Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
Bab 56


__ADS_3

🌻Jangan lupa like vote komen🌻


Saat ini Ziva dan seli sedang duduk di salah satu cafe yang tidak jauh dari rumah Ziva. Dan Ziva juga sudah meminta Seli untuk menghubungi Firman untuk datang kesana karena Ziva ingin menemui Firman untuk yang terakhir kali nya dan ia pun ingin meminta maaf karena sudah membuat Firman kecewa.


Sebenarnya Seli tidak setuju bila mereka bertemu dengan Firman sebelum Ziva meminta izin pada suami nya karena Seli sangat takut dengan kemarahan Vano. Namun Ziva tetap bersikeras meminta Seli menghubungi Firman lalu dengan berat hati Seli menghubungi Firman dan kini mereka sedang menunggu kedatangan Firman.


Tidak berselang lama Firman sampai di cafe yang di beritahu Seli. Dan Firman mulai mengedarkan pandangan nya lalu manik mata nya menatap seorang wanita yang sangat ia cintai dan ia rindukan. Firman terus mendekati Ziva tanpa memutuskan pandangannya. Begitu juga dengan Ziva.


Manik mata kedua nya saling bertemu. Ziva menatap penampilan Firman seperti manusia tidak bernyawa dan wajah Firman yang tidak terurus ia semakin merasa bersalah dengan kesedihan yang Firman rasakan. Sungguh Firman saat ini benar-benar seperti orang bodoh.


Firman kini sudah mendudukan diri nya di sofa dan saling berhadapan dengan Ziva. Mata Firman terlihat berkaca-kaca karena melihat orang yang ia cintai sudah di nikahi oleh laki-laki lain di saat ia dan Ziva masih bersetatus kekasih dan kedua nya masih sedang merasakan manis nya cinta.


Sungguh Firman tidak pernah membayangkan ini akan terjadi pada diri nya. Namun tetap ia akan berusaha iklas karena kebahagian nya adalah melihat orang yang di cintai nya bahagia. Walau pun hati nya terluka ia tidak mengapa dan ia tidak akan pernah mengusik rumah tangga Ziva. Ia akan berusaha menerima semua yang sudah terjadi pada diri nya.


"Aku ke toilet dulu" kata Seli. Seli ingin meninggalkan kedua nya sebentar untuk berbicara karena ia takut karena ada diri nya kedua orang itu merasa canggung.


"Hiks hiks hiks" Ziva menangis bukan karena ia masih mencintai Firman. Namun ia menagis karena sudah melukai hati orang yang begitu tulus mencintai nya.


"Sudah jangan menangis aku tidak apa" kata Firman sambil jari nya mengusap air mata Ziva.


"Maaf" kata Ziva.


Dengan reflek Ziva berjalan mendekati Firman dan memeluk tubuh Firman. Karena Ziva memang benar-benar merasa bersalah memang dulu Ziva juga sangat mencintai Firman. Namun kini perasaan itu sudah hilang saat Vano dengan tulus mencintai nya.


"Tidak apa aku baik-baik saja asal kau bahagia" kata Firman sambil meneteskan air matanya dan masih berusaha kuat lalu Ziva menjauh dari Firman dan melepas pelukan itu. Sungguh pelukan itu hanya untuk ucapan maaf nya yang tulus bukan karena ia masih mencintai Firman. Dan pelukan itu hanya untuk meyakinkan Firman bahwa ia benar-benar merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi pada kehancuran hubungan mereka.


"Jangan menangis" kata Firman masih berusaha menghapus jejak air mata Ziva.


"Aku benar-benar minta maaf" kata Ziva dengan sesegukan.


"Apa kau bahagia dengan pernikah mu?" tanya Firman.


"Iya" jawab Ziva dengan wajah yang tertunduk karena rasa bersalah itu masih begitu besar di hati nya.

__ADS_1


"Asal kau bahagia. Aku tidak apa biar kita menjadi kenangan saja" kata Firman.


