua kalinya.
Zie menatap Alma dengan penuh permusuhan, ingin sekali tangannya meremas wajah sepupu tenggil nya itu.
"Udah ngaku kalah?" ejek Alma, "Nikah sama pak Cuku?" celetuk Alma.
Zie langsung menjitak kepala Alma, karena Zie sudah tidak tahan dengan ejekan sepupunya. Walaupun keduanya terlihat sering saling mengejek, tetapi mereka adalah sepupu yang saling menyayangi.
"Sakit lampir!"
"Mampus!"
"Ahahahhaha.......calon bini Pak Cuku!" ejek Alma lagi dengan tertawa terpikal-pikal.
"Gue Zie dan gue bakalan buktikan kalau gue bisa bikin si cupu malu. Apa lagi Dia udah malu-malu in gue di hadapan Niken! Sampai dua kali pula."
Zie sudah tidak memiliki wajah di hadapan Niken, karena Firman yang barusan mempermalukan dirinya.
"Kantin yuk!"
Beberapa mahasiswa melihat Zie dengan mengejek.
"Katanya paling waw, baru setingkat Pak Cupu aja udah kalah jauh!" ejek Nike, di iringi tawa mahasiswa lainnya.
Zie langsung berdiri di atas kursi, "Ingat ya, kalau sampai gue berhasil bikin Pak Cupu malu di hadapan lu semua," Zie menunjuk wajah-wajah yang melihat dirinya, "Niken harus jadi babu gue!"
"Dan kalau lu kalah, lu yang jadi babu gue!" tantang Niken hingga mengundang sorakan yang begitu kencang.
"Zie!" Alma menyenggol lengang Zie, menurut nya itu tidak masuk akal.
__ADS_1
"Tenang," Zie yakin jika ia akan menang.
-