"Menjadi kenangan?" tanya Ziva mulai mendongkak dan menatap manik mata Firman dan ia bingung dengan ucapan Firman.


"Iya" jawwb Firman dengan senyum yang begitu tulus di bibir nya.


"Bukan kan kita masih bisa berteman?" tanya Ziva.


Firman ternsenyum. Dan ia menggelengkan kepalanya karena ia juga berat harus pergi dari Ziva. Namun mau bagai mana lagi ia tidak mau karena pertemanan nya dengan Ziva akan berdampak buruk bagi rumah tangga Ziva dan Vano. Karena mau bagaimana pun Firman adalah mantan kekasih Ziva dan kedua nya pernah saling mencintai.


"Kenapa?" tanya Ziva.


"Aku tidak mau Suami mu salah paham dengan hubungan kita" jawab Firman.


"Tapi aku akan menjelaskan pada suami ku" kata Ziva.


"Tidak. Kalau aku dan kamu masih berteman lalu bagaimana bisa aku melupakan mu? Aku ingin pergi dari hidup mu dan melupakan mu. Agar aku bisa mencari kebahagian ku sendiri dan kau pun akan selalu bahagia dengan suami mu" kata Firman.


"Berjanjilah Ziva kau akan selalu bahagia dengan suami mu" kata Firman.


Ziva diam dan manik mata nya kembali mengeluarkan cairan bening yang menetes dan membasahi pipi nya. Sungguh Ziva tidak tau harus mengatakan apa karena sudah melukai hati Firman.


"Ayo berjanji kalau kau akan terus bahagia" kata Firman lagi.


"Iya" kata Ziva sambil menganggukan kepalanya.


"Terimakasih" kata Firman.


"Bejanjilah kalau kau pun nantinya akan bahagia dan jangan biarkan aku terus merasa bersalah karena sudah membuat mu terluka" kata Ziva.


"Iya suatu hari nanti aku juga pasti akan bahagia. Dan aku berharap kau selalu mendo'a kan ku agar aku juga bisa bahagia seperti mu" kata Firman.


"Iya. Terimakasih kau sudah memaafkan aku" kata Ziva.

__ADS_1


"Ingat kau harus bahagia" kata Firman lagi.


"Ya terimakasih" jawab Ziva.


"Aku pergi dan semoga kita tidak akan pernah berjumpa lagi" kata Fiman.


"Firman" Ziva menghentikan langkah Firman yang akan melangkah pergi.


"Ya" jawab Firman.


"Kalau kau sudah menemukan wanita yang kau cintai nanti datang lah bersama nya menemui ku. Agar aku tidak selalu di hantui rasa bersalah" kata Ziva.


"Iya aku berjanji dan kau berjanjilah akan selalu mendo'a kan aku bahagia bersama siapa pun nanti wanita itu" kata Firman.


"Iya aku berjanji" kata Ziva.


"Aku pergi dan semoga kau bahagia" Firman melangkah pergi dengan hati yang terluka ia benar-benar belum bisa melupakan Ziva. Wajah Ziva selalu hadir di setiap hari-hari nya.


Setalah kepergian Firman. Seli kembali mendekati Ziva.


"Pulang yuk" kata Seli.


Karena ia sangat takut sekali Vano akan murka pada nya. Dan ia tidak siap dengan kemarahan Vano.


"Ya tapi aku mau kamu pesan makanan dan aku mau bawa pulang" jawab Ziva.


"Iya" Seli mulai memesan makanan untuk mereka bawa pulang dan kini kedua nya sudah berada di dalam mobil dengan Ziva nya mengemudi karena Seli tidak bisa mengemudi.


Seli terlahir dari keluarga yang jauh dari kata mewah dan ia hanya memilik sepeda motor saja dan orang tua nya tidak memiliki mobil. Dan kedua orang tua nya hanya bekerja di sawah saja untuk mencukupi kebutuhan mereka.


***


Ayo tebak siapa jodoh babang Firman😁

__ADS_1


__ADS_2